Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh militer Amerika Serikat (AS) dalam berbagai operasi militer telah menjadi perhatian utama. Salah satu alat yang digunakan adalah model AI Claude dari perusahaan Anthropic, yang menjadi bagian dari sistem yang dikembangkan oleh Palantir, sebuah perusahaan teknologi perang yang bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS (DoD). Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama ini semakin berkembang dan mencakup berbagai aplikasi strategis.
Penggunaan AI dalam Operasi Militer
Model AI Claude dirancang untuk menganalisis data intelijen dalam jumlah besar, memilih target, dan melakukan simulasi medan perang. Teknologi ini disebut mampu mempercepat proses identifikasi target hingga persetujuan hukum dan peluncuran serangan, sehingga memperpendek rantai pembunuhan. Hal ini memberikan keuntungan signifikan dalam pengambilan keputusan taktis di medan perang.
Palantir Technologies, yang didirikan pada 2003, menyediakan perangkat lunak analitik big data yang fokus pada penyediaan platform terintegrasi untuk organisasi kompleks, intelijen pemerintah, dan sektor komersial. Perusahaan ini telah bekerja sama dengan Pentagon sejak 2017 melalui proyek Maven atau Algorithmic Warfare Cross Functional Team (AWCFT), yang bertujuan mempercepat adopsi mesin pembelajaran dan integrasi data di seluruh alur kerja intelijen militer AS.
Kerja Sama dengan Berbagai Pihak
Proyek Maven melibatkan berbagai kontraktor seperti Google, Palantir, Anduril, Amazon Web Services, dan Anthropic. Namun, Google menarik diri pada 2018 setelah protes dari ribuan karyawan terkait penggunaan teknologi AI untuk bisnis perang. Untuk mengimplementasikan strategi penggunaan AI secara terkoordinasi, Pentagon mendirikan Joint Artificial Intelligence Center (JAIC) pada 2018.
Pada 2022, Project Maven berkembang menjadi Maven Smart System (MSS) yang dikelola oleh Palantir Technologies. Kontrak untuk MSS meningkat dari US$ 1,3 miliar hingga 2029, sesuai laporan dari DefenseScoop pada April 2025. Selain itu, Angkatan Darat AS menandatangani kontrak hingga US$ 10 miliar dengan Palantir untuk 10 tahun, yang mengonsolidasikan puluhan kontrak lama ke dalam satu kesepakatan terpadu.
Integrasi dengan Model AI LLM
Pada 7 November 2024, Anthropic resmi bermitra dengan Palantir dan Amazon Web Services (AWS). Dengan kerja sama ini, model bahasa besar (LLM) Claude, termasuk versi terbaru yaitu Claude 4, terintegrasi dengan sistem Palantir Artificial Intelligence Platform (AIP). Layanan ini beroperasi dalam lingkungan terakreditasi Impact Level 6 (IL6), yang memungkinkan Claude memproses data rahasia yang sangat sensitif.
Claude digunakan untuk analisis data yang kompleks, pengenalan pola secara cepat, serta membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang mendesak. Namun, pada Januari 2026, Anthropic menyatakan keberatan karena Claude dipakai dalam serangan untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Perusahaan menegaskan bahwa ketentuan penggunaan tidak mengizinkan penggunaan Claude untuk tujuan kekerasan, pengembangan senjata, atau pengawasan.
Arsitektur dan Fungsi Platform Palantir
Palantir mengembangkan empat platform utama, yakni Gotham (intelijen), Foundry (operasi data), Apollo (manajemen perangkat lunak), dan AIP (AI Platform). Perusahaan menggambarkan semua komponen bekerja bersama secara terpadu sebagai AI Mesh. Gambarannya adalah: Data → Diproses dan dipahami → AI memberikan insight → Hasil bisa digunakan langsung di aplikasi atau sistem lain.
Foundry Ontology membantu AI memahami konteks nyata dari sumber data seperti tabel, sensor, teks tidak terstruktur, foto hingga video, sehingga hasil analisis lebih bermakna. Analoginya, data seperti buku yang ditumpuk acak. Ontology adalah katalog yang menandai apa isinya, sehingga AI bisa langsung mencari jawaban tanpa harus membuka satu per satu.
Kemampuan LLM Terbaru Claude
LLM terbaru Claude mencakup beberapa versi dengan kemampuan berbeda, di antaranya Claude Opus 4.5, Claude Sonnet 4, Claude Sonnet 3.7 dan Claude Sonnet 3.5 , serta Claude Haiku 4.5. Semua model LLM itu mendukung pemrosesan konteks hingga 200 ribu token, sehingga mempermudah untuk memahami dokumen panjang atau kompleks. Varian Opus dan Sonnet bahkan bisa menganalisis gambar seperti analisis citra satelit atau foto medan.
Varian ‘Extended thinking’ di Sonnet memungkinkan model AI memahami dokumen intelijen, laporan sensor, komunikasi musuh, atau lapisan data lainnya dalam satu proses panjang. Anthropic juga meluncurkan kemampuan ‘Agent Skills’ yang memungkinkan Claude memuat instruksi, skrip, dan sumber daya tertentu secara dinamis untuk melakukan tugas khusus, misalnya terintegrasi dengan Office, Excel, atau file PDF.
Inovasi Teknologi AI di Pentagon
Pentagon juga meluncurkan GenAI.mil pada Desember 2025, platform AI komprehensif yang dirancang untuk mendorong kemampuan AI mutakhir di seluruh angkatan bersenjata AS. Platform ini menempatkan model AI Google Gemini, langsung ke tangan setiap prajurit Amerika. Model AI di GenAI dapat digunakan untuk melakukan penelitian mendalam, memformat dokumen, dan menganalisis video atau gambar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa AS akan terus secara agresif mengerahkan teknologi terbaik dunia untuk membuat kekuatan tempur lebih mematikan dibandingkan sebelumnya. Dengan inovasi-inovasi ini, teknologi AI terus menjadi tulang punggung operasi militer AS di masa depan.







