Kunjungan Kerja Presiden Prabowo ke Inggris dan Swiss
Presiden Joko Widodo baru saja menyelesaikan kunjungan kerja (kunker) luar negeri ke beberapa negara, termasuk Inggris dan Swiss. Dalam kunjungannya tersebut, terdapat berbagai hasil yang signifikan dari diskusi dan negosiasi dengan sejumlah pemimpin negara dan pihak terkait.
Kehadiran di Inggris
Di Inggris, Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Raja Charles III, Perdana Menteri Keir Starmer, Wakil Perdana Menteri David Lammy, serta para pengusaha dan akademisi. Dari pertemuan ini, terdapat tiga kesepakatan utama yang menjadi hasil signifikan:
- Komitmen investasi dari Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 90 triliun.
- Penguatan kerja sama di bidang maritim.
- Kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyepakati komitmen kerja sama pemulihan ekosistem 57 taman nasional di Indonesia bersama Raja Charles III. Kesepakatan ini terjalin setelah pertemuan di London pada Rabu (21/1/2026). Kerja sama ini mencakup dukungan terhadap upaya konservasi yang telah dan sedang berjalan di sejumlah kawasan strategis, seperti Taman Nasional Way Kambas di Lampung dan kawasan Peusangan di Aceh. Kawasan konservasi di Peusangan menggunakan tanah pribadi Presiden Prabowo yang telah diserahkan kepada negara untuk pelestarian lingkungan.
Pertemuan dengan Universitas Inggris
Presiden Prabowo juga bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, antara lain King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, dan University of Edinburgh. Pertemuan ini digelar dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London. Hasil dari pertemuan ini meliputi peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, hingga pertukaran dosen. Selain itu, rencana pembangunan 10 kampus baru di Indonesia juga dibahas. Kampus-kampus ini akan fokus pada bidang kedokteran serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Kunjungan ke Swiss
Di Swiss, Presiden Prabowo menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos. Dalam acara tersebut, ia menandatangani piagam sebagai tanda resmi bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Menlu Sugiono menyatakan bahwa Indonesia menjadi salah satu anggota pendiri (founding members) Dewan Perdamaian. Selain Indonesia, Vietnam juga ikut bergabung meski tidak hadir dalam sesi penandatanganan.
Dewan Perdamaian dibentuk untuk mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pada masa transisi pascakonflik. Pembentukan badan ini merupakan bagian dari Comprehensive Plan to End the Gaza Conflict (20-Point Roadmap) dan telah mendapatkan dukungan Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 2803 (2025). Resolusi ini juga merujuk pada pembentukan struktur pemerintahan Gaza yang bersifat teknokratis dan non-politis melalui National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).
Kehadiran di Prancis
Sementara di Prancis, Presiden Prabowo memenuhi undangan jamuan santap malam pribadi bersama Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée. Jamuan ini berlangsung di ruang Le Salon des Portraits dan diisi oleh berbagai percakapan, termasuk terkait peluang penguatan kerja sama Indonesia–Prancis di berbagai bidang strategis.







