Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Strategi nasional jaga ketahanan energi dan hemat bahan bakar, masyarakat tenang

    3 April 2026

    Jastip Nyekar dan Rawat Makam Surabaya, Laifa Tarif Rp 50 Ribu, Baca Doa Tambahan Rp 50 Ribu

    3 April 2026

    Mau Ajukan KPR? Pahami Dampak Laporan Kredit!

    3 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Jumat, 3 April 2026
    Trending
    • Strategi nasional jaga ketahanan energi dan hemat bahan bakar, masyarakat tenang
    • Jastip Nyekar dan Rawat Makam Surabaya, Laifa Tarif Rp 50 Ribu, Baca Doa Tambahan Rp 50 Ribu
    • Mau Ajukan KPR? Pahami Dampak Laporan Kredit!
    • Kasus Amsal Sitepu: Kerugian Negara Rp 200 Juta dari Proyek Profil Desa Karo
    • Masih Ada SPPG Tanpa SLHS di Kota Malang yang Bisa Distribusikan MBG
    • Keutamaan Puasa Syawal Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, Bukti Peningkatan Ibadah
    • 7 Tempat Makan Hemat di SCBD, Rasa Nikmat dan Terjangkau
    • Manajemen PSM Makassar Percaya Juku Eja Tetap Disukai Pemain
    • Mengapa Hasil TKA Harus Jadi Alat Perbaikan, Bukan Pengukur Prestasi Siswa
    • Kunjungan Wisatawan Menurun, Permintaan Sewa Jip dan ATV di Parangtritis Menyusut
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Daerah»Jastip Nyekar dan Rawat Makam Surabaya, Laifa Tarif Rp 50 Ribu, Baca Doa Tambahan Rp 50 Ribu

    Jastip Nyekar dan Rawat Makam Surabaya, Laifa Tarif Rp 50 Ribu, Baca Doa Tambahan Rp 50 Ribu

    adm_imradm_imr3 April 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Jasa Titip Nyekar dan Rawat Makam yang Viral di Media Sosial

    Laifa, seorang wanita muda berusia 27 tahun, kini menjadi perhatian banyak orang setelah menawarkan jasa titip membersihkan makam dan mendoakan di media sosial. Jasa unik ini kini viral dan ramai dibicarakan, dengan sudah ada belasan orang yang memesannya. Laifa mematok tarif Rp 50 ribu untuk membersihkan makam, dan tambahan Rp 50 ribu jika ingin mendoakannya.

    Jasa yang terbilang unik ini belakangan viral dibicarakan di media sosial. Laifa mengunggah layanannya melalui media sosial, dan animo masyarakat cukup besar terhadapnya. Ia membuka jasa membersihkan makam dan mendoakannya. Awalnya, ia mulai dari sebuah permintaan seseorang di media sosial yang tinggal di luar Jawa.

    Berawal dari Permintaan Seseorang dari Luar Pulau Jawa

    Laifa (27) mendapat pesan di media sosialnya dari seseorang yang mengaku sekarang tinggal di luar Jawa. “Boleh minta tolong bersihkan makam ibu saya di Sidoarjo?,” pintanya. Esoknya, ia bersiap dari tempat tinggalnya di Siwanlankerto, Surabaya, Jawa Timur menggunakan kemeja, celana dan jilbab serba hitam menuju satu makam di Waru, Sidoarjo.

    Berbekal sapu lidi, gunting, kantong plastik, lap basah dan kering dimasukkan ke dalam wadah kain. Melaju di bawah matahari pagi melintas dari Surabaya menuju Sidoarjo.

    Bersihkan Makam

    Sebelum sampai Tempat Pemakaman Umum (TPU), ia mampir di salah satu pedagang di pinggir jalan untuk membeli sekantong kecil bunga tabur segar. Orang Indonesia memang terbiasa dengan budaya mengunjungi makam para leluhur atau keluarga yang telah mendahului. Tak terkecuali di Surabaya Sidoarjo, beberapa barang seperti kembang tabur hingga air dan wewangian sering kali menghiasi makam-makam para pendahulu dengan kepercayaan bisa membuat harum rumah terakhir bagi yang sudah meninggal.

    Tiba di TPU, ia memastikan titik lokasi nisan yang harus ia tuju. Persis di bawah pohon kamboja, bernisan putih tertutup setengah gundukan tanah. Satu kendi yang lapuk berada di samping nisan. Laifa lalu mulai menyapu, menyingkirkan sampah-sampah daun basah akibat tetesan hujan semalam. Lalu mencabut rumput-rumput liar yang baru saja tumbuh beberapa hari yang lalu.

    Nama nisa bercat hitam yang sebelumnya tertutup tanah mulai terlihat setelah ia mengelapnya dengan kain. Lalu menabur bunga warna-warni dan menyiramkan air segar. Makam itu kini sudah tak lagi terlihat sunyi mulai hidup sebagai tempat yang dijaga dan baru saja dihampiri orang tersayangnya. Laifa mengirimkan doa yang dia panjatkan sesuai keyakinan. Beberapa jepretan yang diambil singkat menggunakan ponsel kemudian dikirimkan ke keluarga penghuni makam.

