Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta

    13 Juli 2026

    PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026

    12 Juli 2026

    Daya Ledak Tinggi! Ini Alasan Madura United Incar Gali Freitas dari Persebaya Surabaya

    12 Juli 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 23 Juli 2026
    Trending
    • Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta
    • PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026
    • Daya Ledak Tinggi! Ini Alasan Madura United Incar Gali Freitas dari Persebaya Surabaya
    • Harga saham BACH melonjak di BEI, ARA siap bertahan jika naik ke level ini
    • Karina Ranau Memaafkan Terduga Pelaku, Tapi Minta Proses Hukum Berlanjut
    • Qari Kaltim Juara Dunia di Malaysia, Bukti Peningkatan Pesat Pembinaan Al-Qur’an
    • Orang yang Suka Sendirian Punya 6 Hobi yang Membuat Mereka Bahagia
    • Manfaat Kopi Pagi: Rekomendasi Tempat Nongkrong di Kendari
    • Tujuh Keunggulan VinFast VF MPV 7, Pilihan Mobil Listrik Keluarga Indonesia
    • Ada Perbedaan, Taqwaddin Minta Advokat Pahami KUHAP 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kesehatan»Terapi oral jadi solusi obesitas yang diminati

    Terapi oral jadi solusi obesitas yang diminati

    adm_imradm_imr7 Februari 20263 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penurunan Berat Badan dalam Bentuk Pil Menjadi Tren Baru

    Terapi obesitas dalam bentuk pil mulai menarik perhatian luas seiring meningkatnya kebutuhan pengobatan yang lebih praktis dan mudah diterima pasien. Minat terhadap obat oral dinilai sebagai respons atas keterbatasan terapi suntikan yang selama ini masih menimbulkan kendala psikologis dan kepatuhan pengobatan, terutama untuk penggunaan jangka panjang.

    Masalah obesitas sendiri kian menguat sebagai isu kesehatan publik di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi obesitas pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai 23,4 persen, naik dari 21,8 persen pada 2018. Sementara itu, obesitas sentral pada penduduk usia 15 tahun ke atas tercatat sebesar 36,8 persen, menandakan tingginya risiko penyakit kronis akibat penumpukan lemak di perut.

    Obesitas kerap menjadi pintu masuk berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus tipe 2, hipertensi, hingga penyakit jantung. Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga membebani keluarga dan sistem layanan kesehatan akibat meningkatnya biaya pengobatan dan menurunnya produktivitas.

    Dalam praktik medis, kepatuhan pasien menjalani terapi jangka panjang masih menjadi tantangan. Salah satu faktor yang sering dikeluhkan adalah ketidaknyamanan metode suntikan. Rasa takut terhadap jarum suntik membuat sebagian pasien menghentikan pengobatan sebelum mencapai hasil optimal.

    Kondisi ini mendorong meningkatnya minat terhadap terapi oral. Obat berbentuk pil dinilai lebih ramah bagi pasien karena mudah dikonsumsi dan lebih menyatu dengan rutinitas harian. Preferensi ini juga tercermin dalam tren global, khususnya di Amerika Serikat.

    Awal 2026 menjadi momentum penting dengan diperkenalkannya terapi penurun berat badan berbentuk pil sebagai alternatif obat suntik. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Wegovy versi oral, produk dari perusahaan farmasi Novo Nordisk.

    Berdasarkan data IQVIA yang dikutip Reuters pada 23 Januari 2026, Wegovy versi tablet mencatat 18.410 resep pada pekan penuh pertama yang berakhir 16 Januari 2026. Bahkan, dalam empat hari awal sejak peluncuran pada 5 Januari, tercatat 3.071 resep. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme pasien terhadap terapi obesitas berbentuk pil.

    “Wegovy oral dipasarkan di Amerika Serikat dengan skema pembiayaan mandiri atau self-pay, mengingat sebagian besar asuransi belum menanggung obat penurun berat badan,” tulis laporan data dari IQVIA tersebut, dikutip Rabu (4/2).

    Harga dosis awal 1,5 mg dan 4 mg dipatok sebesar USD 149 per bulan, sedangkan dosis pemeliharaan 9 mg dan 25 mg dijual sekitar USD 299 per bulan. Perusahaan juga merencanakan penyesuaian harga dosis 4 mg menjadi USD 199 per bulan setelah pertengahan April.

    Distribusi obat ini dilakukan melalui jaringan apotek besar seperti CVS dan Costco, serta platform layanan kesehatan digital seperti Ro, LifeMD, WeightWatchers, dan GoodRx. Pola ini mencerminkan perubahan layanan kesehatan yang semakin mengutamakan kemudahan akses bagi pasien.

    “Respons positif juga terlihat di pasar modal. Saham Novo Nordisk di Denmark tercatat naik sekitar 6,5 persen pada 16 Januari 2026, mencapai level tertinggi sejak September. Investor menilai capaian awal resep sebagai sinyal kuat besarnya potensi pasar terapi obesitas oral,” lapor data tersebut.

    Kedepan, persaingan di pasar obat obesitas diperkirakan semakin ketat. Sejumlah perusahaan farmasi lain tengah mengembangkan obat sejenis dalam bentuk pil yang masih menunggu persetujuan regulator, dengan salah satu keputusan dijadwalkan pada April 2026.

    Bagi Indonesia, tren global ini memiliki relevansi tinggi. Dengan angka obesitas yang terus meningkat, terapi oral dinilai lebih sesuai dengan kebiasaan masyarakat yang telah lama akrab dengan obat berbentuk pil. Selain itu, obat oral lebih mudah didistribusikan karena tidak memerlukan penyimpanan rantai dingin, sehingga lebih cocok untuk wilayah dengan kondisi geografis yang beragam.

    Meski demikian, para pengamat menegaskan bahwa inovasi obat bukan solusi tunggal. Pengendalian obesitas tetap membutuhkan pendekatan menyeluruh, termasuk perubahan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan.

    Aspek keterjangkauan juga menjadi catatan penting. Jika terapi oral obesitas tersedia di Indonesia, diperlukan kajian mendalam terkait regulasi, harga, dan potensi integrasinya ke dalam sistem layanan kesehatan nasional. Dengan strategi yang tepat, terapi oral dapat menjadi bagian dari upaya jangka panjang menekan laju penyakit tidak menular di Tanah Air.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Orang yang Suka Sendirian Punya 6 Hobi yang Membuat Mereka Bahagia

    By adm_imr12 Juli 20262 Views

    11 Tugas Harian Sederhana untuk Produktivitas dan Kehidupan Teratur

    By adm_imr12 Juli 20261 Views

    7 Penyebab Obesitas pada Ibu Hamil, Perhatikan Pola Makan!

    By adm_imr12 Juli 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Protes Piala Soeratin 2026: Calon Peserta di Malang Keberatan Biaya Pendaftaran Rp3,25 Juta

    13 Juli 2026

    PWI Bulungan raih 22 medali, finis ketiga Porwada II Kaltara 2026

    12 Juli 2026

    Daya Ledak Tinggi! Ini Alasan Madura United Incar Gali Freitas dari Persebaya Surabaya

    12 Juli 2026

    Harga saham BACH melonjak di BEI, ARA siap bertahan jika naik ke level ini

    12 Juli 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?