Inovasi Pembelajaran Sejarah Bahasa Indonesia dengan Model SUY
Seorang peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Suyadi, telah memperkenalkan model pembelajaran inovatif untuk mata kuliah Sejarah Bahasa Indonesia. Model ini diberi nama Model SUY, yang merupakan akronim dari Seamless, Ubiquitous, dan YouTube-based learning. Model ini dirancang untuk meningkatkan minat dan pemahaman mahasiswa terhadap sejarah bahasa melalui pendekatan berbasis teknologi.
Suyadi, yang juga merupakan mahasiswa doktoral di Universitas Negeri Medan, berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor pada Jumat (30/1/2026). Penelitiannya berangkat dari kekhawatiran akan rendahnya minat mahasiswa terhadap mata kuliah Sejarah Bahasa Indonesia. Dengan Model SUY, ia mencoba menjembatani metode pembelajaran konvensional dengan gaya belajar generasi Z yang lebih dekat dengan teknologi digital.
Fitur Utama Model SUY
Model SUY menggabungkan beberapa elemen penting dalam proses pembelajaran. Pertama, pembelajaran tanpa batas yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Kedua, penggunaan video YouTube sebagai sumber belajar interaktif. Ketiga, integrasi teknologi untuk membuat materi lebih mudah dipahami dan dinikmati oleh mahasiswa.
Produk utama dari penelitian ini adalah situs web bernama KronaBasa. Situs ini berfungsi sebagai platform pembelajaran sejarah bahasa berbasis web. Di dalamnya tersedia peta jejak sejarah digital serta galeri artefak tiga dimensi untuk membantu mahasiswa memahami bukti-bukti sejarah bahasa secara visual.
Pendekatan yang Menarik
Dalam paparannya, Suyadi menjelaskan bahwa model ini dirancang agar materi sejarah dapat dihubungkan dengan bukti fisik dan situs nyata. Contohnya, situs Barus di Tapanuli Tengah dan berbagai prasasti kuno. Hal ini bertujuan untuk membuat materi lebih kontekstual dan relevan bagi mahasiswa.
Selain situs web, penelitian ini juga menghasilkan buku ajar berjudul Jejak Sejarah Bahasa Indonesia: Dari Prasasti Hingga Digital, buku model, serta modul pembelajaran terstruktur. Seluruh perangkat tersebut telah divalidasi oleh lima ahli lintas disiplin, mulai dari arkeologi hingga teknologi pendidikan.
Hasil Validasi dan Uji Coba
Hasil validasi menunjukkan tingkat kevalidan sangat tinggi dengan indeks Aiken’s V mencapai ≥ 0,99. Hal ini menunjukkan bahwa model ini layak diterapkan di perguruan tinggi. Uji coba lapangan dilakukan di tiga kampus di Sumatera Utara, yaitu Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, dan Unimed.
Tingkat kepraktisan penggunaan model menunjukkan kepuasan mahasiswa berada di kisaran 85 hingga 95 persen. Secara kuantitatif, efektivitas model terlihat dari peningkatan nilai mahasiswa. Dari uji paired t-test terhadap 50 mahasiswa, nilai rata-rata meningkat dari 60,2 pada pre-test menjadi 73,4 saat post-test.
Secara kualitatif, model ini juga dinilai mampu meningkatkan antusiasme dan partisipasi mahasiswa dalam diskusi digital. Visualisasi artefak dan narasi video disebut membantu pemahaman materi.
Kontribusi untuk Dunia Akademik
Suyadi menegaskan bahwa pemahaman sejarah bahasa penting untuk memperkokoh jati diri nasional di tengah arus globalisasi. Menurutnya, inovasi ini juga menjadi jawaban atas tantangan marginalisasi bahasa Indonesia oleh bahasa asing.
Ketua Program Studi Teknologi Pendidikan Unimed, Prof Abdul Hamid K., menyebut integrasi ilmu bahasa dan teknologi pendidikan sebagai kontribusi nyata bagi dunia akademik kontemporer. “Temuan ini memberi kerangka kerja baru bagi pengembangan kurikulum di masa depan,” katanya.
Promotor penelitian, Prof Abdul Hasan Saragih, menilai pendekatan yang dilakukan Suyadi bersifat inovatif dan visioner karena mampu menghubungkan dimensi historis bahasa dengan teknologi instruksional modern.
Masa Depan Model SUY
Para penguji internal dan eksternal juga mendorong agar model SUY dapat diintegrasikan lebih lanjut dengan sistem manajemen pembelajaran di perguruan tinggi serta disebarluaskan untuk mendukung kebijakan pendidikan bahasa nasional.
Dengan gelar doktor yang diraihnya, Suyadi menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan KronaBasa sebagai rujukan pembelajaran sejarah bahasa Indonesia berbasis teknologi.







