Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Tunjangan Guru Madrasah Cair Bertahap Pekan Ini

    11 Maret 2026

    Prediksi Skor Tondela vs Rio Ave di Liga Portugal, 10 Maret 2026 Pukul 03.15 WIB

    11 Maret 2026

    Nasib Fandi Ramadhan ABK Sea Dragon Usai Hakim Tolak Hukuman Mati, Akan Dipanggil DPR

    10 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 11 Maret 2026
    Trending
    • Tunjangan Guru Madrasah Cair Bertahap Pekan Ini
    • Prediksi Skor Tondela vs Rio Ave di Liga Portugal, 10 Maret 2026 Pukul 03.15 WIB
    • Nasib Fandi Ramadhan ABK Sea Dragon Usai Hakim Tolak Hukuman Mati, Akan Dipanggil DPR
    • Pengemudi Mengantuk Tabrak Masjid, Mobil Terbalik di Surabaya
    • Harga emas dan nikel melonjak, pendapatan Antam diprediksi capai Rp 126 triliun
    • Petugas Tangkap 5 Pelaku Smuggling 6,4 Ton Timah di Bangka Barat
    • Waktu Imsak dan Sholat Subuh 8 Maret 2026 di Pangandaran
    • Menanti Kejelasan Kapasitas Batubara untuk Listrik di Tengah Pemangkasan RKAB
    • Seni Memahami Pesan Teks untuk Menghindari Baper dalam Komunikasi atau PDKT
    • KSP Kopdit Pintu Air Bentuk Holding Company, Bupati Sikka: Langkah Hebat yang Inovatif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Konflik Iran-Israel Membara, DPR Minta APBN 2026 Siapkan Skenario Darurat

    Konflik Iran-Israel Membara, DPR Minta APBN 2026 Siapkan Skenario Darurat

    adm_imradm_imr7 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peringatan dari Komisi XI DPR dan Ekonom

    Komisi XI DPR RI bersama para ekonom menyoroti pentingnya persiapan pemerintah dalam menghadapi potensi dampak dari eskalasi konflik geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS). Mereka menyarankan agar pemerintah segera menyiapkan langkah antisipatif, termasuk penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

    Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta pemerintah untuk segera mengaktifkan skenario fiskal kontinjensi dan memperkuat stabilitas moneter. Hal ini dilakukan karena adanya risiko serangan militer AS dan Israel terhadap Iran yang bisa berdampak pada perekonomian nasional.

    Misbakhun menyatakan bahwa konflik tersebut melibatkan negara-negara kunci dalam rantai pasok energi global. Dampaknya dapat memicu lonjakan harga minyak dan volatilitas pasar keuangan. Hal ini berpotensi menekan nilai tukar rupiah, membebani subsidi energi dalam APBN, serta mendorong kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.

    “Momentum Ramadan selalu identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Jika pada saat yang sama harga energi global melonjak dan nilai tukar berfluktuasi, maka tekanan terhadap inflasi domestik akan semakin terasa. Jadi pemerintah harus bergerak cepat dengan skenario fiskal yang jelas dan langkah stabilisasi yang konkret,” ujar Misbakhun dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/3/2026).

    Kesiapan Fiskal dan Moneter

    Menurut Misbakhun, Kementerian Keuangan perlu menyiapkan skenario fiskal darurat yang realistis, termasuk kemungkinan penyesuaian postur belanja negara apabila harga minyak dunia bertahan tinggi. Penguatan cadangan fiskal dan penajaman prioritas belanja dinilai penting agar ruang APBN tetap terjaga tanpa mengorbankan program perlindungan sosial.

    Di sisi moneter, Misbakhun menekankan pentingnya koordinasi erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan likuiditas pasar keuangan. Menurut dia, gejolak global kerap memicu arus keluar modal dan tekanan terhadap rupiah sehingga bauran kebijakan fiskal dan moneter harus terintegrasi.

    “Stabilitas rupiah dan kecukupan likuiditas perbankan tidak boleh terganggu. Dunia usaha memerlukan kepastian, sementara masyarakat membutuhkan rasa aman. Oleh karena itu, kebijakan fiskal dan moneter harus berjalan selaras untuk menenangkan gejolak pasar,” ujarnya.

