PENAJAM PASER UTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bekerja sama dengan Tanoto Foundation dalam upaya memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Khususnya, fokus pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar (SD). Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing.
Program Peningkatan Kualitas Pendidikan Sekolah IKN periode 2025–2027 menjadi wujud dari kerja sama tersebut. Tujuannya adalah mengembangkan 20 sekolah di Kecamatan Sepaku, yang terdiri dari 10 SD dan 10 PAUD.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Tidak hanya fokus pada kapasitas guru, tetapi juga peran orang tua dalam proses pembelajaran anak.
Dalam penerapannya, para guru mendapatkan pelatihan pedagogi serta penguatan peran keluarga melalui program Duta Orang Tua Sahabat Anak (OTSAB). Alimuddin menjelaskan bahwa langkah ini adalah awal dari cara meningkatkan kualitas generasi melalui pendidikan. Selain itu, orang tua dijadikan sebagai rumah paling awal dalam membentuk anak-anak menjadi generasi unggul.
Kolaborasi program ini telah memasuki tahun kedua pelaksanaan pada 2026. Tahun lalu, sebanyak 20 kegiatan dilaksanakan pada jenjang PAUD dan SD sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan di kawasan IKN.
Beberapa hal yang dilakukan dalam program ini antara lain:
- Peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan manajemen sekolah dan kepemimpinan.
- Penambahan kapasitas pedagogi guru.
- Pengadaan hibah buku bacaan berkualitas sebanyak 1.260 buku yang didistribusikan kepada 10 sekolah sebagai dukungan literasi.
Pada saat pemaparan Tanoto Foundation di hadapan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono, Roselina Ping Juan, Regional Lead Kalimantan Tanoto Foundation, menyampaikan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arahan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Roselina, pendekatan yang dilakukan dalam program ini menekankan pendampingan menyeluruh di lingkungan sekolah. Hal ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
“Tujuan kami pada 2027 dan seterusnya adalah agar sekolah-sekolah yang didampingi oleh Tanoto Foundation memiliki rapor pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya. Kami melakukan pendekatan whole school, artinya semua guru, bahkan kepala sekolah, didampingi untuk meningkatkan kualitas sekolah,” ujar Roselina.
Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk ikut berkontribusi dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, kolaborasi antara OIKN dan Tanoto Foundation menjadi contoh nyata tentang pentingnya pendidikan dalam membentuk masa depan yang lebih baik.







