Ramadhan 2026: Prioritas Utama Sebelum Bulan Suci Datang
Ramadhan 2026 kini tinggal beberapa hari lagi. Umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci ini dengan berbagai persiapan, baik secara spiritual maupun sosial. Salah satu hal yang sering diingatkan menjelang Ramadhan adalah pentingnya menyelesaikan utang puasa dan meminta maaf kepada sesama manusia.
Membayar Utang Puasa atau Meminta Maaf?
Menjelang Ramadhan, umumnya kita diberi pengingatan untuk membayar utang puasa dari tahun sebelumnya. Hal ini bisa dilakukan melalui qadha puasa atau fidyah, tergantung kondisi masing-masing individu. Qadha puasa merupakan cara mengganti puasa yang ditinggalkan pada bulan Ramadhan, sementara fidyah adalah tebusan berupa makanan pokok atau uang setara bagi yang tidak mampu puasa karena uzur permanen seperti usia lanjut, penyakit kronis, atau kondisi kehamilan/menyusui.
Selain itu, juga seringkali diingatkan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, terutama orang-orang yang pernah kita sakiti. Ini termasuk dalam proses silaturahim dan meminta maaf secara tulus.
Dua Hal yang Sama-sama Penting
Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta, Ahmad Hafidh, menegaskan bahwa membayar utang puasa dan meminta maaf kepada sesama muslim adalah dua hal yang sama-sama penting dilakukan sebelum Ramadhan tiba. Menurutnya, semua umat Muslim sudah diberikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan urusan tersebut.
“Jika waktu tersebut tidak cukup, maka sejak awal dua hal tersebut memang tak pernah jadi prioritas untuk diselesaikan,” ujar Ahmad dalam program ‘OASE’ di kanal YouTube Tribunnews.com, Jumat (30/1/2026). Ia menambahkan bahwa jika tidak cukup waktu, maka hal tersebut bisa menjadi masalah besar.
Urusan dengan Allah dan Sesama Manusia
Ahmad menilai bahwa urusan utang puasa dan saling memaafkan sesama muslim harus menjadi prioritas sebelum Ramadhan. Karena jika tidak, maka itu bisa dianggap sebagai penyepelehan terhadap Allah SWT.
“Harus diprioritaskan semua. Jika tidak diprioritaskan, saya rasa itu bahaya. Kita seperti menyepelekan Allah SWT,” tegas Ahmad.
Mana yang Harus Didahulukan?
Pertanyaan selanjutnya adalah, mana yang lebih didahulukan antara membayar utang puasa dan meminta maaf kepada sesama muslim? Ahmad menjawab bahwa ini bukan pilihan, karena semua harus diselesaikan. Namun, jika tidak mampu menyelesaikan semuanya, maka urusan sesama manusia lebih dulu.
“Karena jika kita memiliki masalah dengan sesama manusia, penyelesaiannya tidak cukup hanya dengan istighfar dan taubat. Kita harus benar-benar meminta maaf dengan tulus kepada orang-orang yang kita sakiti,” jelas Ahmad.
Ia menekankan bahwa kewajiban sesama manusia tidak bisa diselesaikan hanya dengan doa dan taubat. “Harus betul-betul dimintai maaf dan dilepaskan.”
Sementara itu, kewajiban terhadap Allah SWT dapat ditunda dalam konteks tertentu. “Itu bisa ditunda, tetapi kewajiban sesama manusia tidak bisa begitu saja,” tambahnya.
Kesimpulan
Dengan demikian, menjelang Ramadhan, umat Muslim perlu memastikan bahwa segala utang puasa telah dibayar dan hubungan dengan sesama manusia telah diperbaiki. Dengan demikian, nantinya mereka dapat menjalani bulan suci ini dengan hati yang bersih dan suci.







