Kenaikan Harga Bahan Baku Plastik Mengancam Industri AMDK
Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) memperkirakan bahwa harga air minum dalam kemasan (AMDK) berpotensi mengalami peningkatan signifikan. Hal ini disebabkan oleh lonjakan harga bahan baku plastik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, dengan kenaikan mencapai 35–45%.
Ketua Umum AMDATARA, Karyanto Wibowo, menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan baku kemasan plastik berbasis minyak bumi menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan biaya produksi. Lebih dari 99% plastik global diproduksi dari bahan bakar fosil, sehingga kenaikan harga energi langsung berdampak pada industri kemasan.
“Kami menyampaikan keprihatinan serius atas tekanan yang semakin berat terhadap industri AMDK akibat lonjukan harga bahan baku kemasan, terutama plastik berbasis minyak bumi,” ujar Karyanto kepada Infomalangraya.com.co.id, Jumat (10/4).
Menurut data AMDATARA, harga bahan baku plastik seperti Polietilena Tereftalat (PET) resin, high density polyethylene (HDPE), dan polipropilen (PP) telah melonjak antara 25 hingga 70%, bahkan mencapai 100% untuk beberapa jenis material sejak awal April 2026. Kondisi ini membuat biaya produksi AMDK meningkat tajam dan berpotensi mendorong kenaikan harga jual di tingkat konsumen dalam waktu dekat.
Dilema Pelaku UMKM Terjepit Lonjakan Harga Plastik
Lonjakan harga ini dipicu oleh gangguan pasokan petrokimia global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia. Hal ini memberi dampak besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di sektor AMDK.
Produsen AMDK skala kecil terancam berhenti produksi karena kenaikan harga bahan baku. Sejumlah pelaku usaha, khususnya UMKM di sektor AMDK, bahkan terancam tidak dapat melanjutkan produksi dalam satu hingga dua bulan ke depan.
“Tanpa solusi, kami khawatir akan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang mengancam puluhan ribu lapangan kerja di industri hilir plastik dan AMDK,” kata Karyanto.
Peran Penting AMDK dalam Kehidupan Masyarakat
AMDATARA menekankan bahwa industri AMDK memiliki peran penting sebagai penyedia air minum aman bagi masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Kenaikan harga yang signifikan dinilai berpotensi menekan daya beli sekaligus mengganggu akses masyarakat terhadap air minum yang terjangkau.
Untuk itu, AMDATARA mendesak pemerintah segera mengambil langkah intervensi guna meredam dampak kenaikan harga bahan baku. Beberapa usulan yang diajukan antara lain:
- Relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) kemasan dari 11% menjadi 8% atau lebih rendah.
- Pembebasan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) untuk resin impor.
- Pemberian stimulus pajak dan insentif likuiditas bagi UMKM.
Selain itu, pemerintah juga diminta mempercepat pembukaan sumber pasokan alternatif serta mendukung pengembangan bahan baku plastik daur ulang (rPET) yang memenuhi standar food-grade.
“Tanpa intervensi cepat, kelangsungan ribuan usaha kecil dan menengah di sektor AMDK terancam,” ujar Karyanto.







