Peningkatan Aktivitas Penyeberangan di Pelabuhan Bajoe Selama Lebaran 2026
Selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, mengalami lonjakan signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah kapal yang beroperasi, jumlah penumpang, serta kendaraan yang menyeberang.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe mencatat bahwa selama periode tersebut, total kapal yang beroperasi dan trip yang dilakukan mencapai 55 unit/kali. Angka ini meningkat sebesar 8 persen dibandingkan tahun 2024 dan 2025 yang masing-masing mencapai 51 unit/kali. Penambahan sebanyak 4 unit kapal atau trip dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap tingginya mobilitas masyarakat selama momentum Lebaran.
General Manager ASDP Bajoe, Anom Sedayu, menjelaskan bahwa peningkatan frekuensi pelayaran telah direncanakan untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan. Ia mengatakan:
“Lonjakan arus Lebaran sudah kami prediksi, sehingga dilakukan penambahan trip kapal agar pelayanan tetap optimal dan waktu tunggu pengguna jasa bisa ditekan.”
Penambahan trip menjadi salah satu strategi utama dalam mengurai kepadatan, terutama pada jam-jam sibuk saat arus mudik maupun arus balik.
Peningkatan Jumlah Penumpang
Selain peningkatan operasional kapal, jumlah penumpang juga mengalami lonjakan signifikan. Total penumpang yang menyeberang pada periode tersebut mencapai 14.403 orang. Jumlah ini meningkat sebesar 27 persen dibandingkan tahun 2024 dan naik 11 persen dibandingkan tahun 2025.
Mayoritas penumpang merupakan pengguna jasa yang berada di atas kendaraan. Penumpang di atas kendaraan tercatat sebanyak 11.931 orang, meningkat 31 persen dibandingkan tahun 2024 dan naik 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah pejalan kaki tercatat sebanyak 2.472 orang. Angka ini mengalami kenaikan 8 persen dibandingkan tahun 2024, namun turun 10 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.752 orang.
Pertumbuhan Kendaraan yang Menyeberang
Di sektor kendaraan, pertumbuhan juga terlihat sangat signifikan. Total kendaraan yang menyeberang mencapai 4.362 unit atau meningkat 50 persen dibandingkan tahun 2024. Kendaraan roda dua (R2) menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah 2.873 unit. Angka ini melonjak drastis sebesar 71 persen dibandingkan tahun 2024 dan naik 43 persen dibandingkan tahun 2025.
Kendaraan roda empat (R4) tercatat sebanyak 915 unit, naik 12 persen dibandingkan tahun 2024, meskipun mengalami penurunan tipis sebesar 1 persen dibandingkan tahun 2025.
Upaya ASDP Bajoe dalam Menghadapi Lonjakan
Manager Usaha ASDP Bajoe, Dedy Rusdianto, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi untuk memastikan lonjakan tersebut dapat terlayani dengan baik. Ia menjelaskan:
“Kami melihat tren peningkatan yang cukup tinggi, khususnya pada kendaraan roda dua. Karena itu, kami terus melakukan pengaturan operasional dan peningkatan layanan agar tidak terjadi penumpukan di pelabuhan.”
Ia menambahkan, koordinasi dengan berbagai pihak juga terus dilakukan guna memastikan arus penyeberangan tetap lancar hingga puncak arus balik berakhir.







