Perjalanan Sebuah Kapal Jurnalisme

Dalam sebuah ekspedisi besar, sang perintis rute tidak akan pernah hilang dari sejarah saat ia melangkah mundur dari anjungan. Momen ini mengingatkan saya pada tulisan pamit “Mengakhiri Tugas” dari Mas Arifin Asydhad. Pemikiran tersebut seketika memicu ingatan saya kembali ke awal mula lahirnya Infomalangraya.com, sekitar sepuluh tahun lalu. Saat para pendiri memutuskan untuk merintis media ini, ada pidato penting yang disampaikan oleh bos kami terdahulu tentang ‘kapal besar’ dan ‘kapal kecil’.
Bos lama kami menyamakan kantor tempat kami bernaung saat itu dengan kapal besar. Kapal yang diyakini akan lebih stabil dan aman dalam menghadapi tantangan industri media. Sementara itu, Infomalangraya.com yang baru lahir diberi label sebagai kapal kecil yang rentan terombang-ambing ombak.
Bagi saya pribadi, Infomalangraya.com tidak pernah sekadar kapal kecil biasa. Sebagai penggemar manga One Piece, wujud awal media ini di kepala saya justru menyerupai Going Merry, karavel mungil yang nekat menantang ganasnya lautan. Melalui keringat dan keteguhan tekad para pendirinya sejak 17 Januari 2017, karavel tersebut kini telah berevolusi menjadi Thousand Sunny, sebuah kapal mutakhir yang mesin teknologinya berdenyut presisi (excellence in technology), kompas jurnalismenya setia pada fakta (excellence in journalism), dan gaya berceritanya memikat (excellence in storytelling).
Karakteristik Sang Navigator

Ketangguhan kapal ini tentu tidak terlepas dari sosok pemegang kompasnya. Sebagai orang yang pernah digembleng oleh beliau sejak di ‘rumah’ lama, saya mengenal betul karakter sang navigator. Kami biasa memanggilnya Mas Asy (dibaca: a es ye), atau terkadang hanya “Asy”, saat kami para bawahan sedang membicarakannya sambil ngopi.
Terlepas dari panggilan akrab dan candaan ala redaksi, kami semua sangat paham, di balik pembawaannya yang tenang, Mas Asy selalu menyimpan visi jurnalisme yang besar. Lewat ketenangan dan visi yang teguh itulah, ia berhasil meletakkan fondasi jurnalisme Infomalangraya.com hingga bisa se-solid sekarang.
Dalam sebuah ekspedisi besar, pergantian pemegang kemudi adalah sebuah keniscayaan. Sang perintis rute tidak akan pernah hilang dari sejarah saat ia melangkah mundur dari anjungan. Sebaliknya, fondasi dan arah yang telah ia tetapkanlah yang menentukan seberapa mantap penerusnya bisa terus mengarungi samudra. Dan kini, kemudi navigasi itu diserahkan ke tangan saya.
Tugas Baru di Geladak Kapal

Masuk ke geladak kapal ini, niat saya bukan untuk merobohkan tiang yang sudah susah payah ditegakkan, atau membuang peta yang telah terbukti kebenaran arahnya. Tugas saya adalah mengawal kemudi tersebut. Kita sama-sama tahu, industri media dan arus informasi ke depan akan semakin tak menentu dan penuh tantangan. Di pusaran cuaca semacam itu, Infomalangraya.com membutuhkan perisai penahan badai, agar teman-teman di redaksi bisa tetap bekerja dengan tenang, tangguh, dan leluasa berinovasi. Di titik inilah penugasan saya dimulai.
Untuk teman-teman di Infomalangraya.com, saya hadir bukan untuk mengutak-atik DNA jurnalistik yang sudah terbangun kuat, apalagi menjadi sosok asing yang mendikte arah angin. Saya datang untuk merapatkan barisan dan berkeringat bersama. Kita akan menjaga Thousand Sunny ini tetap relevan, memperluas daya jelajahnya, dan memastikan karya jurnalistik yang lahir dari sini selalu memiliki daya tawar.
Komitmen dengan Pembaca
Satu hal yang pasti, sebesar apa pun kapal ini berevolusi nanti, kompas utamanya tetaplah Anda, para pembaca Infomalangraya.com. Tampuk kepemimpinan boleh berganti tangan, tetapi kontrak jurnalistik kami dengan publik pantang berubah. Di tengah riuhnya arus informasi saat ini, kami akan terus hadir menyajikan jurnalisme yang bersandar pada fakta, memberikan proporsi yang adil, dan berusaha menjadi jangkar yang menjernihkan konteks di setiap keriuhan.
Mas Asy menutup tulisannya kemarin dengan “filosofi katapel”, sebuah langkah mundur untuk bisa melesat lebih jauh. Dari lubuk hati terdalam, saya mengamini doa itu untuk babak baru perjalanan Mas Asy ke depan.
Dan bagi Infomalangraya.com, daya dari tarikan katapel yang beliau tinggalkan adalah angin kencang yang kini membentangkan layar kita. Pijakannya sudah tertancap kuat, arah kompasnya sudah jelas. Sekarang, waktunya kapal ini melesat.







