Strategi Produksi dan Inovasi J&C Cookies untuk Lebaran 2026
Menjelang Ramadan hingga Idul Fitri, permintaan kue kering kembali meningkat. Tradisi menyajikan kue kering saat Lebaran tentu masih menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Indonesia, baik untuk suguhan keluarga maupun hantaran. Melihat tren tersebut, produsen kue kering J&C Cookies menyiapkan berbagai inovasi produk, strategi produksi lebih awal, hingga kolaborasi hampers untuk menghadapi musim penjualan Lebaran 2026.
Persiapan Produksi yang Masif
Business & Development Manager J&C Cookies, Farhan Basyir, mengatakan bahwa Lebaran masih menjadi momen penjualan terbesar bagi industri kue kering. “Sekitar 75 persen penjualan tahunan J&C Cookies berasal dari periode Ramadan dan Idul Fitri. Kue kering identik dengan hari raya Lebaran, jadi memang ini bisa dibilang musim panennya. Seluruh persiapan biasanya difokuskan untuk momen ini,” ujar Farhan saat ditemui di Bober Cafe, Jalan Riau, Kamis (12/2/2026).
Untuk menyemarakan Lebaran tahun ini, J&C Cookies menghadirkan tiga varian baru, yakni Almond Choco Cheese, Caramel Pistachio, dan Button Cookies. Ketiga produk tersebut diharapkan menjadi pilihan favorit konsumen sekaligus memberi nuansa baru pada suguhan Lebaran. Meski begitu, kue kering klasik seperti nastar, kastengel, sagu keju, dan berbagai kue kering tradisional lainnya tetap dipertahankan karena selalu memiliki penggemar setia.
Konsistensi Produk dan Kualitas
Farhan menjelaskan, konsumen kue kering tergolong sensitif terhadap rasa dan kualitas. “Kami berupaya menjaga konsistensi produk dengan menggunakan bahan premium, termasuk butter Wijsman, serta mempertahankan proses produksi handmade, karena detail kecil seperti tingkat kematangan saat memanggang dapat memengaruhi cita rasa yang dirasakan pelanggan. Konsumen loyal biasanya sangat peka terhadap perubahan rasa. Tantangan kami adalah menjaga konsistensi kualitas meskipun produksi meningkat,” katanya.
Selain inovasi produk, J&C Cookies juga menyiapkan berbagai pilihan hampers Lebaran. Konsumen dapat membeli paket hampers siap kirim atau melakukan kustomisasi isi dan desain sesuai kebutuhan. Tahun ini, J&C juga menghadirkan hampers kolaboratif bersama sejumlah brand lokal dari berbagai sektor, seperti fashion, skincare, hingga produk makanan lain.
Strategi Produksi Awal
Dari sisi produksi, Farhan mengatakan persiapan Lebaran 2026 sudah dimulai sejak November 2025. “Jarak antara musim Natal dan Tahun Baru dengan Ramadan cukup berdekatan, sehingga kami harus menyiapkan strategi produksi lebih awal. Pada puncak musim Lebaran, kapasitas produksi J&C Cookies bisa mencapai sekitar 600 toples kukis per hari, dengan proses produksi yang berlangsung hingga sekitar satu minggu sebelum Idul Fitri,” tuturnya.
Tren Penjualan dan Target Omzet
Farhan mengungkapkan bahwa tren penjualan pada 2025 sempat mengalami perlambatan. Target kenaikan omzet sekitar 25 persen saat itu hanya tercapai sekitar 10–15 persen. Kondisi pasar, termasuk adanya imbauan efisiensi di berbagai sektor, turut memengaruhi daya beli, terutama dari segmen korporat yang menjadi salah satu pelanggan utama J&C Cookies.
Meski demikian, pihaknya optimistis tahun ini penjualan dapat kembali meningkat dan target kenaikan 25 persen bisa tercapai. Selain fokus pada penjualan, J&C Cookies juga berupaya menjaga kualitas produk dan keamanan konsumsi. Seluruh kukis diproduksi menggunakan bahan halal dan proses yang higienis. J&C juga mempekerjakan ratusan tenaga kerja musiman berpengalaman setiap menjelang Lebaran untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga meskipun volume produksi meningkat.
Lini Camilan Sehat
Selain kukis Lebaran, J&C Cookies juga menghadirkan lini camilan sehat berbahan tepung talas yang bebas gluten dan halal, sehingga dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang memperhatikan pola makan. Produk-produk tersebut kini sudah dapat dipesan melalui website resmi, marketplace, maupun jaringan gerai mitra di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Solo, Subang, dan Cianjur.







