Persebaya Surabaya Berusaha Memperbaiki Finishing Jelang Laga Kontra Persib Bandung
Persebaya Surabaya memiliki kesempatan besar untuk menunjukkan kemajuan mereka saat menjadi tuan rumah dalam laga melawan Persib Bandung. Pertandingan ini bukan hanya sekadar pertandingan biasa, tetapi juga menjadi momen penting bagi Green Force untuk membuktikan bahwa lini depan mereka telah membaik.
Tren positif di kandang menjadi modal utama, namun efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan. Evaluasi terkini menunjukkan bahwa Persebaya mampu menciptakan banyak peluang, tetapi tidak semua berhasil berbuah gol. Dalam laga terakhir kontra PSM Makassar, tim mencatatkan 14 kreasi peluang dan 20 tembakan, dengan enam di antaranya tepat sasaran. Sayangnya, hanya satu peluang yang berujung pada gol, sehingga produktivitas dinilai belum sebanding dengan dominasi serangan.
Persib Bandung dikenal sebagai tim dengan lini pertahanan yang sangat kokoh. Hingga pekan ke-23, Maung Bandung baru kebobolan 11 gol, membuat laga melawan mereka menjadi tantangan besar bagi lini depan Persebaya.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menyadari masalah ini dan menjadikan perbaikan finishing sebagai fokus utama dalam latihan. Ia menegaskan bahwa setiap pemain, baik dari lini depan maupun posisi lain, dilatih untuk lebih klinis dalam mengambil peluang.
“Kami sudah melakukan sesi penyelesaian akhir selama seminggu terakhir. Malik kembali berlatih, kami melakukan sirkulasi bola. Tapi dia cedera lagi saat latihan menembak itu,” ujar Coach Tavares. Cedera Malik menjadi pukulan tersendiri bagi tim, karena ia diharapkan bisa memberikan variasi serangan.
Namun, Tavares menekankan bahwa ketajaman tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pemain. Ia menyebut bahwa Bruno Moreira bukan satu-satunya yang bertanggung jawab atas hasil gol. “Bukan hanya Bruno Moreira, tetapi pemain lain juga kurang akurat,” tambahnya.
Musim ini, Bruno Moreira memang menjadi salah satu pemain paling produktif dengan 8 gol dan 4 assist. Gali Freitas juga memberikan kontribusi signifikan dengan 6 gol dan 6 assist. Francisco Rivera turut berkontribusi dari lini tengah dengan 5 gol dan 6 assist. Di lini depan, Mihailo Perovic mencetak 5 gol. Sementara beberapa pemain bertahan seperti Léo Lelis dan Risto Mitrevski bahkan ikut menyumbang masing-masing 2 gol.
Beberapa pemain lain seperti Arief Catur, Malik Risaldi, Rachmat Irianto, dan Bruno Paraíba juga memberikan kontribusi gol dan assist. Meski distribusi kontribusi cukup merata, akurasi di momen krusial masih menjadi masalah utama.
Tavares melihat sisi positif dari performa timnya. Menurutnya, menciptakan peluang adalah hal terberat dalam sepak bola modern. “Kami sudah di jalur yang benar dengan menciptakan peluang. Kami butuh fokus dan akurasi lebih. Sekarang kami punya waktu persiapan lebih lama untuk melatih penyelesaian akhir,” katanya.
Laga melawan Persib Bandung akan menjadi ujian sesungguhnya. Pertahanan solid Maung Bandung menuntut setiap peluang dimaksimalkan tanpa kesalahan kecil. Jika finishing Persebaya Surabaya mampu meningkat, bukan mustahil tren positif di kandang terus berlanjut. Dukungan Bonek di Gelora Bung Tomo bisa menjadi energi tambahan bagi para pemain.
Kini, sorotan tak lagi hanya tertuju pada Bruno Moreira. Semua pemain Persebaya Surabaya dituntut lebih tajam dan siap menjadi penentu dalam duel sarat gengsi tersebut.
Duel ini bukan sekadar soal tiga poin. Ini soal pembuktian Green Force mampu berkembang dan menjawab kritik lewat aksi nyata di lapangan. Senin nanti, publik akan melihat hasil dari kerja keras sepekan terakhir. Apakah latihan finishing Persebaya Surabaya benar-benar membuahkan hasil atau justru kembali jadi cerita peluang yang terbuang.







