Kehadiran Bruno Paraiba dan Tanda Tanya di Kalangan Bonek
Persebaya Surabaya kembali menghadirkan striker asing asal Brasil, Bruno Pereira de Albuquerque. Ia direkrut pada 10 Januari 2026 untuk mengisi slot yang ditinggalkan Diego Mauricio di paruh musim. Dengan latar belakang sebagai pemain asing yang diharapkan mampu memperkuat daya gedor tim, Bruno memiliki harapan besar dari para pendukung setia, Bonek.
Bruno lahir di João Pessoa, Brasil, pada 20 Juli 1994. Di usia 31 tahun, ia memiliki tinggi badan 1,89 meter dan nilai pasar sekitar Rp 3,04 miliar. Ia berposisi utama sebagai depan-tengah dan diharapkan bisa menjadi pilihan utama bagi pelatih Bernardo Tavares.
Debut Bruno terbilang menjanjikan. Ia masuk sebagai pemain pengganti saat Persebaya Surabaya mengalahkan PSIM Yogyakarta dengan skor 3-0 pada pekan ke-18, 25 Januari 2026. Dalam waktu 19 menit bermain, Bruno langsung mencetak satu gol. Namun, setelah momen tersebut, namanya justru menghilang dari daftar susunan pemain.
Hingga pekan ke-21, Bruno hanya tampil dalam satu pertandingan dengan total 19 menit bermain dan satu gol. Pada pekan ke-17 melawan Malut United, ia belum masuk skuad. Setelah laga kontra PSIM Yogyakarta, Bruno kembali tidak terlihat saat menghadapi Dewa United, Bali United, hingga Bhayangkara FC.
Situasi ini memancing reaksi warganet, terutama dari kanal fanbase @tribunpersebaya. Mereka menyoroti kondisi Bruno yang tak kunjung tampil usai debut cemerlangnya. “Bruno Paraiba didatangkan sebagai pengganti Diego Mauricio yang harus tersisih pada paruh musim ini. Jika di awal musim, Diego Mauricio sempat absen dalam beberapa laga awal musim karena alasan kebugaran,” tulis @tribunpersebaya.
“Kali ini, Bruno Paraiba pun sempat menjalani debut impresif dengan mencetak gol di laga perdananya. Namun, pada pertandingan berikutnya ia tidak tampil, dan hingga kini belum ada pernyataan resmi dari @officialpersebaya terkait kondisinya,” lanjutnya. “Kira-kira ada apa dengan Bruno Paraiba?” tutup unggahan tersebut yang langsung diserbu komentar Bonek.
Nada kekhawatiran pun menyeruak, apalagi Persebaya Surabaya sedang butuh konsistensi di papan tengah klasemen. Sebagian Bonek kemudian mengaitkan situasi ini dengan memori lama yang belum sepenuhnya hilang. Mereka teringat pada sosok Roni Pereira, striker asal Brasil yang pernah membela Persebaya Surabaya pada era 2001.
“Pemain seperti paraiba jadi ingat dulu mirip sama Roni Pereira pengganti Jacksen kalo gak salah, datang, skill full dan tajam terus cedera, underperform dan akhirnya menghilang,” tulis salah satu Bonek. Komentar itu langsung memantik nostalgia sekaligus kekhawatiran yang sama.
Roni Pereira memang datang ke Persebaya Surabaya untuk menggantikan Jacksen F. Tiago yang pindah ke Petrokimia Putra. Ia dikenal sebagai ujung tombak flamboyan dengan teknik bermain mumpuni, tetapi rentan cedera sehingga dijuluki berkaki kaca.
Bayang-bayang kisah itulah yang kini menghantui Bruno Paraiba. Apalagi, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak klub terkait kondisinya.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, sebelumnya sempat memberi gambaran umum soal kondisi tim. “Saya percaya bahwa para pemain akan mencoba melakukan yang terbaik. Sayangnya, kita tidak 100 persen. Kami memiliki beberapa pemain yang sakit, beberapa lainnya cedera, tetapi kami akan mencoba melakukan yang terbaik,” ungkap pelatih asal Portugal itu.
Pernyataan tersebut memang tidak menyebut nama Bruno secara spesifik. Namun publik bisa menangkap sinyal ada pemain yang terkendala kebugaran dan cedera di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya sedang berupaya menjaga posisi di papan atas klasemen. Kehadiran striker asing yang tajam tentu sangat dibutuhkan untuk menambah variasi serangan dan mengurangi beban lini depan.
Bruno Paraiba sejatinya punya modal awal yang meyakinkan. Satu gol dari 19 menit adalah rasio yang sulit diabaikan, meski tentu belum cukup untuk menilai konsistensinya.
Kini, semua mata tertuju pada perkembangan kondisinya. Apakah Bruno akan bangkit dan menjawab keraguan, atau justru mengulang kisah Roni Pereira yang sempat bersinar lalu tenggelam, waktu yang akan memberi jawaban.







