Insiden Kecelakaan Kerja di Waterplace Residence Surabaya
Manajemen Waterplace Residence Surabaya memberikan pernyataan terkait insiden yang menimpa seorang pekerja pembersih kaca saat bertugas menggunakan gondola di Tower B apartemen tersebut, Senin sore (2/3). Dugaan awal menyebutkan bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh gondola yang tidak stabil akibat cuaca ekstrem, yaitu hujan deras dan angin kencang.
Korban bernama ES, 51 tahun, dinyatakan meninggal dunia setelah terjebak di lantai 26. Sebelumnya, ES bersama rekan kerjanya, RB, 56 tahun, terjebak di ketinggian karena kondisi cuaca yang tidak menentu. RB berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara ES tidak berhasil diselamatkan.
“Sebagai perwakilan manajemen, saya mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya saudara ES,” ujar Melly Muryana, Building Manager Water Place Residence, kepada Infomalangraya.com, Selasa (3/3).
Kejadian ini sedang ditangani oleh Polrestabes Surabaya. Manajemen Waterplace Residence menyatakan siap bekerja sama selama proses penyelidikan berlangsung. “Saat ini sudah ditangani kepolisian, selanjutnya kami akan kooperatif mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Untuk informasi lebih lanjut, mohon dikonfirmasi kepada pihak Polrestabes Surabaya,” tambahnya.
Detik-Detik Kecelakaan Viral di Media Sosial
Video detik-detik pekerja gondola terjebak di ketinggian saat cuaca ekstrem viral di media sosial. Dari video yang beredar, tubuh korban beberapa kali terlihat berputar dan membentur dinding kaca gedung. Situasi ini memicu kepanikan warga yang menyaksikan dari bawah.
Kejadian tersebut dilaporkan oleh warga ke petugas Command Center 112 Surabaya pada sekitar pukul 14.12 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Ekky Maulana Nugraha, menjelaskan bahwa ada dua unit gondola yang menggantung pada Senin sore. Masing-masing gondola berisi dua pekerja yang bertugas membersihkan kaca gedung apartemen.
Gondola pertama berhasil turun ke lantai dasar, sementara gondola kedua terjebak di lantai 26. “Gondola kedua saat berada di lantai 26, tidak bisa turun ke bawah dikarenakan sudah terpontang-panting akibat angin kencang dan hujan lebat. Dua pekerja dalam gondola pertama dinyatakan selamat,” ucap Ekky.
Dua pekerja dalam gondola kedua terjebak cukup lama di ketinggian. Keduanya berhasil dievakuasi petugas sekitar pukul 17.25 WIB. Artinya, lebih dari tiga jam mereka menggantung di udara.
“Untuk di gondola kedua, satu pekerja tidak selamat dan satu pekerja selamat dirujuk ke RS William Booth. Korban MD yang tergantung di gondola kedua diduga terpental keluar dari gondola akibat angin kencang,” pungkas Ekky.
Informasi Tambahan
Insiden ini terjadi di area apartemen kawasan Jalan Pakuwon Indah, Lontar Timur, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. ES, 51 tahun, adalah warga Tambak Wedi Baru. RB, 56 tahun, juga merupakan warga Tambak Wedi Baru yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.







