Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara Mandi Wajib atau Mandi Junub
Mandi wajib atau mandi junub merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam setelah mengalami hadats besar. Hadats besar dapat terjadi akibat berhubungan intim, haid atau nifas pada perempuan, atau ketika seseorang meninggal dunia. Dalam konteks puasa Ramadhan, banyak orang bertanya apakah puasa tetap sah jika mandi junub dilakukan setelah Subuh. Berikut penjelasan lengkapnya.
Kebolehan Mandi Junub Setelah Subuh
Bagi umat Islam yang sedang dalam keadaan junub di malam hari bulan Ramadhan, tidak masalah jika mereka melakukan mandi junub setelah waktu Subuh tiba. Menurut pendapat para ulama, hal ini diperbolehkan karena Nabi Muhammad SAW pernah menunda mandi junub hingga waktu Subuh dan kemudian melanjutkan puasa. Hal ini menjadi dasar bagi kebolehan menunda mandi junub hingga fajar atau Subuh.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Nabi SAW pernah dalam keadaan junub di waktu Subuh, lalu beliau mandi dan berpuasa. Tidak ada kewajiban untuk mengqada puasa dalam kondisi seperti ini. Oleh karena itu, puasa tetap sah meskipun mandi junub dilakukan setelah Subuh.
Namun, meskipun boleh dilakukan, lebih utama jika seseorang mandi junub sebelum waktu Subuh agar bisa memulai puasa dalam keadaan suci. Hal ini sesuai dengan prinsip menjaga kesucian diri sejak awal hari.
Penjelasan dari Ulama
Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu menyebutkan bahwa jika seseorang masih dalam keadaan junub hingga waktu Subuh, maka puasa tersebut tetap sah. Demikian pula untuk perempuan yang sudah selesai haid namun belum mandi junub sebelum Subuh, puasanya tetap sah.
Bacaan Niat dan Tata Cara Mandi Wajib
Berikut adalah bacaan niat dan tata cara mandi wajib yang benar:
Niat Mandi Wajib
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Ta’aala.”Mencuci kedua tangan
Cuci tangan hingga tiga kali untuk membersihkan najis.Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor
Mulai dari bagian kemaluan, lalu seluruh tubuh.Mencuci kembali tangan
Setelah membersihkan bagian kotor, cuci kembali tangan menggunakan sabun.Berwudhu
Lakukan wudhu seperti biasa untuk persiapan sholat.Membasahi kepala
Basahi kepala dengan air sebanyak tiga kali dari pangkal rambut.Mengurai rambut
Gunakan jari untuk mengurai rambut agar semua bagian bersih.Membasahi seluruh tubuh
Mulai dari bahu kanan, lalu bahu kiri. Setelah itu, basahi seluruh tubuh dengan air dan gunakan sabun.
Sunnah-sunnah Saat Mandi Junub
Menurut Imam al-Ghazali dalam kitab Bidâyatul Hidâyah, ada beberapa sunnah yang bisa dilakukan saat mandi junub, antara lain:
- Membasuh tangan hingga tiga kali.
- Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.
- Berwudhu dengan sempurna.
- Mengguyur kepala sampai tiga kali, bersamaan dengan niat menghilangkan hadats besar.
- Mengguyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan badan sebelah kiri juga tiga kali.
- Menggosok-gosok tubuh, depan maupun belakang, sebanyak tiga kali.
- Menyela-nyela rambut dan jenggot (bila punya).
- Mengalirkan air ke lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut. Sebaiknya hindarkan tangan dari menyentuh kemaluan, kalaupun tersentuh, sebaiknya berwudhu lagi.







