Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Suzuki Burgman 2026 Lebih Mewah, Tapi Fitur Ini Masih Kurang?

    4 April 2026

    Gabungkan Puasa Syawal dan Qadha, Perbanyak Pahala dengan Niat dan Cara yang Benar

    4 April 2026

    Kekuasaan listrik ibu kota Iran terputus setelah serangan AS-Israel

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • Suzuki Burgman 2026 Lebih Mewah, Tapi Fitur Ini Masih Kurang?
    • Gabungkan Puasa Syawal dan Qadha, Perbanyak Pahala dengan Niat dan Cara yang Benar
    • Kekuasaan listrik ibu kota Iran terputus setelah serangan AS-Israel
    • UKSW dan Gereja Toraja Rayakan HUT ke-79, Kembangkan Pendidikan untuk Generasi Muda
    • Megawati Berduka Atas Kematian Prajurit RI di Lebanon, Ajak Kekuatan Politik Bersatu
    • AWK Minta Maaf Atas Penyebaran Konten Hoax
    • Puncak arus balik 2026 belum berlalu, kemacetan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi memanjang
    • PP Tunas Berlaku, Ini Cara Alihkan Anak ke Aktivitas Produktif
    • Opini: Bebaskan Timor Barat dari Malaria, Kuncinya Surveilans Migrasi
    • 7 manfaat minum alpukat untuk ibu hamil, jangan sampai terlewat
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Jarak Makan dan Tidur Pengaruhi Risiko GERD

    Jarak Makan dan Tidur Pengaruhi Risiko GERD

    adm_imradm_imr27 Februari 20264 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengaruh Jarak Makan dan Tidur terhadap Risiko GERD pada Anak

    Mama mungkin pernah memberi anak makan malam agak mepet dengan jam tidur supaya ia bisa cepat istirahat dan mendapatkan waktu tidur yang cukup. Apalagi jika anak harus bangun pagi, makan malam sering kali jadi lebih malam dari jadwal ideal. Namun, kebiasaan makan terlalu dekat dengan waktu tidur ternyata bisa berpengaruh pada risiko terjadinya GERD, baik pada orang dewasa maupun anak.

    Berikut adalah penjelasan bagaimana jarak makan dan waktu tidur ternyata berpengaruh pada risiko GERD:

    1. Jarak Makan dan Tidur Pengaruhi GERD Anak



    GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah kondisi ketika isi lambung naik kembali ke esofagus hingga menyebabkan cedera pada mukosa esofagus. Maka penting bagi Mama untuk menjaga pola makan.

    Makan malam yang terlalu dekat dengan waktu tidur sering kali dianggap hal biasa dalam rutinitas keluarga. Padahal, pada kondisi GER/GERD, tidur tidak lama setelah makan dapat meningkatkan risiko gangguan terkait refluks dan memperberat gejala yang sudah ada.

    Pada anak, jarak makan dan tidur yang terlalu singkat berpotensi membuat isi lambung lebih mudah naik kembali ke esofagus, terutama ketika tubuh berada dalam posisi berbaring. Sistem pencernaan membutuhkan waktu untuk memproses makanan sebelum anak benar-benar beristirahat.

    Jika kebiasaan ini terjadi berulang, rasa tidak nyaman bisa muncul di malam hari dan mengganggu kualitas tidur anak. Karena itu, menjaga jeda waktu yang cukup antara makan malam dan waktu tidur menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kesehatan saluran cerna anak.

    2. Hindari Makan 3 Jam Sebelum Anak Tidur



    Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia menyarankan untuk menghindari konsumsi makanan dalam 3 jam sebelum tidur guna membantu mengurangi gejala GERD pada malam hari.

    Artinya, jika anak tidur pukul 22.00, maka waktu makan terakhir sebaiknya sekitar pukul 19.00 dan bukan baru mulai makan pada jam tersebut. Setelahnya, sebaiknya tidak ada tambahan camilan agar lambung memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan sebelum anak berbaring.

    Kebiasaan ini penting diterapkan secara konsisten, bukan hanya sesekali, agar ritme pencernaan anak lebih teratur. Dengan jeda waktu yang cukup, risiko keluhan refluks saat malam hari dapat ditekan dan kualitas tidur anak pun lebih terjaga.

    3. Porsi Makan Tidak Teratur Bisa Perberat Keluhan GERD Anak



    Selain jarak makan dan tidur, porsi serta waktu konsumsi makanan juga berperan dalam munculnya keluhan refluks.

