Penerapan Pembelajaran Daring dalam Situasi Krisis
Penerapan work from home (WFH) di tengah krisis global membuat pembelajaran daring menjadi opsi yang dipertimbangkan pemerintah di sektor pendidikan. Namun, kebijakan ini diminta tidak dilakukan secara asal dan harus berbasis konsep pembelajaran mendalam atau deep learning.
Achmad Hidayatullah Ph.D, pakar pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), menilai bahwa pembelajaran daring memang menjadi langkah paling realistis dalam situasi krisis, baik ekonomi maupun keamanan. Ia menekankan pentingnya konsep deep learning agar kualitas pendidikan tidak menurun.
Konsep Deep Learning dalam Pembelajaran Daring
Menurut Hidayatullah, konsep deep learning penting diterapkan agar pembelajaran daring tetap berkualitas dan tidak sekadar menjadi formalitas. Ia mengingatkan pengalaman selama pandemi Covid-19 menunjukkan sistem daring yang tidak dirancang dengan baik justru menurunkan kualitas pendidikan.
“Diakui atau tidak, saat pandemi kualitas pembelajaran menurun. Banyak siswa menjadi bosan dan dampaknya masih terasa hingga sekarang, seperti siswa SMP yang kesulitan membaca dan menghitung,” jelasnya.
Mendorong Kemandirian Siswa
Dekan Fakultas Pendidikan, Komunikasi, dan Sains (FPKS) Umsura itu menambahkan, pembelajaran daring sebenarnya dapat mendorong kemandirian siswa apabila dirancang dengan tepat. Berdasarkan penelitiannya bersama Csikos pada 2023, kemampuan regulasi diri siswa dapat berkembang ketika mereka merasa nyaman dan kompetensinya difasilitasi.
“Ketika siswa merasa nyaman dan kompetensinya terfasilitasi, mereka akan mampu mengatur proses belajarnya sendiri. Ini yang bisa membentuk karakter mandiri,” katanya.
Pembagian Sistem Pembelajaran
Ia juga menilai rencana pemerintah yang membagi sistem pembelajaran, yakni teori dilakukan secara daring dan praktikum tetap tatap muka, merupakan kebijakan yang tepat.
“Materi teori bisa dilakukan melalui dialog daring dan aktivitas membaca. Sementara praktik membutuhkan pengalaman langsung, sehingga sulit dilakukan secara online,” ujarnya.
Kelonggaran bagi Mahasiswa Tugas Akhir
Hidayatullah mencontohkan praktikum di bidang biologi, kesehatan, hingga teknik yang memerlukan penggunaan alat laboratorium sehingga tetap harus dilaksanakan secara langsung. Selain itu, ia juga mengingatkan agar pemerintah memberikan kelonggaran bagi mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir untuk tetap mengakses fasilitas kampus.
“Mahasiswa yang mengerjakan skripsi, tesis, maupun disertasi sebaiknya tetap diperbolehkan ke perpustakaan. Penelitian membutuhkan literatur yang kuat, dan tidak semuanya tersedia dalam bentuk digital,” pungkasnya.
Rekomendasi untuk Pemerintah
Berdasarkan pengalamannya, Hidayatullah menyarankan pemerintah untuk menyusun regulasi dan pedoman yang jelas dalam penerapan pembelajaran daring. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua siswa tetap mendapatkan akses yang sama dan kualitas pendidikan tetap terjaga.
Selain itu, ia menekankan pentingnya adanya koordinasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dalam menjalankan kebijakan ini. Dengan demikian, semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal, bahkan dalam situasi krisis.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pembelajaran daring dapat menjadi solusi yang efektif jika dikelola dengan baik dan sesuai dengan prinsip deep learning. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan yang memadai, pendidikan tetap dapat berjalan dengan lancar meskipun dalam situasi krisis.







