Performa Mengagumkan David Da Silva di Malut United
David Da Silva (DDS) dikenal sebagai salah satu penyerang paling tajam dalam sejarah sepak bola Indonesia. Meski banyak yang memprediksi bahwa ketajamannya akan berkurang setelah meninggalkan Persib Bandung, nyatanya DDS terbukti kembali menggila di musim ini bersama Malut United.
Di usianya yang sudah menginjak 37 tahun, DDS masih menunjukkan performa yang luar biasa. Ia berhasil menjadi bagian dari jajaran top skor Super League dengan mencetak 10 gol. Hanya terpaut tiga gol dari pemimpin klasemen, Emaxwell dari Persija. Hal ini menunjukkan bahwa ia belum kehilangan insting mencetak gol di depan gawang lawan.
DDS juga tidak pernah absen hingga pekan ke-22, membuktikan bahwa kondisinya sudah pulih total. Selain itu, ia tidak pernah mendapat sanksi akumulasi kartu kuning maupun merah, sehingga bisa tampil secara konsisten sepanjang musim.
Selama 22 pekan, DDS memberikan kontribusi nyata bagi Malut United. Ia mencatatkan enam assist, 43 tembakan, dan 22 di antaranya tepat sasaran. Selain itu, ia juga turut serta dalam pertahanan dengan mencatatkan 15 tekel dan empat intersep. Performa ini menunjukkan bahwa ia bukan hanya seorang penyerang, tetapi juga pemain yang bisa berkontribusi di segala lini.
Kontribusi DDS ini bisa dikatakan sebagai bukti bahwa Persib Bandung mungkin membuat keputusan yang kurang tepat dalam melepasnya. Meskipun tim asal Bandung ini masih memimpin klasemen, produktivitas gol mereka masih rendah. Uilliam Barros baru menyumbangkan tujuh gol, sedangkan Andrew Jung hanya lima gol. Namun, kuatnya barisan pertahanan Maung Bandung sedikit mengimbangi hal ini.
Kemampuan DDS untuk kembali mengembalikan ketajaman dan insting mencetak gol di depan gawang lawan merupakan target utama yang kini ia capai sesuai dengan misinya saat ia diperkenalkan sebagai pemain Malut United. DDS berharap bisa meraih kesuksesan bersama klub barunya, selama semua pihak di tim saling membantu.
“Saya berharap bisa meraih kesuksesan bersama Malut United, selama semua pihak di tim saling membantu. Saya tahu apa target saya, tahu apa yang bisa saya lakukan. Di masa depan, saya berharap bisa meraih kesuksesan. Itu adalah tujuan saya,” ujarnya.
Saat ini, DDS memiliki tugas tambahan selain menjadi top skor, yaitu membawa Malut United bersaing untuk meraih gelar juara. Meski baru saja mengalami hasil imbang melawan Semen Padang, peluang juara masih ada karena kompetisi masih panjang.
DDS optimis dengan skuad Malut United yang diisi oleh pemain-pemain bintang berpengalaman. Ia percaya bahwa Laskar Kie Raha bisa meraih gelar juara atau setidaknya runner up agar bisa lolos ke kompetisi antar klub Asia.
“Kami harus berpikir tentang tim dan tujuannya. Itu yang paling penting, karena liga ini panjang dan saya pikir kami bisa mencapainya. Kami punya banyak pemain bagus dan juga pemain berpengalaman yang bisa membuat tim ini lebih terbantu untuk meraih gelar,” ujarnya.