    Konsumsi makanan dalam jumlah besar, terutama jika dilakukan mendekati waktu tidur, dapat meningkatkan tekanan di lambung sehingga isi lambung lebih mudah naik kembali ke esofagus saat anak berbaring.

    Jika kondisi ini terjadi berulang, rasa tidak nyaman bisa muncul dan mengganggu istirahat malam. Karena itu, Mama perlu memastikan anak makan dengan porsi yang sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan di malam hari. Mengukur porsi makan yang cukup sebelum tidur membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan mengurangi kemungkinan munculnya keluhan terkait GERD.

    4. Kenali Gejala GERD pada Anak



    GERD ditandai dengan cedera mukosa esofagus akibat refluks isi gastroduodenal. Gejala khasnya meliputi heartburn dan acid regurgitation. Selain itu, gastroesophageal reflux juga dapat berkaitan dengan kondisi seperti otitis media, rhinitis, dan asma.

    Pada anak, gejala ini tidak selalu mudah dikenali karena dapat muncul bersamaan dengan gangguan lain atau disampaikan dalam bentuk keluhan yang berbeda. Mama perlu memperhatikan pola keluhan yang terjadi berulang, terutama jika muncul setelah makan malam atau ketika anak sudah berada dalam posisi berbaring.

    Mengenali tanda-tandanya lebih awal membantu Mama mengambil langkah yang lebih tepat dalam mengatur kebiasaan harian anak.

    5. Kasus GERD pada Anak Terus Meningkat



    Prevalensi GERD dilaporkan meningkat secara global. Obesitas dan peningkatan sekresi asam lambung disebut sebagai kontributor utama terhadap peningkatan kasus.

    Kondisi ini menjadi perhatian karena dapat berdampak pada berbagai kelompok usia, termasuk anak. Dengan meningkatnya angka kejadian, kebiasaan sehari-hari seperti pola makan dan pengaturan waktu tidur menjadi aspek yang semakin penting diperhatikan oleh Mama.

    Perubahan sederhana dalam rutinitas keluarga, seperti menjaga jarak antara makan malam dan waktu istirahat, dapat menjadi langkah preventif yang membantu mengurangi risiko gangguan terkait refluks pada anak.

    6. Pola Makan Teratur Bantu Jaga Pencernaan



    Pola makan yang tidak teratur dapat membuat anak makan terlalu larut atau terlalu dekat dengan waktu tidur. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, jarak antara makan dan berbaring menjadi semakin singkat dan berpotensi memicu keluhan refluks.

    Mama perlu membiasakan jadwal makan yang konsisten setiap hari agar sistem pencernaan anak memiliki ritme yang lebih stabil. Selain itu, memastikan anak tidak langsung tidur setelah makan malam juga menjadi langkah sederhana yang bisa diterapkan di rumah.

    Rutinitas yang teratur membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan nutrisi dan waktu istirahat sehingga kenyamanan saluran cerna tetap terjaga.

    7. Seimbangkan Waktu Makan dan Tidur Anak



    World Health Organization merekomendasikan anak mendapatkan 10–13 jam tidur berkualitas dengan jadwal tidur dan bangun yang teratur.

    Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, Mama sering kali lebih fokus pada durasi tidur tanpa memperhatikan jarak antara makan malam dan waktu beristirahat. Padahal, pengaturan waktu makan yang tepat juga berperan dalam menjaga kenyamanan saluran cerna anak di malam hari.

    Dengan memastikan anak tidak makan terlalu dekat dengan waktu tidur, Mama dapat membantu meminimalkan risiko keluhan refluks sekaligus menjaga kualitas istirahatnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Opini: Bebaskan Timor Barat dari Malaria, Kuncinya Surveilans Migrasi

    By adm_imr4 April 20261 Views

    Kemenkes: Kasus Campak Turun 93% Akhir Maret

    By adm_imr4 April 20261 Views

    Kulit Mama Terancam Jika Sering Lewatkan Skincare Malam

    By adm_imr4 April 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Suzuki Burgman 2026 Lebih Mewah, Tapi Fitur Ini Masih Kurang?

    4 April 2026

    Gabungkan Puasa Syawal dan Qadha, Perbanyak Pahala dengan Niat dan Cara yang Benar

    4 April 2026

    Kekuasaan listrik ibu kota Iran terputus setelah serangan AS-Israel

    4 April 2026

    UKSW dan Gereja Toraja Rayakan HUT ke-79, Kembangkan Pendidikan untuk Generasi Muda

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?