    Sejarah “Jastip Nyekar Rawat Makam”

    Sejak pertengahan Ramadhan 2026 kemarin, Laifa membuka “Jasa Titip (Jastip) Nyekar Rawat Makam”. Pekerjaan yang masih cukup awam di era saat ini tapi ia berniat menjadi “tangan sambungan” bagi kasih sayang yang terhalang jarak. “Muncul pikiran jastip ini waktu bulan puasa gak sengaja scrolling TikTok ada ojol (ojek online) yang dapat orderan nyekar, jadi aku terinspirasi,” kata Laifa saat ditemui Kompas.com, Minggu (29/3/2026).

    Mulanya, ia membuka jastip nyekar melalui media sosial threads bagi anak rantau yang tidak dapat mudik Lebaran tetapi ingin mengunjungi makam keluarga. Ia memasang tarif Rp 50.000 untuk pembersihan dan kirim doa. “Awalnya pro kontra karena add on baca yasin nambah Rp 50.000 karena seperti jual doa. Akhirnya banyak yang menyarankan fokus ke nyekar dan rawat makam,” sambungnya.

    Laifa hanya membuka jastip nyekar dan rawat makam yang lokasinya maksimal 10 kilometer dari tempat tinggalnya di Surabaya. Selain itu, identitas makam bisa diketahui melalui papan nama nisan yang masih terbaca. Tetapi, saat ia kesulitan mencari makam yang harus dituju, Laifa akan menanyakan ke juru kunci.

    Kesulitan dan Respons Masyarakat

    Laifa mengaku, animo order jastip nyekar dan rawat makam cukup ramai. Terlihat banyaknya orderan yang masuk lewat direct message. Teman terdekatnya menyarankan agar side job ini dijalankan secara serius. “Terus ada yang terinspirasi juga untuk busa jasa yang sama di area Jabodetabek karena ada yang dm orang Bekasi atau Jakarta gitu, nanya-nanya ke aku,” tuturnya.

    Berawal dari Kerinduan Ziarah ke Pusara Ayah

    Selain terinspirasi dari orderan ojol, Laifa juga merasakan kerinduan sulitnya datang langsung ke pusara sang ayah sekadar untuk berkirim doa atau memastikan tidak ada lagi semak yang menutupi papak namanya. Pemicu awal beberapa tahun lalu, ia merantau dari Lampung ke Jombang Jawa Timur tinggal bersama neneknya untuk melanjutkan sekolah. Lalu, berkuliah di Surabaya dan melanjutkan bekerja di Kota Pahlawan.

    Suatu hari pada tahun 2017, perasaannya terguncang ketika satu notifikasi pesan muncul di ponsel mengabarkan ayahnya mengembuskan napas terakhir di Lampung. “Ayah meninggal pagi dan baru ada pesawat pagi. Yang harusnya dari Surabaya ke Lampung 2 jam jadi berjam-jam karena delay. Aku telat, gak bisa ikut memakamkan Ayah,” ungkapnya mengingat momen itu.

    Sekembalinya ke Surabaya, keinginan mengunjungi makam ayah secara langsung selalu terlintas. Perasaan itu hanya bisa terobati dari foto makam setelah nyekar yang dikirim Ibu dan adiknya. “Sejak ayah meninggal juga saya gak lagi taut ke makam sendirian. Karena saya pulang ke Lampung hanya di momen tertentu saja, Lebaran ini gak pulang,” tuturnya.

    Ia merasa senang bisa membantu orang lain menyampaikan pesan dan menjadi jembatan rindu ke makam orang tersayang karena terhalang jarak. Disentuhnya nisan yang dingin dan mencium aroma tanah basah dan bunga segar. “Saya melihat makam seperti rumah terakhir yang bisa kita kenang dan harus kita rawat bukan dibiarkan terbengkalai begitu saja. Itu yah membuat saya gak takut dan senang menjalankan pekerjaan sampingan ini,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Parkir Tunai Dilarang, Surabaya Luncurkan Voucher Anti Palsu Bersama Peruri

    By adm_imr3 April 20261 Views

    Warga Surabaya Siap Gunakan Pembayaran Parkir Non Tunai Mulai April 2026 dengan Voucher

    By adm_imr2 April 20261 Views

    Kejutan Bungong Jeumpa dari Flaska Band, Musik Foklor Menggugah Surabaya

    By adm_imr2 April 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Strategi nasional jaga ketahanan energi dan hemat bahan bakar, masyarakat tenang

    3 April 2026

    Jastip Nyekar dan Rawat Makam Surabaya, Laifa Tarif Rp 50 Ribu, Baca Doa Tambahan Rp 50 Ribu

    3 April 2026

    Mau Ajukan KPR? Pahami Dampak Laporan Kredit!

    3 April 2026

    Kasus Amsal Sitepu: Kerugian Negara Rp 200 Juta dari Proyek Profil Desa Karo

    3 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?