Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Sholawat Ansawiyah: Manfaat dan Keutamaannya saat Diamalkan

    2 April 2026

    5 tips menghadapi atasan galak, wajib diketahui!

    2 April 2026

    Antara Kesepakatan dan Kebenaran: Dilema Rasionalitas Bersama

    2 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 2 April 2026
    Trending
    • Sholawat Ansawiyah: Manfaat dan Keutamaannya saat Diamalkan
    • 5 tips menghadapi atasan galak, wajib diketahui!
    • Antara Kesepakatan dan Kebenaran: Dilema Rasionalitas Bersama
    • Parkir Surabaya dengan Voucher, Dishub Target Akhir April
    • Kementan: Hilirisasi CPO Tingkatkan Kemandirian Energi dan Kesejahteraan Petani
    • Jadi Videografer, Amsal Sitepu Didakwa Kasus Mark Up, Kepala Desa Jadi Saksi, Ide Dihargai Rp 0
    • Puncak Arus Balik Lebaran Tiba di Wilayah Malang Raya Hari Ini
    • 8 Buah untuk Kesuburan Wanita, Konsumsi Harian
    • Minuman Kemasan dan Asam Urat: Benarkah Jadi Penyebab?
    • Prediksi Starting XI Indonesia vs Bulgaria di FIFA Series 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Iran Masih Tidak Izinkan Kapal Tanker Pertamina Melintasi Selat Hormuz, Kecewa ke Indonesia, Ini 4 Alasannya

    Iran Masih Tidak Izinkan Kapal Tanker Pertamina Melintasi Selat Hormuz, Kecewa ke Indonesia, Ini 4 Alasannya

    adm_imradm_imr2 April 20265 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Persoalan Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz

    Selat Hormuz kini menjadi perhatian utama bagi Indonesia, terutama setelah dua kapal tanker milik Pertamina, yaitu VLC Pertamina Pride dan Gamsunoro, terjebak di sana sejak awal Maret. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kelancaran pasokan energi nasional. Meski begitu, pemerintah Indonesia masih berupaya keras melalui jalur diplomasi agar kedua kapal tersebut bisa melintasi wilayah yang saat ini ditutup.

    Beberapa negara lain seperti Malaysia, Tiongkok, Pakistan, dan Thailand telah lebih dulu mendapatkan izin dari Iran untuk melintasi selat tersebut. Namun, situasi berbeda terjadi dengan kapal-kapal Indonesia. Menurut Dian Wirengjurit, ada perkembangan positif dalam hal ini. Ia menyebutkan bahwa dua kapal lain, yakni Paragon dan Rinjani, telah lebih dahulu dibebaskan oleh Iran. Hal ini disebabkan karena ukuran kapal yang tidak terlalu besar serta bendera Indonesia yang mereka bawa.

    Namun, dua kapal berukuran supertanker masih belum mendapatkan izin untuk dilepas oleh Iran. Dian mengungkapkan bahwa kekecewaan Iran terhadap Indonesia sudah terjadi sebelum konflik dengan Amerika Serikat dan Israel berlangsung. Ia menjelaskan bahwa dalam diplomasi, prinsip resiprokalitas sering kali menjadi dasar. Jika suatu negara melakukan tindakan baik, maka akan dibalas dengan tindakan baik pula, dan sebaliknya.

    Ada beberapa alasan yang membuat Iran kecewa kepada Indonesia. Pertama, sejak 2-3 tahun lalu, ketika latihan perang negara-negara Pasifik, Iran diundang secara resmi. Dua kapal perang Iran bahkan ikut bergabung dalam latihan bersama yang dikoordinir oleh Indonesia. Namun, kapal Iran justru ditolak masuk ke perairan Indonesia. Pembatalan ini disebut disebabkan oleh tekanan dari AS.

    Kedua, kekecewaan Iran juga berkaitan dengan kapal tanker MT Arman 114 yang telah bertahun-tahun disandera oleh Indonesia setelah ditangkap. Iran memperdagangkan minyak di tengah lautan yang mereka klaim sebagai lautan internasional, tetapi Indonesia menganggapnya sebagai perairan nasional. Hingga saat ini, status kapal tersebut belum jelas.

    Kekecewaan ketiga muncul dari lambatnya Indonesia mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dian mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto justru memberikan pernyataan yang tidak bersimpati kepada Iran yang sedang diserang AS-Israel.

    Menurut Dian, Iran kemungkinan meminta imbalan dari Indonesia, minimal melepaskan atau menjelaskan status kapal MT Arman 114 yang ditahan. Hal ini menjadi salah satu hambatan utama dalam proses pembebasan dua kapal besar berbendera Indonesia.

    Peran BoP dan Kesepakatan Tarif Resiprokal dengan AS

    Di sisi lain, pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menduga bahwa sulitnya kapal Indonesia melintasi Selat Hormuz disebabkan oleh Iran yang merasa “sakit hati” karena Indonesia masuk menjadi anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump.

    Bhima juga menilai kesepakatan Indonesia dan AS dalam perjanjian tarif resiprokal turut menjadi alasan Iran seakan mempersulit izin agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro untuk melintasi Selat Hormuz. Ia menyarankan agar pemerintah mencontoh langkah Malaysia yang enggan masuk menjadi anggota BoP serta membatalkan kerjasama tarif resiprokal dengan AS.

    “Dua kapal sulit melintasi Selat Hormuz buntut dari masuknya Indonesia ke BoP dan perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS,” ujar Bhima. Ia menekankan bahwa Malaysia sudah membatalkan kerja sama ART dan mengecam agresi AS ke Iran. Menurutnya, Indonesia sepertinya salah memilih posisi.

    Bhima pun mendorong agar Indonesia keluar dari BoP dan membatalkan perjanjian tarif resiprokal dengan AS agar Iran “luluh” sehingga kapal bisa melintas di Selat Hormuz. Ia menambahkan bahwa yang terpenting saat ini bukan melayani kemauan Trump, tapi menyelamatkan rakyat Indonesia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Rahasia Iran Menyimpan 20 Persen Cadangan Minyak Dunia Tanpa Perlu Tembakan

    By adm_imr2 April 20261 Views

    4 Hal yang Menyebabkan Iran Kecewa pada Indonesia: Kapal Arman hingga BoP

    By adm_imr1 April 20264 Views

    Negara-Negara yang Izinkan Kapal Melintasi Selat Hormuz

    By adm_imr1 April 20264 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sholawat Ansawiyah: Manfaat dan Keutamaannya saat Diamalkan

    2 April 2026

    5 tips menghadapi atasan galak, wajib diketahui!

    2 April 2026

    Antara Kesepakatan dan Kebenaran: Dilema Rasionalitas Bersama

    2 April 2026

    Parkir Surabaya dengan Voucher, Dishub Target Akhir April

    2 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?