Hasil Laga Italia Vs Irlandia Utara Skor 2-0
Italia berhasil melaju ke final play-off Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Irlandia Utara dengan skor 2-0. Sandro Tonali menjadi bintang utama dalam pertandingan ini, dengan mencetak satu gol dan memberikan assist untuk Moise Kean yang sukses melewati pertahanan lawan.
Tim Azzurri memasuki pertandingan penting ini tanpa beberapa pemain kunci seperti Federico Chiesa, Mattia Zaccagni, Giovanni Di Lorenzo, dan Gianluca Scamacca. Namun, Alessandro Bastoni dan Matteo Politano pulih dari cedera dan dapat bermain sebagai starter.
Di sisi lain, Irlandia Utara kehilangan tiga pemain kunci yaitu Ali McCann, Conor Bradley, dan Daniel Ballard. Mereka lolos ke babak play-off sebagian besar berkat hasil mereka di Nations League.
Pemenang dari pertandingan ini akan menghadapi Wales atau Bosnia dan Herzegovina di final play-off tandang pada 31 Maret.
Perjalanan Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan tekanan dari Italia. Federico Dimarco dua kali menguji kemampuan kiper Irlandia Utara, termasuk tendangan setengah voli keras yang berhasil ditepis di tiang dekat dan mengenai Mateo Retegui.
Ethan Galbraith terpeleset saat serangan balik dan melepaskan tembakan langsung ke arah Gianluigi Donnarumma padahal seharusnya ia mengoper bola ke Isaac Price. Tendangan menyudut Retegui juga berhasil diblokir oleh Ruari McConville, sementara sundulan Bastoni dibelokkan sedikit melebar setelah mengenai Brodie Spencer.
Moise Kean melepaskan tembakan tinggi dan melebar dari tepi kotak penalti, sementara Bastoni menyundul bola melewati mistar gawang dari tendangan sudut lainnya. Upaya Retegui langsung mengarah ke kiper, kemudian setelah babak kedua dimulai, percobaan Riccardo Calafiori dengan kaki kanannya yang kurang dominan dibelokkan ke pelukan Pierce Charles.
Retegui seharusnya mencetak gol ketika ia mendapat peluang emas di tengah lapangan akibat kesalahan Irlandia Utara, tetapi sentuhan pertamanya buruk dan ia menabrak kiper. Beberapa saat kemudian, Charles berhasil menepis tendangan sudut Kean dengan ujung jarinya.
Tekanan itu membuahkan hasil, ketika umpan silang Politano disundul oleh Isaac Price ke tepi kotak penalti, di mana Tonali membiarkannya memantul lalu melepaskan tembakan keras dan rendah dengan kaki kanannya dalam tendangan setengah voli.
Rekap Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026
Berikut adalah rekap hasil kualifikasi Piala Dunia 2026:
Semifinal
1. Wales vs Bosnia & Herzegovina: 1-1 (penalty 2-4)
2. Italia vs Ireland Utara: 2-0
3. Ukraina vs Swedia: 1-3
4. Polandia vs Albania: 2-1
5. Slovakia vs Kosovo: 3-4
6. Turki vs Rumania: 1-0
7. Ceko vs Irlandia: 2-2 (penalty 4-3)
8. Denmark vs Macedonia Utara: 4-0
Final
Rabu (01/04/2026) Pukul 01.45 WIB
– Bosnia & Herzegovina vs Italia
– Ceko vs Denmark
– Kosovo vs Turki
– Swedia vs Polandia
Bosnia dan Herzegovina menjadi lawan Italia selanjutnya di babak play-off Piala Dunia 2026. Tim nasional Edin Dzeko berhasil menyingkirkan Wales melalui adu penalti, mereka adalah lawan terakhir Azzurri dalam perjalanan menuju Piala Dunia.
Lawan Italia di Babak Play-Off
Bosnia dan Herzegovina akan menjadi lawan Italia dalam pertandingan pada Selasa, 31 Maret 2026 mendatang. Ya, rintangan terakhir bagi Azzurri sebelum memastikan kualifikasi Piala Dunia 2026, yang dijadwalkan berlangsung dari 10 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Tim Azzurri telah menyingkirkan Irlandia Utara, sementara Bosnia dan Herzegovina telah mengalahkan Wales asuhan Craig Bellamy. Manajer Bosnia adalah Sergej Barbarez yang berusia 54 tahun, mantan striker yang aktif dari awal 1990-an hingga awal 2000-an dan pemain asing dengan penampilan terbanyak di Bundesliga.
Ia telah memimpin tim nasional Bosnia sejak April 2024; dalam 20 pertandingan, ia telah memenangkan 6, seri 5, dan kalah 8.
Bosnia dan Herzegovina adalah tim yang mengandalkan fisik tinggi rata-rata 1,85 m dan memanfaatkan kemampuan sundulan dan kekuatan fisik dalam tekel. Salah satu persyaratan manajer adalah kecepatan permainan, yang dicapai melalui perebutan bola cepat dan umpan vertikal untuk segera mengubah situasi defensif menjadi menyerang.
Selain itu, peran kunci dalam filosofi sepak bola Barbarez adalah peran gelandang tengah dalam susunan pemain khas manajer. Pemain yang dimaksud adalah mantan pemain Roma Benjamin Tahirovic, yang sekarang bermain di Brøndby di Denmark, dan Armin Gigović dari Young Boys – yang dituntut untuk melakukan pengorbanan yang signifikan dan bermain dengan intensitas tinggi.
Timnas Italia harus mewaspadai Edin Dzeko, yang mana saat ini berusia 40 tahun, serta masih menjadi kekuatan pendorong Bosnia dan Herzegovina. Dzeko juga mantan striker AS Roma dan Inter Milan inilah yang mencetak gol di menit ke-89 yang membawa pertandingan ke babak perpanjangan waktu dan kemudian ke adu penalti.
Saat ini ia bermain untuk Schalke di divisi dua Jerman dan, setelah bergabung pada bulan Januari, telah mencetak enam gol ditambah tiga assist dalam delapan pertandingan.
Selain itu, ada pula nama Kerim Alajbegovic yang wajib diperhatikan dan bukan hanya karena penalti kemenangan yang menyingkirkan Wales. Seorang pemain sayap dan salah satu permata terbaru Salzburg, pemain berusia 18 tahun lahir pada tahun 2007. Kerim sendiri sedang menorehkan namanya di liga Austria.
Skuad ini juga termasuk dua pemain yang bermain di Serie A, Sead Kolasinac (Atalanta) dan Tarik Muharemovic (Sassuolo).







