Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Halaman 112 hingga 119 Kurikulum Merdeka
Siswa kelas 10 SMA yang sedang mengikuti mata pelajaran Bahasa Indonesia akan diberikan tugas terkait halaman 112 hingga 119 dalam kurikulum merdeka. Materi yang dipelajari mencakup berbagai jenis soal, termasuk soal pilihan ganda tentang teks bacaan dan hikayat. Sebelum menggunakan kunci jawaban, siswa diharapkan untuk menyelesaikan tugas secara mandiri terlebih dahulu agar dapat mengukur kemampuan mereka sendiri.
Berikut ini adalah rangkuman soal dan kunci jawaban yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka:
Uji Kompetensi Bab 3
- Nilai sosial yang terdapat pada hikayat di atas adalah …
A. Kita harus mandiri meskipun memiliki kekuasaan.
B. Kita harus pasrah atas takdir yang diberikan Tuhan.
C. Anak gadis tidak boleh dinikahkan jika masih kecil.
D. Seorang kakak harus lebih kuat dari adiknya.
E. Kita harus peduli kepada fakir miskin.
Jawaban:
E. Kita harus peduli kepada fakir miskin.
- Maka gemuruhlah bumi segala ratap orang yang di dalam istana itu tabuh larangan pun dibawa oranglah.
Majas yang terdapat pada kalimat di atas adalah …
A. antonomasia
B. personifikasi
C. simile
D. hiperbola
E. metafora
Jawaban:
D. hiperbola.
- Maka terlalu kasih sayangnya ayahanda baginda dua laki isteri akan anakanda baginda kedua bersaudara itu adalah laksana orang yang menenteng minyak yang penuh.
Majas yang terdapat pada kalimat di atas adalah …
A. antonomasia
B. personifikasi
C. simile
D. hiperbola
E. metafora
Jawaban:
C. Simile.
- … laksana orang yang menenteng minyak yang penuh.
Jelaskan makna dari penggalan kalimat di atas!
Jawaban:
Memperlakukan secara hati-hati. Penuh perhatian.
- Susunan alur yang tepat sesuai dengan alur hikayat di atas adalah …
A. Puteri Indra Juita wafat.
B. Maharaja Bikrama Sakti wafat.
C. Puteri Ratna Komala pingsan.
D. Raja Johan Syah bersedekah kepada fakir miskin.
Jawaban:
E. b-d-c-a.
Pasangkanlah tokoh berikut dengan tugasnya yang tepat berdasarkan isi teks!
Jawaban:
C. b-d-a-c.Nilai pendidikan yang terdapat pada penggalan hikayat di atas adalah …
A. Setiap orang hendaknya memiliki tugas dan keahliannya masing-masing.
B. Jangan pernah melupakan guru meskipun kita sudah menjadi orang yang berhasil.
C. Semua akan lebih mudah dilakukan jika kita punya kekuasaan.
D. Saat bertamu sebaiknya mengenakan pakaian yang terbaik.
E. Kita harus mematuhi perintah pemimpin kita.
Jawaban:
B. Jangan pernah melupakan guru meskipun kita sudah menjadi orang yang berhasil.
Tentukan kalimat manakah yang mengandung majas.
Jawaban:
Kulitnya daripada tembaga dan uratnya itu pun kawat dan tulangnya besi.
Segala rakyat dewa mambang itu berjalan di udara seperti burung berkawan-kawan.Ubahlah paragraf berikut menjadi paragraf dengan bahasa yang lebih populer!
Jawaban:
Setelah Raja Wirandana Giri mendengar laporan dari Gardana Lela, ia segera berangkat dan memakai pakaian yang indah-indah. Ia mengendarai garuda berkepalakan buta bernama Paksi Denawa. Seluruh raja, menteri hulubalang, dan rakyat berbaris mengikui Raja Wiranda Giri. Raja Gardana Lela berjalan di belakang Raja Wiranda Giri diikuti empat puluh menteri hulubalang Dewa Mambang. Di sebelah kanan ada Raja Lindu Singara beserta empat puluh menteri hulubalangnya dari para raksasa. Sedangkan di sebelah kiri ada Raja Lindu Kuwaca beserta menteri hulubalang. Di belakang ada Raja Wirangga Danu beserta menteri hulubalang.Buatlah sebuah cerita pendek yang terinspirasi dari nilai yang terdapat pada Hikayat Panca Logam!
Jawaban:
Di sebuah desa, hiduplah seorang pemuda bernama Arif yang dipercaya menjaga pusaka logam peninggalan leluhur. Suatu hari, seorang saudagar kaya datang menawarkan harta berlimpah agar Arif menyerahkan pusaka itu.
Arif menolak dengan tegas, karena ia tahu pusaka bukan miliknya pribadi, melainkan amanah untuk menjaga kehormatan desa. Meski diancam dan dibujuk, Arif tetap berpegang pada janji dan kejujuran.
Keteguhan hati Arif membuat warga desa bangga. Mereka belajar bahwa keberanian menjaga amanah lebih berharga daripada harta dunia. Sejak saat itu, Arif dikenal sebagai penjaga kepercayaan yang setia, seperti nilai luhur dalam Hikayat Panca Logam.







