Siswa SMK Negeri di Bangka Alami Keluhan Kesehatan Setelah Konsumsi Makanan Bergizi Gratis
Sejumlah siswa SMK Negeri di Kabupaten Bangka mengalami pusing dan mual-mual setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi saat pendistribusian MBG pada bulan suci Ramadan lalu, tepatnya pada tanggal 9 Maret 2026 di SMKN 1 Sungailiat, Bangka.
Kepala SMKN 1 Sungailiat, Nina Erlina, menjelaskan bahwa saat itu menu MBG yang diterima adalah burger. Para siswa nonmuslim yang tidak berpuasa dengan antusias menyantap menu tersebut. Sedangkan siswa muslim berencana membawa MBG itu ke rumah untuk disantap saat berbuka puasa.
“Dan burger itu baru diantar setengah oleh mereka (Dapur MBG-red), belum semuanya. Siswa kita kan ada sekitar 1.059 orang, jadi porsi yang diantar ke sekolah itu baru sekitar 500-an,” kata Nina kepada Infomalangraya.com di ruang kerjanya, Senin (30/3/2026).
Burger MBG tersebut dibagikan kepada peserta didik dan langsung disantap oleh siswa-siswi nonmuslim yang tidak berpuasa. Tak lama setelah itu, tiba-tiba ada satu orang siswi kelas 10 yang muntah-muntah. Pihak sekolah segera menghubungi orang tua dari siswi tersebut yang kemudian langsung menjemput anaknya untuk dirawat mandiri.
“Karena kami mau tahu itu kenapa, katanya habis makan roti (burger-red). Pas kami cek, kami cari burger itu di tong sampah, ternyata yang dimakan itu baru sedikit, enggak sampai setengah,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihak sekolah juga tidak bisa menyimpulkan apakah muntah-muntah yang dialami siswi tersebut disebabkan setelah menyantap burger MBG atau karena faktor lain seperti masuk angin dan lain-lain.
“Kami juga sempat tanya ke orang tuanya apakah anak ini ada maag atau tidak, katanya enggak ada,” ujarnya.
Kemudian, setelah ada satu orang siswi yang muntah-muntah tersebut, teman-teman sekelasnya yang lain merasa waswas dan kemudian segera mengecek burger MBG yang diterima. Setelah dilihat, ternyata ada beberapa burger MBG yang rotinya sudah dalam keadaan berjamur. Saat melihat ada roti burger yang berjamur, siswa-siswi yang belum menyantap diminta untuk mengembalikan burger MBG tersebut.
Sedangkan roti burger yang dikonsumsi oleh siswi yang mengalami muntah tersebut justru dalam kondisi baik.
“Yang berjamur tuh yang lain. Sejam kemudian baru ada yang mengeluh pening (pusing-red),” ungkap Nina.
Lalu, tiba-tiba ada tiga orang siswi teman sekelas siswi yang muntah tersebut yang kemudian mengeluh pusing dan mual-mual. Pihak sekolah pun langsung membawa siswi tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin, Sungailiat.
“Enggak banyak, karena memang belum banyak yang makan, karena memang yang lain puasa,” ujarnya.
Lanjut dia, tidak semua roti burger tersebut berjamur dan hanya ada beberapa potong saja yang setelah dicek memang sudah dalam kondisi berjamur.
“Yang muntah itu hanya satu orang, tapi saya enggak bisa menyatakan itu keracunan roti tadi, karena kami periksa roti punya dia tidak berjamur. Tapi yang lain akhirnya memeriksa, ternyata ada yang berjamur,” jelasnya.
Pihak sekolah pun melihat langsung bahwa memang ada beberapa potong roti yang berjamur dan langsung melaporkan hal tersebut kepada pengelola SPPG atau Dapur MBG.
Lebih lanjut, tiga orang siswi yang dibawa ke rumah sakit setelah diberi perawatan dengan disuntik dan lain-lain, sekitar setengah jam kemudian sudah dinyatakan boleh pulang dan kembali sehat.
Setelah itu, kemudian ada satu orang lagi siswi kelas 11 yang juga mengeluhkan pusing dan kemudian masuk ke UKS. Lalu, setelah rasa pusing tersebut tidak hilang, satu orang siswi itu kemudian dibawa ke rumah sakit.
“Ternyata memang yang satu itu dirawat inap. Dan yang menanggung semua biayanya itu dari pihak SPPG, mereka bertanggung jawab,” jelasnya.
Lalu, setelah menjalani perawatan rawat inap selama kurang lebih dua hari, belakangan diketahui setelah dijenguk oleh para guru, siswi tersebut diketahui mengalami vertigo.
“Anak ini ada sakit vertigo, kambuh kayaknya. Kami dikasih tahu orang tuanya setelah keluar hasil pemeriksaannya,” tuturnya.
Oleh karena itu, pihaknya tidak mau menyimpulkan apakah para siswi yang mengalami sakit tersebut disebabkan karena mengonsumsi burger MBG atau tidak.
“Tapi kalau roti yang berjamur itu memang ada, itu yang belum dimakan. Yang belum dibagikan itu kita cek enggak ada. Kalau yang sudah dimakan kita enggak tahu. Yang dimakan tiga orang siswi dan satu orang siswi yang vertigo itu juga dimakan habis semua burgernya, jadi mereka enggak tahu (ada jamur atau tidak-red),” ujarnya.







