Wali Kota Mojokerto Tinjau Pelaksanaan Musrenbang di 18 Kelurahan
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, melakukan kunjungan ke berbagai kelurahan untuk memantau pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang menjadi dasar dalam menentukan kebijakan prioritas pembangunan tahun anggaran 2027. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah kota untuk memastikan rencana pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran.
Prioritas utama pembangunan Pemkot Mojokerto TA 2027 adalah ‘Meningkatkan Ketahanan Ekonomi dan Sosial melalui Daya Saing Sektor Unggulan Daerah’. Dalam rangkaian kunjungannya, Ning Ita menyampaikan bahwa sektor-sektor seperti industri kecil menengah (IKM), kreatif, jasa serta pariwisata berbasis sejarah dan budaya akan menjadi fokus utama dalam penguatan ekonomi daerah.
Fokus pada Ketahanan Ekonomi dan Sosial
Dalam kunjungan ke Kelurahan Miji, Ning Ita menekankan tiga fokus utama dalam skala prioritas pembangunan, yaitu ketahanan ekonomi, memperkuat ketahanan sosial dan budaya, serta meningkatkan daya saing sektor unggulan ekonomi Kota Mojokerto. Hasil dari Musrenbang tersebut akan digunakan untuk merumuskan kebijakan yang selaras dengan tema pembangunan dan sesuai dengan kemampuan anggaran.
Di Kelurahan Gunung Gedangan, fokus pembangunan difokuskan pada penguatan ketahanan ekonomi lokal dan daya saing produk unggulan. Salah satu program yang disebutkan adalah penggunaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Merah Putih (KMP) yang dapat memberdayakan warga setempat. Pemkot Mojokerto telah merealisasikan pembangunan di wilayah ini dengan alokasi anggaran senilai Rp 1,6 miliar pada tahun 2025 lalu.
- Program SPPG dan KMP di Kelurahan Gunung Gedangan diharapkan menjadi peluang besar untuk menghubungkan potensi lokal dengan program nasional. Warga setempat dapat menjadi pemasok bahan baku hingga produk unggulan dikelola oleh KMP.
Pengembangan Sektor Industri Kreatif dan Pariwisata
Dalam Musrenbang Kelurahan Kedundung, Ning Ita menyampaikan pentingnya penguatan sektor industri kecil menengah (IKM), seperti alas kaki, sektor industri kreatif, sektor jasa serta pariwisata berbasis sejarah dan budaya. Hal ini bertujuan untuk memperkuat sektor unggulan yang menjadi penggerak utama ekonomi dan sosial budaya di Kota Mojokerto.
Selain itu, Musrenbang di Kelurahan Prajuritkulon, Mentikan, dan Meri juga menjadi bagian dari proses penentuan kebijakan pembangunan tahun 2027. Ning Ita menegaskan bahwa Musrenbang tingkat kelurahan bukan hanya berkaitan dengan anggaran 2026, tetapi lebih fokus pada kebijakan jangka panjang.
- Semua aspirasi dan usulan yang disampaikan di tingkat kelurahan akan dipertimbangkan dalam skala prioritas dan kemampuan anggaran. Tujuannya adalah agar rencana pembangunan bisa tepat sasaran, partisipatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
Memperkuat Sektor Lokal
Di Kelurahan Kranggan, Gedongan, dan Kauman, Ning Ita menekankan pentingnya memperkuat sektor unggulan lokal. Dengan sektor-sektor ini kuat, maka ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Di sisi lain, Musrenbang di Kelurahan Balongsari, Wates, dan Magersari lebih fokus pada ketahanan ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal secara mandiri tanpa tergantung faktor eksternal.
- Rencana pembangunan yang dirancang akan mengarah pada penguatan sektor unggulan lokal. Jika sektor ini kuat, maka akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Aspirasi dari setiap kelurahan akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi dalam Musrenbang tingkat kecamatan, kota, provinsi hingga nasional. Dengan demikian, semua suara dan harapan masyarakat akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan yang lebih luas dan berkelanjutan.







