Rencana Pencatatan Saham di Bursa Hong Kong
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) atau MGR dikabarkan sedang menjajaki rencana pencatatan saham di Bursa Hong Kong. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memanfaatkan kenaikan harga emas yang mencapai level tertinggi baru. Dalam prosesnya, MGR dikabarkan telah merekrut beberapa bank investasi ternama seperti Citic Securities, Morgan Stanley, dan UBS Group untuk menangani rencana tersebut.
Masih dalam Tahap Diskusi
Saat ini, pembahasan terkait besaran saham dan waktu kesepakatan masih berlangsung. Meski begitu, pihak MGR bersama mitra-mitranya enggan memberikan komentar terkait rumor IPO EMAS di Bursa Hong Kong. Jika transaksi ini terlaksana, maka akan menjadi kesepakatan langka karena perusahaan non-China melakukan debut di pusat keuangan Asia.
Sebelumnya, pada tahun 2023, Hong Kong Exchanges & Clearing menjalin perjanjian kerja sama dengan BEI untuk menjajaki pencatatan saham lintas batas di kedua pasar tersebut.
EMAS IPO di BEI Tahun Lalu

EMAS, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), mencatatkan saham perdananya di BEI pada September 2025. MGR menjadi perusahaan tercatat ke-23 sepanjang 2025 dan jadi yang ke-955 terdaftar di BEI saat ini.
Dalam penawaran umum perdana saham atau IPO, MGR melepas 1,62 miliar saham baru atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp2.880 per saham. Dengan demikian, MGR berhasil menghimpun dana IPO sebesar Rp4,66 triliun.
Dana hasil IPO dialokasikan untuk modal kerja anak perusahaan MGR yang bergerak di bidang penambangan dan pengolahan emas. Selain itu, dana juga digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman.
Harga Saham EMAS Melonjak Lebih dari Dua Kali Lipat Sejak IPO

Sementara itu, saham perseroan telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak IPO. Harga saham EMAS pada penutupan perdagangan Jumat (23/1) berada di level Rp6.175 per saham, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp99,91 triliun.
MGR diketahui mengoperasikan tambang emas di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sulawesi dengan cadangan bijih sebesar 190 juta ton yang mengandung sekitar 4,8 juta ons emas. Tambang yang beroperasi pada 1 Oktober 2025 itu ditargetkan menghasilkan emas perdana pada kuartal I-2026. Adapun potensi produksi puncak hingga 500 ribu ons emas per tahun.
Strategi Perusahaan dan Proyeksi Masa Depan
Merdeka Gold (MDKA) memiliki ambisi untuk menjadi salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia. Boy Thohir, salah satu pemegang saham utama, dikabarkan mengurangi kepemilikan sahamnya di Merdeka Gold Resources. Alasan di balik tindakan tersebut belum sepenuhnya diungkapkan, tetapi bisa terkait dengan strategi bisnis jangka panjang perusahaan.
Setelah resmi listing di BEI, saham Merdeka Gold Resources (EMAS) langsung mengalami lonjakan signifikan. Hal ini menunjukkan antusiasme investor terhadap potensi pertumbuhan perusahaan dalam sektor pertambangan emas. Dengan cadangan sumber daya yang besar dan proyeksi produksi yang optimis, EMAS memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memperkuat posisinya di pasar keuangan.







