Puasa Syawal dan Keutamaannya
Setelah perayaan Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah sebanyak 6 hari di bulan Syawal. Puasa ini bisa dilakukan secara berurutan atau tidak berurutan. Jika seseorang melakukan puasa Syawal pada hari Senin dan Kamis, maka ia akan mendapatkan pahala ganda, yaitu pahala puasa Syawal dan puasa Senin-Kamis. Demikian pula jika puasa Syawal dilakukan pada hari Ayyamul Bidh, maka akan mendapatkan keutamaan dari kedua ibadah tersebut.
Niat Puasa Syawal yang Digabung dengan Puasa Ayyamul Bidh
Menurut para ulama, menggabungkan niat dua ibadah dapat dilakukan dengan menggunakan at-Tasyrik fin Niyah atau Tadakhul an-Niyah (menggabungkan niat). Ada kaidah yang menyebutkan bahwa jika dua ibadah sejenis, satu diantaranya adalah maqsudah li dzatiha (ibadah yang diperintahkan secara khusus) dan satunya bukan, maka kedua ibadah tersebut bisa digabungkan. Contoh ibadah yang maqsudah li dzatiha adalah puasa Syawal, sedangkan puasa Ayyamul Bidh termasuk laisa maqsudah li dzatiha (ibadah yang tidak berdiri sendiri).
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh
Berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh pada tahun 1442 H:
– Selasa, 25 Mei 2021/13 Syawal 1442 H: Puasa Ayyamul Bidh hari ke-1
– Rabu, 26 Mei 2021/14 Syawal 1442 H: Puasa Ayyamul Bidh hari ke-2
– Kamis, 27 Mei 2021/15 Syawal 1442 H: Puasa Ayyamul Bidh hari ke-3
Bacaan Niat Puasa Syawal dan Ayyamul Bidh
Niat Puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ghadin ‘an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta’aalaa)
Terjemahan: “Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.
(Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala)
Terjemahan: “Saya niat berpuasa besok pada (ayyamul bidh) hari-hari putih sunah karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan Puasa Syawal
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa penuh di Bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam (6) hari di bulan Syawal, maka Pahalanya seperti berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim).
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh merujuk pada puasa pada tiga hari di mana bulan tampak terang dan malam tampak putih. Dalam kitab Umdatul Qari disebutkan bahwa nama Ayyamul Bidh berasal dari kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke bumi. Ketika Nabi Adam diturunkan, tubuhnya terbakar oleh matahari hingga menjadi hitam. Allah memberikan wahyu untuk berpuasa selama tiga hari, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Setiap hari puasa, sepertiga tubuhnya menjadi putih.
Hadits menyebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sepanjang tahun. Anjuran untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh adalah dengan berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15 tiap bulan Hijriyah.
Amalan Utama di Bulan Syawal
Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan di bulan Syawal untuk mendapatkan pahala berlimpah:
Puasa Syawal 6 Hari
Puasa enam hari di bulan Syawal memiliki keutamaan seperti puasa sepanjang tahun. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun.”Puasa Senin Kamis
Puasa Senin dan Kamis merupakan puasa sunnah yang dianjurkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Aisyah ra pernah menyebutkan bahwa beliau sangat antusias dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis.Puasa Ayyamul Bidh
Puasa sunnah ini dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah) setiap bulannya. Dalam riwayat Bukhari, puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan seperti berpuasa sepanjang tahun.Silaturahmi
Menjalin tali silaturahmi adalah amalan yang dianjurkan dalam hadis, yaitu “Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik pada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan jalinlah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).”Bersedekah
Sedekah merupakan amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah. Nabi bersabda, “Sedekah tidaklah mengurangi harta.”Melangsungkan Pernikahan
Menikah pada bulan Syawal merupakan sunah Rasulullah. Aisyah Radhiyallahu Anha pernah menceritakan bahwa Rasulullah menikahinya pada bulan Syawal.Iktikaf
Iktikaf adalah aktivitas berdiam diri di masjid dengan melakukan amalan-amalan ibadah tertentu untuk mengharap ridha Allah. Kebiasaan iktikaf yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan disunahkan untuk terus dikerjakan pada bulan Syawal.