    Perlindungan Daya Beli Masyarakat

    Selain itu, Misbakhun juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan pasokan energi dan kelancaran distribusi logistik dalam negeri tetap terjaga. Jika harga minyak melonjak signifikan, pemerintah perlu menyiapkan langkah penyangga agar harga BBM domestik tidak memicu efek berantai terhadap harga pangan dan kebutuhan pokok.

    “Yang harus kita lindungi adalah daya beli masyarakat. Jangan sampai mereka menghadapi kenaikan harga berlapis di saat sedang menjalankan ibadah Ramadan dan bersiap menyambut Idulfitri,” kata Misbakhun.

    Komisi XI DPR akan memantau respons kebijakan pemerintah terhadap dampak konflik tersebut, termasuk terhadap subsidi energi, inflasi, nilai tukar, dan stabilitas sistem keuangan nasional.

    Pandangan dari Ekonom

    Senada dengan Misbakhun, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai pemerintah perlu menyiapkan rencana kontingensi karena ada kekhawatiran konflik berlangsung lebih lama dari perkiraan.

    “Tahun lalu kan cuma 12 hari, ini bisa saja lebih. Menurut Trump bisa sampai lima minggu,” ujar David kepada Infomalangraya.com, Selasa (3/3/2026).

    Menurut dia, durasi konflik yang lebih panjang berpotensi membuat sejumlah asumsi makro dalam APBN 2026 berubah dari perkiraan awal, terutama terkait harga minyak, nilai tukar rupiah, dan suku bunga.

    Ia mencontohkan asumsi harga minyak dalam APBN 2026 diperkirakan sekitar US$ 70 per barel, sementara saat ini sudah berada di atas US$ 80 per barel.

    “Jadi perlu dipersiapkan juga rencana kontingensi. Belum lagi asumsi yang lain seperti rupiah dan suku bunga. Itu kan penting juga,” kata David.

    David menilai perubahan APBN dimungkinkan jika terjadi perubahan kondisi yang drastis. Biasanya, penyesuaian dapat dilakukan sekitar April apabila asumsi dasar mengalami perubahan signifikan.

    Mengantisipasi Inflasi yang Tinggi

    David juga memperingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi, terutama jika harga minyak dunia tetap tinggi dalam waktu lama.

    “Kalau harga minyak masih tinggi tentu inflasi bisa lebih tinggi. Apalagi kalau perang berlangsung lebih lama,” katanya.

    Menurut dia, inflasi yang tinggi sangat bergantung pada durasi konflik. Jika konflik berlangsung kurang dari satu bulan, inflasi kemungkinan masih terkendali. Namun jika berlangsung lebih lama, gangguan pasokan minyak global bisa semakin besar.

    Ia menjelaskan sekitar 30% minyak global melewati Selat Hormuz dengan volume sekitar 20 juta barel per hari. Gangguan di jalur tersebut dapat memicu tekanan pada pasokan energi dunia dan berdampak pada harga minyak global.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    All England Open 2026 – Taufik Hidayat Beri Nasihat, Semua Wakil Indonesia Gugur di Babak 8 Besar

    By adm_imr10 Maret 20261 Views

    Jalur udara lumpuh, penerbangan repatriasi Timur Tengah dipercepat

    By adm_imr10 Maret 20263 Views

    Kapal Iran Tenggelam Saat Latihan di India, Sikap New Delhi Jadi Sorotan

    By adm_imr10 Maret 20267 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Tunjangan Guru Madrasah Cair Bertahap Pekan Ini

    11 Maret 2026

    Prediksi Skor Tondela vs Rio Ave di Liga Portugal, 10 Maret 2026 Pukul 03.15 WIB

    11 Maret 2026

    Nasib Fandi Ramadhan ABK Sea Dragon Usai Hakim Tolak Hukuman Mati, Akan Dipanggil DPR

    10 Maret 2026

    Pengemudi Mengantuk Tabrak Masjid, Mobil Terbalik di Surabaya

    10 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?