Penurunan Kunjungan Wisatawan di Bantul pada Lebaran 2026
Kunjungan wisatawan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada perayaan Lebaran 2026 mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini berdampak langsung pada pelaku usaha sewa kendaraan seperti jip dan All-Terrain Vehicle (ATV) di Pantai Parangtritis.
Pengaruh Ekonomi terhadap Usaha Sewa Jip dan ATV
Oyi, salah satu pelaku usaha sewa jip di Pantai Parangtritis, mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi yang lesu menjadi salah satu faktor utama penurunan jumlah pengunjung. Menurutnya, pada Lebaran tahun ini hanya ramai pada sore hari, jauh berbeda dengan Lebaran 2025 yang lebih dinamis.
“Hari ini, satu mobil jip baru dua kali tarikan penumpang. Dibandingkan tahun kemarin, saat ini jelas terasa jauh berbeda. Lebaran tahun kemarin, minimal sehari empat kali tarikan,” ujar Oyi kepada wartawan.
Tarif sewa jip tetap dipertahankan, meskipun ada penurunan jumlah penyewa. Untuk jip short trip, harga sewa sekitar Rp400 ribu. Namun, untuk medium trip dan long trip, Oyi tidak menjelaskan secara detail besaran tarifnya. “Yang jelas kalau short trip dari pantai ujung timur Parangtritis terus sampai ke barat atau Pantai Parangkusumo. Nanti yang medium sampai ke Cemara Sewu, kalau long trip dari ujung Parangtritis sampai ujung pantai Depok,” tambahnya.
Selain jip, penggunaan ATV juga mengalami penurunan. Alex, pelaku usaha ATV di Pantai Parangtritis, menyebutkan bahwa satu unit motor ATV per hari hanya melayani sekitar lima hingga enam kali tarikan. Sebelumnya, pada Lebaran 2025, satu unit ATV bisa digunakan hingga 15 kali dalam sehari.
“Kalau dibandingkan dengan tahun lalu ya ini ada penurunan, mbak. Momen libur Lebaran 2025, sehari satu unit ATV bisa 15 kali tarikan,” kata Alex.
Tarif sewa ATV di lokasi Pos 2 Pantai Parangtritis adalah Rp50 ribu untuk ukuran kecil dan Rp100 ribu untuk ukuran besar, dengan durasi sewa sekitar 20 menit. Jarak tempuhnya dibatasi antar pos karena adanya aturan penggunaan.
Perkembangan Kunjungan Wisatawan
Dinas Pariwisata Bantul mencatat penurunan kunjungan wisatawan selama momen libur Lebaran 2026 sebesar 63.752 orang. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Markus Purnomo Adi, Ahli Muda Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul, selama libur Lebaran 2026 (18–24 Maret), tercatat 80.333 wisatawan dengan pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp1.162.328.000. Sementara itu, pada Lebaran 2025 (31 Maret–7 April), tercatat 144.085 wisatawan dengan PAD sekitar Rp2.086.592.500.
Rata-rata pengunjung per hari pada tahun lalu mencapai 18.000 wisatawan, sedangkan tahun ini sekitar 11.400 wisatawan.
Pengalaman Wisatawan Lokal dan Luar Kota
Meski jumlah pengunjung menurun, masih ada wisatawan lokal maupun luar kota yang menggunakan jasa sewa jip dan ATV. Salah satunya adalah Rahma Eviana (17), warga Klaten, Jawa Tengah, yang mencoba menggunakan ATV untuk pertama kalinya bersama teman-temannya.
“Saya pertama kali coba ini sama teman-teman saya. Karena seru, saya jadi coba sewa untuk muter-muter di dekat Pantai Parangtritis,” tutur Rahma.
Kesimpulan
Penurunan kunjungan wisatawan di Bantul pada Lebaran 2026 memberikan dampak signifikan pada pelaku usaha sewa jip dan ATV. Meskipun tarif tetap dipertahankan, jumlah penyewa menurun drastis. Faktor ekonomi yang lesu menjadi salah satu penyebab utamanya. Namun, para pelaku usaha tetap berusaha mempertahankan kualitas layanan agar dapat menarik minat wisatawan kembali.







