Kepala Sekolah Buka Suara Soal Penolakan Mobil MBG di SMPN 2 Sokaraja
Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Sokaraja, Banyumas, Agus Tri angkat bicara terkait video viral yang menunjukkan penolakan mobil pengangkut program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut dipicu oleh keterlambatan dalam distribusi makanan. Saat makanan MBG tiba di sekolah, siswa sudah pulang dan orangtua murid telah menunggu sejak pagi.
Jadwal Puluhan Siswa Dipercepat Selama Ramadan
Menurut Agus, selama bulan Ramadan, jadwal pembelajaran di sekolah lebih pendek. Hal ini menyebabkan siswa pulang lebih awal dibanding hari biasa. Siswa kelas 7 dan 8 selesai belajar pada pukul 10.15 WIB, sedangkan siswa kelas 9 selesai pukul 11.00 WIB. Namun, hingga pukul 10.00 WIB, distribusi MBG belum juga tiba di sekolah.
“Sejauh ini, dari pihak MBG, sampai dengan jam 10.00 WIB belum datang,” ujar Agus. Setelah itu, pihak MBG memberi tahu adanya keterlambatan karena kendala teknis di dapur.
Orangtua Murid Sudah Menunggu Sejak Pagi
Para orangtua murid sudah datang menjemput anak-anaknya sejak pagi. Karena siswa dijadwalkan pulang pukul 10.15 WIB, banyak orangtua yang sudah menunggu di sekolah bahkan sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Pihak sekolah sempat meminta siswa dan orangtua menunggu agar makanan MBG tetap bisa diterima.
Namun, hingga pukul 11.10 WIB, distribusi makanan belum juga sampai. “Orangtua sudah menunggu dari jam 9 pagi. Ketika mobil datang di depan sekolah, masih di tepi jalan, lalu orangtua menghadang mobil MBG.”
Penolakan Dilakukan Oleh Orangtua, Bukan Pihak Sekolah
Agus menegaskan bahwa penolakan tersebut dilakukan oleh orangtua murid, bukan pihak sekolah. Saat mobil MBG pertama datang, kendaraan tersebut akhirnya diminta kembali oleh orangtua karena tidak bisa masuk ke area sekolah. “Mobil tidak bisa masuk, akhirnya mobil MBG pertama kembali. Mobil kedua bisa masuk karena orangtua sudah pulang.”
Namun, ketika distribusi akhirnya tiba di dalam sekolah, sebagian besar siswa sudah pulang ke rumah. Pihak sekolah kemudian mencari cara agar makanan MBG tetap bisa tersalurkan kepada siswa penerima. Sebagian makanan dibagikan kepada siswa yang masih berada di sekolah, sementara sisanya dititipkan kepada teman-teman mereka.
Adapun menu MBG yang dibagikan kala itu adalah ayam, tempe ungkep, bakpau, roti manis isi, pisang, apel, perkedel tahu, dan pangsit.
Keterlambatan Distribusi Tidak Hanya Terjadi Satu Kali
Agus mengungkapkan bahwa keterlambatan distribusi MBG sebenarnya bukan hanya terjadi di hari itu. Menurutnya, pada hari-hari sebelumnya, keterlambatan juga beberapa kali terjadi namun masih bisa ditoleransi karena siswa belum pulang sekolah. “Informasinya, bukan hanya hari itu saja (terlambat). Hari-hari sebelumnya juga beberapa kali telat tapi masih dalam tahap toleransi karena bukan hari Jumat.”
Pada hari biasa, pihak sekolah masih dapat menahan siswa untuk menunggu hingga makanan tiba. “Kalau hari biasa, masih bisa kita atasi dan kita tahan anak-anak supaya jangan pulang dulu.”
Permasalahan Dibahas dalam Rapat Evaluasi
Ia menyebut, pihak MBG telah mengakui adanya keterlambatan dalam distribusi tersebut. Saat ini, persoalan tersebut telah dibahas dalam rapat evaluasi bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) Sokaraja untuk perbaikan ke depan.
Video Viral di Media Sosial
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan siswa mengerumuni mobil pengangkut MBG di SMPN 2 Sokaraja viral di media sosial. Video berdurasi sekitar 25 detik itu diunggah akun Instagram @purwokerto24jam yang berkolaborasi dengan @republikwangon pada Sabtu (7/3/2026). Dalam video tersebut terlihat sejumlah siswa menolak kedatangan mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membawa makanan MBG karena dinilai datang terlambat.
Dalam keterangan unggahan disebutkan bahwa penolakan terjadi karena distribusi MBG kerap datang terlambat ke sekolah tersebut. Mobil MBG ditolak di SMP N 2 Sokaraja karena selalu telat distribusinya. Pada tanggal 6 Maret 2026 wali murid meluapkan kekesalannya karena telat.







