Kemacetan Parah di Jalur Situbondo-Banyuwangi Menuju Pelabuhan Ketapang
Kemacetan yang terjadi di jalur Situbondo–Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang mencatat rekor terpanjang selama arus balik Lebaran 2026. Antrean kendaraan mencapai hingga 15 kilometer (km) dari pintu masuk pelabuhan, menjadikannya sebagai kemacetan terparah dalam sejarah arus balik tahun ini. Pengendara mengalami kemacetan hingga berjam-jam, dengan rata-rata waktu menunggu mencapai enam jam.
Puncak Kemacetan Terjadi di Pagi Hari
Pada pagi hari, ekor kemacatan sempat menyentuh 15 km dari pintu masuk pelabuhan. Kemacetan ini menjadi yang terparah sejak arus balik dimulai. Sebelumnya, ekor kemacatan terpanjang tercatat kisaran 8 km.
Hawa, seorang pengguna mobil, mengaku terjebak dalam kemacetan selama enam jam di jalur nasional tersebut. Ia berangkat balik seusai mudik bersama rombongan keluarga dari Palembang, Sumatera Selatan. Sepanjang perjalanan, kemacetan di Ketapang menjadi yang paling parah.
“Kami terjebak macet sejak sekitar pukul 6 sore kemarin. Baru bisa lepas dari kemacatan pukul 12 malam,” kata Hawa, Selasa.
Karena kemacetan yang ekstrem, ia harus bergantian memegang kendali mobil bersama seorang saudara yang ikut dalam rombongan. Hal ini menunjukkan betapa beratnya kondisi lalu lintas di wilayah tersebut.
Jenis Kendaraan yang Dominasi Jalur
Di lapangan, kemacatan didominasi oleh kendaraan truk besar, bus, dan mobil pribadi. Simpul kemacetan terputus-putus, dengan beberapa ruas terlihat macet total, terutama di jalur yang bersebrangan dengan perempatan atau pertigaan. Sementara beberapa jalur lain terpantau lebih merayap.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko mengatakan bahwa jenis kendaraan yang menyebrang di pelabuhan telah merata. Pembatasan penyebrangan untuk truk, kata dia, sudah tak diberlakukan seiring dengan berakhirnya surat keputusan bersama (SKB) yang mengatur pembatasan selama arus mudik dan balik.
“Sekarang sebagian truk ditampung di Dermaga Bulusan. Dari sana, kami bagi menjadi dua skema. Pertama, truk yang langsung dimuat dari Bulusan menggunakan kapal yang bersandar di sana, seperti kapal Portlink. Kedua, truk dialihkan ke pelabuhan untuk dimuat melalui layanan LCM,” kata Eko, Senin (31/3/2026) sore.
Operasional Kapal dan Jumlah Kendaraan yang Berangkat
Pada Senin, ASDP mengoperasikan total 34 kapal. Sebanyak 22 kapal di antaranya menerapkan pola TBB di Dermaga 3, MB 4, LCM, dan Bulusan, serta didukung 4 kapal perbantuan guna mempercepat rotasi dan menjaga ritme layanan tetap stabil.
Dari sisi permintaan, data reservasi tiket melalui Ferizy mencatat sebanyak 164.881 unit kendaraan telah melakukan pemesanan untuk periode H-10 hingga H+10 (11 Maret–1 April). Hingga H+7, sebanyak 154.313 unit kendaraan telah masuk ke Pelabuhan Ketapang, dengan sisa potensi 10.568 unit yang diperkirakan masih akan bergerak menuju pelabuhan.
Puncak Arus Balik pada Minggu
Sementara puncak arus balik tercatat pada Minggu, (29/3/202) dengan total 56.365 penumpang dan 19.057 unit kendaraan menyeberang dari Jawa ke Bali. Komposisi didominasi sepeda motor sebanyak 12.458 unit dan mobil pribadi 4.995 unit.







