Persebaya Surabaya akan menghadapi Dewa United dalam laga yang sangat menarik di pekan ke-19 Super League. Laga ini menjadi momen penting bagi Persebaya yang ingin meraih kemenangan kelima beruntun sekaligus memutus tren negatif melawan Dewa United.
Persebaya Surabaya sedang dalam performa yang stabil dan terus meningkat. Dalam empat pertandingan terakhir, mereka berhasil mengalahkan Persijap Jepara, Madura United, Malut United, dan PSIM Yogyakarta. Hanya sekali kebobolan dalam rentetan tersebut, menunjukkan solidnya lini belakang Green Force.
Lini pertahanan Persebaya Surabaya tampil disiplin dan efisien. Skema reaktif yang diterapkan oleh pelatih Bernardo Tavares membuat tim ini mampu mematikan serangan lawan saat mendapat ruang untuk serangan balik. Namun, tantangan berat tetap menanti karena Dewa United datang dengan kepercayaan diri tinggi.
Dewa United telah meraih dua kemenangan beruntun atas Persijap Jepara dan Arema FC tanpa kebobolan. Mereka juga memiliki modal psikologis kuat dari catatan pertemuan sebelumnya. Meskipun Persebaya Surabaya terakhir kali menang pada 2023, musim lalu justru kalah telak 0-3 di kandang sendiri.
Perbedaan filosofi bermain antara kedua tim membuat laga ini semakin menarik. Persebaya Surabaya mengandalkan organisasi bertahan yang rapat, sementara Dewa United lebih ofensif dengan dominasi penguasaan bola.
Bernardo Tavares menyadari kualitas lawan yang dihadapi. Ia menekankan pentingnya fokus sepanjang pertandingan. “Jika kami ingin mengubah ini, kami harus menjadi tim yang kuat di lapangan, fokus di setiap momen, baik saat menguasai bola maupun tidak,” ujarnya.
Ia juga memberi perhatian khusus kepada pemain kunci Dewa United. “Tentunya kami tidak boleh memberi kesempatan pemain yang bisa merubah penampilan atau pemain penentu Dewa United untuk melepaskan tembakan,” tambahnya.
Dari sisi lawan, Jan Olde Riekerink mengakui bahwa laga di Gelora Bung Tomo bukan tantangan mudah. “Besok akan jadi pertandingan yang sulit, mungkin lebih sulit daripada yang di awal musim, tetapi pelan-pelan Dewa United juga kembali ke identitas dan cara bermain yang kami inginkan,” katanya.
Riekerink menilai pertandingan ini menjadi tolok ukur perkembangan timnya. “Saat ini saya rasa kami sudah lebih baik dan besok akan menjadi cerminan sejauh mana Dewa United di musim ini,” ujarnya.
Secara taktikal, Persebaya Surabaya diprediksi tetap setia dengan formasi 4-2-3-1. Ernando Ari akan menjadi palang pintu terakhir dengan dukungan lini belakang yang solid dan pekerja keras. Trio MBG, yakni Malik Risaldi, Bruno Moreira, dan Gali Freitas, kembali menjadi tumpuan utama di lini depan.
Kehadiran Francisco Rivera di belakang penyerang memberi Persebaya Surabaya kreativitas tambahan. Sementara Toni Firmansyah dan Milos Raickovic berperan penting menjaga keseimbangan transisi bertahan dan menyerang.
Dewa United datang dengan formasi 4-3-3 yang menekankan dominasi lini tengah. Alexis Messidoro menjadi otak permainan dengan dukungan Ricky Kambuaya dan Gio Numberi yang agresif dalam duel. Lini depan Dewa United diisi nama-nama berpengalaman seperti Stefano Lilipaly, Alex Martins, dan Taisei Marukawa.
Dari catatan performa terkini, Persebaya Surabaya tampak lebih stabil dan efisien. Empat kemenangan beruntun dengan tiga nirbobol menunjukkan kematangan permainan Green Force. Dewa United memang impresif dalam dua laga terakhir, namun sempat kehilangan poin pada beberapa pertandingan tandang sebelumnya.
Faktor atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo berpotensi memberi tekanan tambahan bagi tim tamu. Prediksi Persebaya Surabaya vs Dewa United mengarah pada kemenangan tuan rumah jika mampu menjaga disiplin dan memaksimalkan transisi cepat.
Bernardo Tavares diprediksi menyiapkan perangkap dengan menunggu Dewa United lengah saat menyerang. Dengan komposisi ideal dan momentum yang tepat, Persebaya Surabaya punya peluang besar mengakhiri dominasi Dewa United. Prediksi skor mengarah pada kemenangan meyakinkan Persebaya Surabaya 3-0 atas Dewa United.







