Marc Marquez, yang dikenal sebagai “Si Alien”, terus menunjukkan kemampuan luar biasanya di kelas utama MotoGP hingga saat ini. Meskipun sempat menghadapi berbagai tantangan, termasuk cedera serius yang dialaminya pada tahun 2020, pembalap asal Spanyol ini tetap menjadi salah satu pesaing terberat bagi para rivalnya.
Memasuki musim kedua bersama tim pabrikan Ducati dalam ajang MotoGP 2026, Marquez kembali menunjukkan performa yang luar biasa. Ia memimpin sebagai favorit untuk meraih gelar juara dunia. Kembalinya Marquez ke level terbaiknya setelah beberapa musim yang sulit adalah bukti ketangguhannya sebagai seorang atlet.
Selama masa-masa sulit tersebut, Marquez tetap menunjukkan mentalitas juara, terutama selama musim-musim terakhirnya bersama Honda. Bahkan, meski motor RC213V semakin sulit dikendalikan antara 2021 hingga 2023, ia masih mampu mencatatkan podium dan bahkan kemenangan. Ini menunjukkan bakat dan kemampuan balapnya yang tidak diragukan lagi.
Pindah dari Honda ke Gresini Racing, tim pelanggan Ducati, pada musim 2024 adalah langkah besar bagi Marquez. Dengan bergabung dengan tim milik Nadia Padovani, ia mulai menemukan kembali sentuhan terbaiknya sebelum direkrut oleh Ducati. Bersama pasukan Borgo Panigale, Marquez berhasil mencatatkan 15 podium dengan 11 kemenangan dalam sesi Grand Prix, yang membawanya meraih gelar juara dunia.
Meski kembali mengalami cedera akibat kecelakaan di Sirkuit Mandalika, Indonesia, Marquez tetap menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Pada tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia, ia langsung tampil dominan di hari pertama dengan menjadi yang tercepat. Meskipun ada sedikit penurunan di hari berikutnya, hasil ini menunjukkan bahwa Marquez belum kehilangan kemampuannya.
Sebagai mantan pembalap MotoGP, Casey Stoner mengakui betapa solidnya performa Marquez hingga saat ini. Menurut Stoner, Marquez memiliki bakat dan kecepatan yang tidak perlu diragukan lagi. Hal ini terbukti dari musim lalu, ketika rider Spanyol itu mampu menggabungkan bakatnya dengan performa motor yang baik dari Ducati.
“Tidak ada keraguan tentang bakatnya, kecepatannya, tidak ada keraguan sama sekali,” ujar Stoner. “Tapi saya pikir banyak pembalap jatuh ke dalam perangkap yang sama.”
Stoner juga menyebutkan bahwa kemampuan Marquez dalam memaksimalkan bakat dan kemampuannya menjadi alasan mengapa ia masih sulit dikalahkan. Kesadaran untuk menggunakan seluruh kemampuan balapnya membuat Stoner merasa bahwa hal ini menjadi pembeda antara Marquez dan para rivalnya.
“Ada banyak pembalap cepat saat ini, tetapi saya rasa tidak banyak yang menggunakan kemampuan balap mereka sepenuhnya,” kata Stoner. “Di situlah Marc Marquez mengalahkan mereka seperti sekarang.”
Meskipun Marquez memiliki kelemahan yang besar di masa lalu, Stoner mengatakan bahwa hal ini belum sepenuhnya disadari oleh para rivalnya. “Marquez memiliki kelemahan besar di masa lalu yang menurut saya tidak ada yang menyadarinya, dan saya masih tidak akan mengatakan apa pun tentang itu,” ujarnya. “Tetapi mengejutkan bahwa tidak ada yang mampu mengeksploitasinya, saya kira itu karena semua orang melihatnya sebagai bos terakhir.”
“Dan alih-alih mencari tahu apa yang perlu mereka lakukan, tingkatkan tentang diri mereka sendiri, mungkin bagaimana cara balapan melawannya, mereka hanya melihatnya sebagai pesaing yang sangat sulit,” imbuh Stoner.







