Kemenangan Persebaya Surabaya Tanpa Striker Murni
Persebaya Surabaya berhasil mencatatkan kemenangan penting dalam laga melawan Bali United. Hasil ini tidak hanya memperkuat posisi mereka di klasemen, tetapi juga menunjukkan fleksibilitas taktik dan kekuatan mental tim yang tangguh.
Kemenangan 3-1 atas Bali United dalam pertandingan Super League musim 2025/2026 menjadi bukti bahwa Persebaya Surabaya mampu menghadapi situasi sulit. Bahkan tanpa striker murni, mereka tetap mampu meraih poin penuh dari kandang lawan.
Kondisi Sulit dan Penyesuaian Taktik
Persebaya Surabaya harus bermain tanpa striker murni sejak menit ke-39 setelah Mihailo Perovic ditarik keluar. Hal ini memaksa pelatih Bernardo Tavares melakukan penyesuaian strategi. Meskipun dalam kondisi yang tidak ideal, Persebaya tetap berani bermain agresif dengan mengandalkan pemain non-striker sebagai ujung tombak serangan.
Tavares mengakui bahwa atmosfer pertandingan sangat menantang. Beberapa pemain terpaksa keluar akibat cedera, tetapi hal itu justru memunculkan sisi lain kekuatan Persebaya Surabaya. Pemain menunjukkan pemahaman taktik dan kerja sama yang solid untuk saling menutupi kekurangan di lini depan.
Efektivitas Serangan dan Statistik Menarik
Meski hanya menguasai bola 32 persen, Persebaya Surabaya mampu mencatatkan expected goals (xG) sebesar 3.0. Angka ini lebih tinggi dibanding Bali United yang hanya mencatatkan xG 2.1. Dari 13 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran dan berujung pada tiga gol bagi Persebaya Surabaya.
Akurasi tembakan Persebaya Surabaya mencapai 47 persen, jauh di atas Bali United yang hanya 22 persen. Data ini menegaskan bagaimana Green Force mampu memaksimalkan setiap peluang yang didapat.
Kehilangan Bola dan Pertahanan Solid
Dalam aspek bertahan, Persebaya Surabaya tampil disiplin dan penuh determinasi. Catatan 38 intersep dan 27 sapuan menunjukkan keseriusan pemain dalam menjaga keunggulan. Bali United mencoba menekan melalui umpan-umpan pendek dengan total 406 operan, tetapi solidnya organisasi pertahanan Persebaya Surabaya membuat akurasi umpan tinggi tersebut tidak berbuah maksimal.
Persebaya Surabaya kalah dalam jumlah umpan sukses, hanya mencatatkan 152 dari 279 percobaan. Namun, setiap aliran bola cenderung lebih vertikal dan langsung mengancam. Catatan kehilangan bola Persebaya Surabaya yang hanya satu kali juga menjadi sorotan menarik. Statistik ini memperlihatkan kedewasaan permainan dan pengambilan keputusan yang tepat di situasi sulit.
Duel Udara dan Klasemen Sementara
Dalam duel udara, kedua tim relatif berimbang dengan masing-masing mencatatkan 20 duel. Persebaya Surabaya unggul tipis dalam efektivitas dengan sembilan duel udara sukses. Kemenangan ini mengantar Persebaya Surabaya bertahan di peringkat kelima klasemen sementara. Green Force kini mengoleksi 35 poin dan terus menempel ketat tim-tim di atasnya.
Sebaliknya, Bali United harus puas tertahan di posisi kedelapan dengan raihan 28 poin. Kekalahan kandang ini menjadi pekerjaan rumah bagi lini pertahanan Serdadu Tridatu.
Konsistensi dan Fleksibilitas Tim
Bagi Bernardo Tavares, hasil ini menjadi bukti perkembangan mental tim asuhannya. Persebaya Surabaya dinilai semakin matang dalam menghadapi tekanan, baik dari lawan maupun kondisi internal. Krisis cedera yang melanda tim tidak dijadikan alasan untuk menurunkan target. Justru situasi tersebut memacu pemain lain untuk tampil lebih bertanggung jawab.
Menang tanpa striker murni juga menunjukkan fleksibilitas skuad Persebaya Surabaya musim ini. Banyak pemain mampu bermain di berbagai peran tanpa mengurangi efektivitas tim. Pendekatan kolektif menjadi ciri khas permainan Persebaya Surabaya di bawah Tavares. Setiap pemain berkontribusi, baik dalam bertahan maupun membangun serangan.
Kemenangan atas Bali United memberi pesan kuat kepada para pesaing. Persebaya Surabaya bukan hanya tim dengan materi pemain, tetapi juga dengan karakter dan mental juara. Menarik menantikan bagaimana Bernardo Tavares memaksimalkan skuadnya di tengah badai cedera yang belum sepenuhnya mereda. Jika konsistensi ini terjaga, peluang Persebaya Surabaya untuk terus bersaing di papan atas Super League terbuka lebar.







