Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Sebelum Meninggal, Vidi Aldiano Berharap Sembuh, Sedih Dikabarkan Sakit Parah hingga Pakai Wig

    14 Maret 2026

    Mengapa Prabowo Dikritik Atas Upayanya Mediasi Iran-AS

    14 Maret 2026

    20 Manfaat Zakat untuk Umat Islam, Membuka Rezeki

    14 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 14 Maret 2026
    Trending
    • Sebelum Meninggal, Vidi Aldiano Berharap Sembuh, Sedih Dikabarkan Sakit Parah hingga Pakai Wig
    • Mengapa Prabowo Dikritik Atas Upayanya Mediasi Iran-AS
    • 20 Manfaat Zakat untuk Umat Islam, Membuka Rezeki
    • Dzikir dan Doa Setelah Sholat Wajib 5 Waktu dengan Terjemahan
    • Iran hancurkan sistem THAAD AS senilai Rp 5 triliun di Yordania
    • Prakiraan Cuaca Malang-Batu Jatim, Minggu 8 Maret 2026: Kota Hujan Ringan, Kabupaten Berawan
    • BERITA TERKINI Serie A: VAR Bikin Emil Audero dkk Kehilangan Peluang, Cremonese Gagal Menyusul
    • Bolehkah Minum Air Es Saat Buka Puasa? Ini Fakta Medisnya
    • Itinerary Ngabuburit di Dusun Semilir, Bujet Rp 150 Ribu Saja
    • Berita Arema FC Terkini: Kekalahan Dramatis di Kanjuruhan dan Debut Pahit Pandeynuwu
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Hiburan»Iran hancurkan sistem THAAD AS senilai Rp 5 triliun di Yordania

    Iran hancurkan sistem THAAD AS senilai Rp 5 triliun di Yordania

    adm_imradm_imr14 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Serangan Iran yang Menghancurkan Sistem Radar THAAD

    Pada awal perang, Iran berhasil menghancurkan sistem radar AN/TPY-2 yang digunakan dalam sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi (THAAD) milik Amerika Serikat. Hal ini dilaporkan oleh beberapa sumber berita, termasuk Bloomberg dan CNN, dengan analis menyebut serangan tersebut sebagai salah satu keberhasilan terbesar Iran selama konflik ini.

    Sistem radar AN/TPY-2 merupakan komponen penting dalam pertahanan rudal AS di Teluk. Dengan kehancuran radar tersebut, cakupan pengawasan ketinggian tinggi yang diberikan oleh sistem THAAD mengalami celah signifikan. Ryan Brobst, wakil direktur Pusat Kekuatan Militer dan Politik di FD, menilai bahwa serangan ini bisa menjadi salah satu keberhasilan paling besar Iran sejauh ini.

    Meski demikian, Brobst juga menekankan bahwa militer AS dan mitranya masih memiliki radar lain yang dapat memberikan cakupan pertahanan udara dan rudal. Hal ini membantu mengurangi kerugian akibat hilangnya satu radar.

    Penghancuran Radar di Yordania

    Foto satelit menunjukkan bahwa radar AN/TPY-2 dan peralatan pendukungnya dihancurkan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania. Penghancuran peralatan senilai US$300 juta atau sekitar Rp 5 triliun ini kemudian dikonfirmasi oleh seorang pejabat AS.

    Data dari Foundation for Defense of Democracies (FDD) mencatat dua serangan Iran di Yordania: satu pada 28 Februari dan satu pada 3 Maret. Awalnya, kedua serangan tersebut dilaporkan telah dicegat. Namun, hilangnya radar yang telah dikonfirmasi menunjukkan pergeseran taktik yang signifikan.

    Dampak Strategis pada Pertahanan Terpadu

    Unit THAAD AS mencegat rudal balistik di tepi atmosfer, mengatasi ancaman yang lebih berat daripada baterai Patriot. Dengan radar AN/TPY-2 yang tidak beroperasi, pencegatan rudal akan bergantung pada sistem Patriot, di mana rudal PAC-3 sudah langka.

    Sebelumnya, radar AN/FPS-132 di Qatar—sebuah instalasi tetap—mengalami kerusakan selama serangan Iran. Sistem senilai US$1,1 miliar ini dirancang untuk mendeteksi ancaman jarak jauh, namun kurang presisi untuk pengendalian tembakan.

    Kerusakan TPY-2 yang berbasis di Yordania, dikombinasikan dengan kerusakan di Qatar dan laporan serangan terhadap terminal SATCOM di Bahrain, menunjukkan upaya sistematis Iran untuk membongkar sensor yang membentuk “mata” payung pertahanan Teluk.

    Tekanan Persediaan dan Produksi

    Pertahanan udara Teluk telah terbebani dan kadang-kadang dilampaui oleh serangan balasan drone dan rudal Iran. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa cadangan pencegat canggih, seperti THAAD dan PAC-3, mungkin akan segera menipis secara kritis.

    Pada Jumat, kontraktor pertahanan termasuk Lockheed Martin dan RTX bertemu di Gedung Putih karena Pentagon mendorong percepatan produksi senjata. Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa perusahaan manufaktur pertahanan AS terbesar telah setuju untuk memperluas produksi senjata “Kelas Istimewa”.

    Kerugian AS dalam Perang Melawan Iran

    AS telah kehilangan peralatan militer senilai hampir US$2 miliar di tengah serangannya terhadap Iran sejak Sabtu lalu. Penyebab utama biaya tersebut adalah sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 di Qatar, yang bernilai US$1,1 miliar, yang terkena serangan rudal oleh Iran.

    Selain itu, tiga pesawat F-15E Strike Eagle hilang dalam insiden tembakan salah sasaran oleh pertahanan udara Kuwait. Pesawat-pesawat tersebut hancur dengan biaya penggantiannya diperkirakan mencapai US$282 juta.

    Serangan pembuka Iran pada Sabtu juga menghancurkan dua terminal komunikasi satelit dan beberapa bangunan besar di markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain. Terminal SATCOM yang menjadi sasaran diperkirakan bernilai US$20 juta.

    Iran juga mengklaim telah menghancurkan komponen radar AN/TPY-2 dari sistem THAAD di Uni Emirat Arab. Komponen radar yang hancur diperkirakan bernilai US$500 juta.

    Jika digabungkan, Iran telah merusak aset militer AS di kawasan tersebut senilai US$1,902 miliar. Sejauh ini, Iran telah menargetkan setidaknya tujuh situs militer AS di Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran pada Sabtu.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    10 Film Pixar Terbaik dengan Rating Tertinggi, Hoppers Masuk

    By adm_imr13 Maret 20261 Views

    Iwan Sunito Luncurkan Proyek Rp 19 Triliun di Five Dock

    By adm_imr13 Maret 20263 Views

    Pandangan: Seni Memahami sebagai Etika Pendidik yang Terlupakan

    By adm_imr13 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sebelum Meninggal, Vidi Aldiano Berharap Sembuh, Sedih Dikabarkan Sakit Parah hingga Pakai Wig

    14 Maret 2026

    Mengapa Prabowo Dikritik Atas Upayanya Mediasi Iran-AS

    14 Maret 2026

    20 Manfaat Zakat untuk Umat Islam, Membuka Rezeki

    14 Maret 2026

    Dzikir dan Doa Setelah Sholat Wajib 5 Waktu dengan Terjemahan

    14 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?