Perseteruan di Media Sosial antara Netizen Korea Selatan dan Indonesia
Perseteruan di media sosial antara netizen Korea Selatan dan netizen Indonesia tengah menjadi topik hangat yang ramai dibicarakan. Perdebatan ini awalnya hanya melibatkan Knetz (pengguna media sosial Korea) dan netizen Indonesia, namun situasi semakin memanas dan menyebar ke berbagai negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, hingga Filipina.
Konflik ini dipicu oleh cuitan bernuansa rasis yang diduga berasal dari sebagian netizen Korea Selatan terhadap Indonesia. Respons dari netizen ASEAN pun tak kalah tajam, dengan beberapa dari mereka membela netizen Indonesia yang sering disebut sebagai “netizen +62”.
Bahkan, dukungan lintas negara tersebut menciptakan istilah baru, yaitu SEABlings, yang menjadi simbol solidaritas warganet Asia Tenggara. Istilah ini juga ikut trending di X (Twitter) seiring dengan meningkatnya ketegangan dalam perdebatan.
Awal Mula Konflik
Menurut rangkuman dari Twitter, konflik ini awalnya dimulai dari sebuah konser band asal Korea Selatan, Day6, yang digelar di Malaysia pada akhir Januari 2026. Dalam acara tersebut, seorang fansite asal Korea bertugas mengambil foto idol Kpop yang tampil. Namun, saat acara berlangsung, fansite itu kedapatan membawa kamera profesional berukuran besar yang sebenarnya dilarang oleh promotor konser dan dinilai mengganggu penonton lain.
Kejadian tersebut kemudian diviralkan oleh fans Day6 asal Malaysia di media sosial. Tak terima aksinya disorot, fansite Korea disebut mengamuk. Perdebatan antara fans Day6 Malaysia dan fansite Korea pun berlanjut di X setelah konser selesai. Bahkan, fansite tersebut dikabarkan sempat mengancam netizen Malaysia dengan pasal hukum.
Situasi sempat memanas sebelum akhirnya mereda setelah fansite Korea itu menyampaikan permintaan maaf. Seorang pengguna Twitter dengan akun @kcharenina menulis: “Perkara awalnya tuh krn pas konser DAY6 di KL, si fansite bawa kamera pro & lensa tele pdhl barang yg dilarang sama promotor konser. Ke foto sama penonton MY. Fansitenya ngamuk, ngancem pake UU ITE. Sempet war kecil, tp akhirnya dia ngetwit minta maaf.”

Konflik Meluas
Setelah perseteruan antara fans Day6 dengan fansite Korea mereda, justru ada Knetz yang kembali mengungkit soal idol Kpop. Knetz tersebut lantas melayangkan cuitan bernada rasis terhadap orang-orang di Asia Tenggara hingga kondisi perekonomiannya.
Cuitan Knetz bernada rasis itu lantas dibalas oleh netizen Indonesia. Ingin membela fans Kpop di Malaysia, netizen Indonesia tidak terima warga di ASEAN dihina. Konflik bernada rasis itu akhirnya merembet sampai Knetz membahas soal video klip grup vokal asal Indonesia, No Na.
Knetz meledek video klip lagu No Na yang diambil di tengah sawah. Tak terima No Na diejek Knetz, netizen Indonesia pun membalasnya. Beberapa netizen lain dari ASEAN seperti Malaysia hingga Thailand pun membantu netizen Indonesia membalas Knetz.
“Saya tidak punya uang jadi saya tidak bisa menyewa peralatan. Saya mengambil foto ini di ladang. Apakah Anda sedang dalam perjalanan menanam bibit padi?” tulis Knetz.
“Ingat sikit eh ko makan nasi pun sampai kerak kerak rendam air tau,” balas netizen Malaysia.
“Kenapa ya orang korea kalo interact sama tweet bahasa inggris, balesnya pake korea. Negara maju tapi penduduknya mostly bobrok inggrisnya,” tulis netizen Indonesia.
“Saya iri kepada mereka yang fasih berbahasa Inggris tetapi hidup dalam kemiskinan,” balas Knetz.
Bahkan netizen Korsel dan Indonesia juga membandingkan foto para artis di negara masing-masing.







