Bandung BJB Tandamata Jaga Peluang Final Four Proliga 2026
Kemenangan Bandung BJB Tandamata atas Medan Falcons dalam pertandingan lanjutan Proliga 2026 di GOR Utama Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (14/2) petang WIB, menjadi langkah penting untuk menjaga asa mereka melaju ke empat besar. Dengan skor akhir 3-1, tim asal Kota Kembang ini memperkuat posisi mereka di klasemen sementara.
Pertandingan dimulai dengan kejutan ketika Medan Falcons berhasil memenangkan set pertama dengan skor 24-26. Namun, Bandung BJB Tandamata tidak menyerah dan segera bangkit. Mereka menyamakan kedudukan setelah menutup set kedua dengan skor 25-19. Di set ketiga, tim yang diperkuat oleh spiker asing asal Italia, Giulia Angelina, berhasil membalikkan situasi dengan kemenangan 25-18. Set penentu pun dimenangkan oleh BJB Tandamata dengan skor 25-18.
Dengan hasil ini, Bandung BJB Tandamata masih berada di peringkat keenam klasemen dengan total 12 poin dari empat kemenangan. Meskipun demikian, mereka masih memiliki tiga laga tersisa yang bisa menjadi penentu apakah mereka akan lolos ke final four atau tidak.
Performa Mengesankan Giulia Angelina
Salah satu hal yang mencuri perhatian dalam pertandingan ini adalah performa gemilang Giulia Angelina. Sebagai spiker asing asal Italia, ia langsung menunjukkan ketajamannya sejak debutnya. Angelina menjadi top skor dalam pertandingan tersebut dengan raihan lebih dari 15 poin. Kehadirannya memberikan dampak positif bagi tim, terutama dalam menghadapi tekanan lawan.
Harapan besar ditempatkan pada konsistensi performa Angelina agar dapat membantu Bandung BJB Tandamata melangkah lebih jauh di Proliga 2026. Dengan dua legiun asing lainnya, yaitu Anastasia Guerra, tim ini memiliki modal kuat untuk bersaing di babak selanjutnya.
Strategi dan Perubahan Permainan
Pelatih Risco Herlambang menegaskan bahwa timnya harus terus meningkatkan fokus dan konsistensi permainan. Ia mengkritik keunggulan tiga poin yang diraih timnya di set pertama, karena menurutnya, anak asuhnya mampu menciptakan gap yang lebih besar.
Pada set pertama, keunggulan tiga poin yang dicapai BJB Tandamata nyaris hilang akibat kesalahan dalam pengambilan poin. Medan Falcons mampu memaksakan duece di kedudukan 24-24, dan akhirnya memenangkan set pertama dengan skor 24-26.
Setelah kecolongan set pertama, Bandung BJB Tandamata langsung meningkatkan fokus. Fitriyani Nurjanah sebagai setter berusaha mengubah pola permainan dengan memanfaatkan lini lain, bukan hanya mengandalkan Guerra dan Angelina. Beberapa poin krusial berasal dari lini bloker yang dipimpin oleh Maradanti Namira.
Pengaruh Cuaca dan Momentum Permainan
Pertandingan sempat terhenti di awal set ketiga akibat atap GOR Utama Bojonegoro bocor karena curah hujan tinggi. Hal ini memengaruhi ritme permainan, terutama bagi Medan Falcons yang mengalami miskomunikasi dalam melakukan passing awal. Pelatih Marcos Sugiyama segera mengambil time-out cepat untuk mengatasi situasi ini.
Giulia Angelina kemudian memutus momentum kebangkitan Medan Falcons dengan spike lurus dari posisi empat, mengubah skor menjadi 11-9. Bandung BJB Tandamata terus mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir set ketiga dengan skor 25-18.
Di set keempat, BJB Tandamata memastikan kemenangan mereka dengan skor 25-18. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa tim asal Bandung mampu bertahan dalam tekanan dan menjaga semangat untuk melangkah ke final four Proliga 2026.







