Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kisah Anak-anak Pengungsi Gempa Sangihe yang Dapat Makanan dan Balita Diberi Bubur

    13 Juni 2026

    Emosi Polisi Tampar Badut Jalanan Rembang di Tuban: Bau Alkohol Tercium

    13 Juni 2026

    Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Kapan Mulai?

    13 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 13 Juni 2026
    Trending
    • Kisah Anak-anak Pengungsi Gempa Sangihe yang Dapat Makanan dan Balita Diberi Bubur
    • Emosi Polisi Tampar Badut Jalanan Rembang di Tuban: Bau Alkohol Tercium
    • Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Kapan Mulai?
    • Intuisi Ibu Bilqis Saat Putrinya Ditemukan Tewas Di Rumah
    • 50 Soal Ujian Aswaja dengan Kunci Jawaban
    • Gigi berlubang memengaruhi kesehatan anak? Cari tahu fakta pentingnya!
    • Harga cabai anjlok, Bapanas siapkan penyerapan telur dan ayam
    • Tujuh destinasi liburan hemat untuk keluarga di Kota Meksiko
    • Gempa M7,7 Guncang Manado, Warga Panik Saat Bencana Melanda
    • Rupiah turun ke Rp 18.000, industri waspadai risiko inflasi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kajian Islam»Waktu Al-Qur’an Berlalu

    Waktu Al-Qur’an Berlalu

    adm_imradm_imr31 Maret 20262 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perhatian terhadap Al-Qur’an Setelah Bulan Ramadan

    Bulan Ramadan, yang dikenal sebagai bulan Al-Qur’an, telah berlalu. Di bulan ini, umat Islam lebih aktif dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an dibandingkan bulan-bulan biasa. Banyak dari mereka berusaha mengkhatamkan Al-Qur’an baik secara perorangan maupun berjamaah. Proses ini sering disebut dengan “tadarus”, meskipun sebenarnya tadarus merujuk pada studi atau pembelajaran mendalam tentang isi dan makna Al-Qur’an. Istilah lain yang digunakan adalah tadabbur.

    Namun, tidak semua kegiatan tadarus dilakukan dengan cara yang sesuai. Ada sebagian umat Islam yang terlalu bersemangat hingga melakukan tadarus dengan cara yang berlebihan. Misalnya, membaca Al-Qur’an secara bergiliran di masjid atau langgar menggunakan mikrofon, mulai dari setelah salat Tarawih hingga larut malam. Bahkan ada yang sampai jam 01.00 malam, lalu kembali dengan memutar kaset bacaan Al-Qur’an atau bagarakan sahur hingga waktu imsak, salat Subuh, dan ceramah. Hal ini justru bisa mengganggu masyarakat sekitar yang sedang beristirahat atau melaksanakan salat malam.

    Setelah Ramadan berlalu, apakah kita masih memperhatikan Al-Qur’an? Apakah kita kembali membacanya? Jika tidak diwajibkan dalam salat, mungkin ada di antara kita yang sama sekali tidak membaca Al-Qur’an. Kita tidak tergugah untuk memahami isi dan maknanya, sehingga tidak dapat mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an.

    Apakah di rumah Anda sudah tersedia kitab suci Al-Qur’an? Jika belum, cobalah untuk membelinya. Ada sebuah kisah tentang sebuah rumah muslim yang ketika salah satu penghuninya meninggal, ternyata di rumah itu tidak ada kitab suci Al-Qur’an. Yang ditemukan hanya kartu domino satu pak. Ini menunjukkan bahwa memiliki Al-Qur’an bukanlah hal yang wajib, tetapi harus diupayakan.

    Jika Anda sudah memiliki Al-Qur’an, kapan Anda membelinya? Mungkin hanya warisan dari almarhum datuk, dengan kulit yang rusak dan beberapa lembar pertama serta akhir sudah robek. Mushaf seperti ini perlu diganti, dan yang lama boleh dibakar jika tidak bisa dimanfaatkan lagi.

    Selain itu, sudahkah kita mewariskan nilai-nilai Al-Qur’an kepada anak cucu kita? Apakah kita mengajarkan mereka membaca Al-Qur’an, membimbing dan mengamalkannya?

    Seorang sahabat bernama Ibnu Mas’ud (w. 33 H/655 M) dikenal sebagai sosok yang sederhana, tenang, dan tenteram. Ia ahli dalam ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadits. Nabi Muhammad SAW pernah memberinya janji masuk surga. Pernah menjadi bendahara di Kufah pada masa pemerintahan Umar, namun dipecat saat pemerintahan Utsman.

    Suatu hari, Ibnu Mas’ud sakit parah hingga nyaris meninggal. Utsman bin Affan, khalifah pada masa itu, mengunjunginya dan bertanya, “Apa yang kamu derita dan keluhkan?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Tidak ada, kecuali dosa-dosaku.” Utsman bertanya lagi, “Apakah ada keinginan yang bisa aku bantu?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Tidak ada, yang aku inginkan hanyalah Rahmat Tuhanku.”

    Utsman bertanya lagi, “Bolehkah aku panggilkan dokter?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Tidak perlu!” Utsman berkata, “Bolehkah aku berikan hadiah?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Tidak perlu!” Utsman bertanya lagi, “Mungkin akan bermanfaat bagi anak-anak perempuanmu jika kamu meninggal dunia.” Ibnu Mas’ud menjawab, “Rupanya khalifah khawatir anak-anakku akan menderita kefakiran? Tidak, karena aku sudah menyuruh mereka membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam. Aku pernah mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Barang siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, niscaya tidak akan ditimpa kefakiran selama-lamanya.’”

    Ibnu Mas’ud telah mewariskan Al-Qur’an kepada anak-anaknya, bukan hanya mushafnya saja, tetapi juga membaca dan mengamalkannya. Nabi SAW juga memerintahkan kita untuk selalu memperbanyak membaca Al-Qur’an, sebagaimana sabdanya, “Perbanyaklah membaca Al-Qur’an. Sesungguhnya, rumah yang tak ada orang membaca Al-Qur’an di dalamnya akan sedikit sekali dijumpai kebaikan di rumah tersebut, dan penghuninya selalu merasa susah dan sempit.” (HR. ad-Daruqutni).

    Dalam hadits lain, Nabi SAW bersabda, “Rumah yang dibacakan Al-Qur’an, (1) akan terasa luas bagi penghuninya, (2) dan akan dihadiri/dipenuhi oleh para malaikat, (3) setan akan pergi meninggalkan rumah tersebut, (4) dan akan banyak kebaikan dalam rumah tersebut.” (HR. Muslim)

    Kisah-kisah ini menjadi renungan bagi kita, bagaimana seharusnya perhatian kita terhadap Al-Qur’an sesudah Ramadan berlalu.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    50 Soal Ujian Aswaja dengan Kunci Jawaban

    By adm_imr13 Juni 20260 Views

    50 Soal Ujian Muhammadiyah dengan Kunci Jawaban Lengkap

    By adm_imr13 Juni 20262 Views

    Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat Lengkap Manfaatnya

    By adm_imr12 Juni 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kisah Anak-anak Pengungsi Gempa Sangihe yang Dapat Makanan dan Balita Diberi Bubur

    13 Juni 2026

    Emosi Polisi Tampar Badut Jalanan Rembang di Tuban: Bau Alkohol Tercium

    13 Juni 2026

    Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Kapan Mulai?

    13 Juni 2026

    Intuisi Ibu Bilqis Saat Putrinya Ditemukan Tewas Di Rumah

    13 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?