Penanganan PMK di Kabupaten Jombang
Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini mengambil langkah-langkah penting untuk menangani wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali muncul. Dinas Peternakan (Disnak) setempat telah mempercepat vaksinasi massal terhadap ternak, dengan penerimaan 18.000 dosis vaksin PMK tahap pertama dari pemerintah pusat.
Vaksinasi ini dilakukan oleh 13 tim vaksinator yang diterjunkan ke seluruh kecamatan sejak Senin (2/2/2026). Kepala Disnak Kabupaten Jombang, Moch. Saleh, menyatakan bahwa vaksinasi merupakan langkah penting dalam memutus rantai penularan PMK. Ia menjelaskan bahwa alokasi vaksin PMK tahap pertama dari APBN untuk Kabupaten Jombang sebanyak 18.000 dosis, yang langsung diberikan kepada ternak sapi, kambing, dan domba di seluruh wilayah Jombang.
“Kami tekankan, pada musim hujan seperti sekarang ternak sangat rentan terserang PMK. Karena itu, kami berharap seluruh peternak di Jombang memanfaatkan program vaksinasi ini, terutama bagi ternak sapi,” ujarnya.
Program vaksinasi akan dilakukan secara bertahap selama Februari 2026, dan akan dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya sesuai dengan ketersediaan vaksin. Disnak juga mengimbau para peternak untuk aktif mendukung program tersebut dengan memastikan ternaknya divaksin. Lokasi prioritas meliputi Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung.
Faktor Penyebab Kembali Munculnya PMK
Beberapa faktor yang memicu kembali munculnya kasus PMK di Jombang dan sejumlah daerah di Jawa Timur. Faktor utama adalah kondisi cuaca ekstrem pada musim penghujan yang menyebabkan lingkungan menjadi lembap, sehingga virus PMK lebih mudah berkembang.
Selain faktor cuaca, masih adanya populasi ternak rentan, khususnya pedet atau anak sapi yang belum mendapatkan vaksinasi, juga menjadi penyebab. Ditambah lagi dengan lalu lintas ternak dari luar daerah yang tidak disertai kejelasan status kesehatan maupun riwayat vaksinasi, sehingga berpotensi membawa virus ke wilayah Jombang.
“Kami akan terus melakukan pengawasan lalu lintas ternak serta mengintensifkan edukasi kepada peternak guna menekan penyebaran PMK secara berkelanjutan,” pungkas Saleh.
Data Kasus PMK di Kabupaten Jombang
Hingga pertengahan Januari 2026, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang mencatat puluhan kasus PMK yang menyerang ternak berkuku belah. Dari data Dinas Peternakan Jombang, per hari Kamis (15/1/2026), total sebanyak 32 ekor sapi dilaporkan terkonfirmasi positif. Penyakit ini dikenal memiliki tingkat penularan tinggi dan berisiko menjangkiti sapi, kerbau, kambing, hingga domba.
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Peternakan, sebaran kasus PMK meliputi 10 kecamatan. Kecamatan Jogoroto menyumbang 15 kasus, disusul Kecamatan Jombang dan Kecamatan Perak masing-masing tiga kasus. Sementara Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Bareng, Gudo, dan Sumobito masing-masing dua kasus. Adapun Kudu, Mojowarno, dan Peterongan tercatat satu kasus per kecamatan.
Langkah-Langkah Pencegahan
Untuk menekan penyebaran PMK, Disnak Jombang juga mengajak para peternak untuk lebih waspada dan aktif dalam memantau kesehatan ternak mereka. Selain itu, pihak dinas akan terus meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas ternak dari luar daerah, serta memberikan edukasi tentang pentingnya vaksinasi dan cara pencegahan penyebaran PMK.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meminimalisir risiko wabah PMK dan menjaga kesehatan ternak di wilayah Jombang.







