Kronologi Pencurian Motor Kurir di Surabaya
Pada hari Sabtu (28/2/2026), seorang kurir paket berinisial WN mengalami kejadian tidak menyenangkan saat sedang mengantar barang ke rumah kustomer. Motor Honda Vario hitam bernopol L-4435-AAY yang digunakan untuk pengiriman, serta keranjang berisi belasan paket, raib dicuri oleh komplotan maling. Kejadian ini terjadi di Jalan Mulyo Mukti, Pakal, Surabaya.
Aksi pencurian tersebut terekam dalam rekaman CCTV dan berlangsung sangat cepat, hanya dalam waktu kurang dari lima detik. Dua orang pelaku berhasil melakukan aksinya dengan cepat dan tanpa kesempatan bagi korban untuk bereaksi.
Pelaku Beraksi dengan Cepat
Pelaku tiba di lokasi dengan menggunakan motor matik dan berboncengan. Saat tiba di tempat parkir, salah satu pelaku yang duduk di bangku boncengan langsung turun dan berjalan menuju motor korban. Ia memakai jaket merah, bercelana hitam, helm half face, dan masker. Tanpa disadari, ia langsung menaiki motor korban dan menggeber kendaraannya, kemudian kabur meninggalkan lokasi.
Sementara itu, pelaku lainnya juga melenggang pergi setelah membantu rekan satu timnya dalam aksinya. Aksi yang dilakukan oleh para pelaku ini sangat cepat dan efisien, sehingga membuat korban tidak sempat menangkal atau memberi peringatan.
Penyebab Motor Mudah Dicuri
Warga setempat, RS, mengatakan bahwa keberhasilan pelaku dalam mencuri motor tersebut disebabkan karena kunci kontak masih menempel. Korban lupa mencabut kunci saat sedang mengantarkan paket ke dalam gang permukiman. Akibatnya, selain motor, keranjang berisi belasan paket juga ikut hilang.
“Kunci kontak motor masih menempel. Korban baru keluar dan baru 1 paket yang diantar. Hilang dicuri semua sama paket-paketnya,” ujar RS kepada awak media, Selasa (3/2/2026).
Pernyataan dari Kepolisian
Menanggapi kejadian ini, AKP Mulya Sugiharto, Kapolsek Pakal Polrestabes Surabaya, mengatakan bahwa pihak korban sudah membuat laporan ke markas polisi. Saat ini, kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kejahatan di mana pun mereka berada.
“Untuk laporan sudah diterima, dan sampai dengan saat ini sedang dalam proses penyelidikan,” ujarnya saat dihubungi awak media.
Data Kasus Curanmor di Surabaya
Berdasarkan data yang dirilis oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya, jumlah kasus pencurian motor (curanmor) sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar 600 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 472 tersangka berhasil ditangkap.
Polrestabes Surabaya terus berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan yang diterima dari masyarakat, terutama kasus curanmor. Bahkan, motor hasil curian yang berhasil ditemukan dalam penyelidikan akan diserahkan secara gratis kepada para korban.
Bazar Pengembalian Motor Hasil Curian
Untuk memfasilitasi pengembalian motor hasil curian, Polrestabes Surabaya menggelar bazar pengembalian 1.050 unit motor hasil pengungkapan kasus curanmor. Agenda “Bazar Ranmor” ini berlangsung dalam dua sesi, yaitu pada tanggal 21 hingga 23 Januari 2026 dan 26 hingga 30 Januari 2026 di Mapolrestabes Surabaya.
Masyarakat yang merasa kehilangan kendaraannya dapat mengambil kembali motor mereka secara gratis dengan membawa bukti kepemilikan resmi seperti BPKB, STNK, atau dokumen tilang. Selama bazar berlangsung, puluhan unit motor hasil pengungkapan kasus pencurian telah diserahkan kepada pemiliknya.







