Kota Malang — Dugaan pelanggaran disiplin dan etik yang melibatkan dua oknum perawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, kini tengah menjadi sorotan. Hal ini menyusul beredarnya informasi terkait aktivitas keduanya di sebuah hotel di wilayah Malang, pada Senin (12/10/2026).
Salah satu pihak perempuan yang terlihat menggunakan crutch (alat bantu jalan) berinisial RIN telah dikonfirmasi oleh awak media ini di kawasan Jalan Suropati Kecamatan Klojen, Kota Malang, pada Rabu (14/10/2026).
Saat ditanya tentang keberadaannya di hotel bersama dengan seorang lelaki berinisial ROS, yang diakuinya sebagai rekan sejawatnya di ICU RSSA, RIN beralasan bahwa aktivitasnya bersama ROS di hotel itu terkait dengan pengobatan. “Kebetulan dia (ROS) juga sakit sininya”, ungkap RIN sambil menunjuk siku tangan kanannya.
RIN mengaku telah lama berteman dengan ROS. Dirinya mengetahui kalau ROS telah berkeluarga dan memiliki istri dan masih tinggal bersama dengan ROS di Kabupaten Blitar. “Tahu tapi tidak kenal”, tuturnya. Lebih lanjut, RIN juga menceritakan bahwa usai bersama dirinya, ROS saat itu tengah menjalani masa cuti dan pulang ke Blitar.
Di sisi lain, RIN berterus terang kepada awak media bahwa telah mempunyai suami yang tinggal di Kabupaten Jember dan telah dikaruniai seorang anak. RIN bilang, dirinya jarang bertemu dengan sang suami. “Hanya waktu pulang saja”, akunya.
Sementara itu, ROS berupaya menghindari wartawan saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Berdasarkan informasi yang telah diterima redaksi, ROS terpantau mengendarai kendaraan Honda H-RV berwarna hitam bernomor polisi AG 104X XX saat aktivitas bersama RIN itu terjadi. Ditanya tentang kedekatannya dengan RIN dan wawasannya soal instrumen panduan etik dan perilaku yang berlaku di RSSA, ROS memilih bungkam.
Sementara itu, Plt. Ketua Tim Kerja Hubungan Masyarakat, Pemasaran, & Ketertiban RSSA, Muhamad Samsul Bahri saat dihubungi oleh awak media yang hendak mengkonfirmasi terkait dugaan pelanggaran etik pegawai RSSA, pada Senin (19/10/2026) mengaku sedang rapat sehingga belum leluasa memberikan komentarnya. “Maaf, saya masih rapat”, katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih terus menggali lebih dalam dan berupaya meminta klarifikasi resmi dari manajemen RSSA Malang.(Red)







