Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    5 Kehebatan Paling Kuat di Jujutsu Kaisen, Apa Saja?

    16 Februari 2026

    Jurusan langka peminat di Unmul, ITK, Polnes untuk SNBP 2026

    16 Februari 2026

    Infinix Note 60 Standar Terlihat di Geekbench, Layar AMOLED 144 Hz Menggoda

    16 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Senin, 16 Februari 2026
    Trending
    • 5 Kehebatan Paling Kuat di Jujutsu Kaisen, Apa Saja?
    • Jurusan langka peminat di Unmul, ITK, Polnes untuk SNBP 2026
    • Infinix Note 60 Standar Terlihat di Geekbench, Layar AMOLED 144 Hz Menggoda
    • Israel Bergabung dengan Dewan Perdamaian, Pakar UI: Solusi Dua Negara Tak Akan Terwujud
    • Artis Senior Marah, Firdha Razak Sebut Menantunya Poliandri Saat Hamil, Kini Laporkan ke Polisi
    • Keunggulan MGS5 EV untuk SUV Listrik Keluarga
    • Gustavo Almeida Buka Suara: Kalah dari Arema FC Dihina, Minta Jakmania Percaya
    • 5 soto legendaris Solo untuk makan siang, jadi favorit presiden
    • 7 Kebiasaan Sehat untuk Menunjang Performa Lari
    • Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadhan 2026 Kutai Timur
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Pendidikan»Keris dan Imlek: Kementerian Kebudayaan Dorong Pendidikan dan Rayakan Budaya Nusantara

    Keris dan Imlek: Kementerian Kebudayaan Dorong Pendidikan dan Rayakan Budaya Nusantara

    adm_imradm_imr16 Februari 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Infomalangraya.com.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kebudayaan menekankan pentingnya pendidikan formal, riset, dan kegiatan berbasis akademis untuk menjaga nilai-nilai luhur yang terkandung dalam keris sebagai warisan budaya leluhur Indonesia.

    Pendidikan tentang Budaya Perkerisan Harus Ditingkatkan

    Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, menyampaikan hal itu di Semarang, Jumat (14/2/2026), saat membuka Pameran Pusaka Nasional bertajuk “Keris re(imagined): Napas Baru Warisan Leluhur” di Hotel Front One HK Semarang.

    Basuki menilai pendidikan tentang budaya perkerisan perlu ditingkatkan agar generasi muda memahami keris secara utuh, bukan hanya sebagai benda mistis atau klenik. Saat ini, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta telah memiliki Program Studi Senjata Tradisional Keris jenjang vokasi S4 yang telah melahirkan banyak lulusan magister hingga doktor.

    “Banyak seniman perkerisan yang sudah lulus magister bahkan doktor. Ini menjadi perangkat penting dalam membangun edukasi kepada generasi muda jadi lebih mudah,” ujarnya.

    Ia mengakui masih banyak masyarakat yang mengaitkan keris dengan hal-hal mistis, musyrik, atau klenik, tanpa melihat nilai filosofis dan budaya yang sebenarnya.

    “Di situ perlu ada informasi yang menghindari pembiasan, juga meluruskan berdasarkan kaidah-kaidah yang lebih ilmiah,” katanya. Perangkat akademis dan riset ilmiah diharapkan memberikan pemahaman proporsional, sehingga tidak terjebak dalam perdebatan kusir.

    “Misalnya pemahaman keris identik dengan klenik, musyrik, dan sebagainya. Tentu kita harus menyediakan perangkat yang lebih proporsional melalui riset dan pendidikan yang baik,” tambah Basuki.

    Nilai-Nilai Keris yang Harus Dipahami

    Sementara itu, Kepala Bidang Pelindungan Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Eris Yunianto, menegaskan bahwa yang terpenting dari keris adalah nilai-nilainya.

    “Ketika bicara dapur tilam ulih, jalak dinding, itu ada maknanya semua, ada filosofinya. Belum lagi pamor. Itu sebetulnya menuntun manusia dalam kehidupan dan membangun harmoni,” katanya. Proses regenerasi pecinta keris di Jawa Tengah sudah berjalan baik, mulai dari muatan lokal di sekolah hingga perkuliahan khusus.

    Namun, Eris mengingatkan bahwa transmisi nilai keris sangat bergantung pada kapasitas guru dan kekuatan komunitas.

    “Kekuatan transmisi itu justru lebih berasal dari komunitas. Komunitas inilah pilar utama yang menjembatani antara pelestarian ini dan kepentingan negara,” tegasnya.

    Imlek Festival 2026: Wujud Akulturasi Budaya Indonesia

    Di sisi lain, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyoroti perayaan Imlek Nasional sebagai wujud akulturasi budaya yang kaya di Indonesia.

    “Imlek adalah salah satu perayaan yang merupakan juga peristiwa budaya. Tentu kita senang sekali, ini menggambarkan juga akulturasi budaya kita yang sangat terbuka dan sudah panjang,” kata Fadli Zon di Jakarta, Jumat. Ia menjelaskan bahwa Imlek mencerminkan pertukaran budaya dari berbagai pengaruh, China, India, Timur Tengah, hingga Eropa, yang telah berlangsung lama di Nusantara.

    Puncaknya, Pemerintah akan menyelenggarakan Imlek Festival secara perdana pada 17 Februari–3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, dengan tagline “Harmoni Nusantara”.

    Acara ini mengusung semangat Bhinneka Tunggal Ika melalui inklusivitas, keberagaman, dan kerukunan antarumat beragama. Rangkaian kegiatan mencakup Festival Lentera di berbagai kota, festival pasar kuliner akulturasi, seni dan kreatif, museum terbuka akulturasi budaya Tionghoa, Parade Imlek Nusantara dengan penampilan barongsai, hingga puncak perayaan yang menampilkan atlet nasional silat dan wushu.

    Selain di Jakarta, Imlek Festival 2026 juga akan dirayakan melalui aktivasi nasional di berbagai kota seperti Singkawang, Palembang, Solo, Semarang, Manado, Makassar, Surabaya, Medan, Bogor, Batam, dan Pontianak, dengan ragam ekspresi budaya Imlek khas daerah. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah menjaga dan merayakan kekayaan akulturasi budaya Indonesia, sekaligus melestarikan warisan leluhur seperti keris melalui pendekatan edukatif dan ilmiah.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Pemerintah Keluarkan Surat Edaran Pembelajaran Selama Ramadan, Ini Skemanya

    By adm_imr16 Februari 20260 Views

    Tindakan nyata dukung perkembangan anak melalui petualangan sains

    By adm_imr16 Februari 20260 Views

    Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 7 SMP/MTs Kurikulum Merdeka Halaman 42: Aktivitas 2.6

    By adm_imr15 Februari 20260 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    5 Kehebatan Paling Kuat di Jujutsu Kaisen, Apa Saja?

    16 Februari 2026

    Jurusan langka peminat di Unmul, ITK, Polnes untuk SNBP 2026

    16 Februari 2026

    Infinix Note 60 Standar Terlihat di Geekbench, Layar AMOLED 144 Hz Menggoda

    16 Februari 2026

    Israel Bergabung dengan Dewan Perdamaian, Pakar UI: Solusi Dua Negara Tak Akan Terwujud

    16 Februari 2026
    Berita Populer

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    Kabupaten Malang 6 Februari 2026

    Kabupaten Malang– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang menggeledah Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten…

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026

    Kabar Transfer: AC Milan Beralih dari Vlahovic ke Striker Nomor 9

    9 Februari 2026

    Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Lengkap Muhammadiyah dan Kemenag

    8 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?