Penetapan Tarif Listrik April 2026
Pemerintah telah menetapkan tarif listrik yang berlaku mulai 1 April 2026. Tarif ini mengacu pada kuartal II-2026, yaitu periode April hingga Juni 2026. Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan ekonomi yang matang, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang perayaan Lebaran.
Perhitungan dan Dasar Hukum
Penetapan tarif listrik April 2026 merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024. Dalam regulasi tersebut, tarif listrik pelanggan non-subsidi dievaluasi setiap tiga bulan. Perhitungan dilakukan berdasarkan indikator ekonomi makro seperti nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, dan harga batu bara acuan (HBA).
Untuk kuartal II-2026, data yang digunakan adalah periode November 2025 hingga Januari 2026 dengan rincian sebagai berikut:
– Kurs: Rp 16.743,46 per dollar AS
– ICP: 62,78 dollar AS per barel
– Inflasi: 0,22 persen
– HBA: 70 dollar AS per ton.
Meski secara teori tarif bisa berubah, pemerintah memutuskan untuk mempertahankannya. Langkah ini bertujuan tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga mendukung daya saing industri dalam situasi ketidakpastian ekonomi global.
Rincian Tarif Listrik Per kWh
Tarif listrik yang berlaku sebenarnya sama antara pelanggan prabayar dan pascabayar, sesuai dengan golongan daya masing-masing. Perbedaannya hanya terletak pada sistem pembayaran. Pelanggan prabayar harus membeli token listrik terlebih dahulu, sedangkan pelanggan pascabayar membayar tagihan setelah pemakaian.
Berikut daftar tarif listrik per kWh yang berlaku mulai 1 April 2026:
- Rumah tangga non-subsidi
- 900 VA: Rp 1.352 per kWh
- 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
≥6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh
Bisnis dan pemerintah
- B-2/TR (6.600 VA–200 kVA): Rp 1.444,70 per kWh
- P-1/TR (kantor pemerintah): Rp 1.699,53 per kWh
P-3/TR (penerangan jalan umum): Rp 1.699,53 per kWh
Pelanggan subsidi
- 450 VA: Rp 415 per kWh
- 900 VA bersubsidi: Rp 605 per kWh
- 900 VA RTM: Rp 1.352 per kWh
- 1.300–2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- ≥3.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
Tarif listrik ini berlaku untuk seluruh pelanggan PLN tanpa adanya perubahan. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kenaikan tarif listrik dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Keputusan pemerintah untuk mempertahankan tarif listrik hingga Juni 2026 diharapkan dapat memberikan stabilitas bagi masyarakat dan industri. Dengan penyesuaian yang dilakukan secara berkala, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.







