Perkembangan Performa Leicester City di Championship Inggris
Leicester City akan menghadapi pertandingan penting melawan Oxford United dalam lanjutan kompetisi Championship Inggris. Pertandingan ini akan berlangsung pada hari Sabtu (24/1/2026) pukul 22.00 WIB, di King Power Stadium. Sebagai tim tuan rumah, Leicester City memiliki peluang besar untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara Championship.
Saat ini, Leicester City berada di peringkat ke-14 klasemen sementara Championship. Meski hanya menelan dua kekalahan dalam lima laga terakhir, performa yang tidak konsisten sepanjang musim membuat posisi manajer Marti Cifuentes tetap menjadi sorotan. Tim The Foxes belum mampu mencatatkan kemenangan beruntun di Championship sejak akhir November. Dari tujuh laga terakhir di kasta kedua sepak bola Inggris, mereka hanya mengoleksi tujuh poin, yang membuat jarak dengan zona playoff semakin melebar.
Pada laga terakhir, Leicester harus menelan kekecewaan usai menyia-nyiakan keunggulan babak pertama dan kalah 1-2 dari pemuncak klasemen Coventry City. Namun, satu poin dramatis di markas Wrexham pada pertengahan pekan lalu setidaknya memberi sedikit suntikan moral. Hasil tersebut membuat Leicester kini terpaut delapan poin dari posisi kelima dan lima poin dari Preston North End yang menempati batas akhir zona playoff.
Meskipun demikian, performa kandang menjadi salah satu kekuatan utama Leicester musim ini. Bermain di King Power Stadium, Leicester telah mengumpulkan 22 poin dari 13 pertandingan kandang, dengan hanya tiga kekalahan. Catatan ini menjadi modal penting saat menjamu Oxford United yang dikenal memiliki rekor tandang buruk.
Kondisi Oxford United yang Tidak Menjanjikan
Oxford United saat ini terpuruk di posisi ke-23 klasemen dan tertinggal lima poin dari zona aman. Performa tandang menjadi salah satu masalah terbesar mereka, dengan hanya sembilan poin yang diraih dari 13 laga di luar kandang. Oxford belum meraih kemenangan tandang sejak mengalahkan Sheffield Wednesday pada 25 Oktober lalu. Rentetan hasil buruk tersebut turut berkontribusi pada berakhirnya masa kepelatihan Gary Rowett, sebelum tongkat estafet beralih ke Matt Bloomfield.
Di bawah Bloomfield, Oxford baru menjalani dua laga kandang dan keduanya berakhir imbang tanpa gol melawan Bristol City dan Queens Park Rangers. Meski lini pertahanan mulai menunjukkan perbaikan, produktivitas gol masih menjadi pekerjaan rumah besar. Oxford hanya meraih satu kemenangan dari 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Bahkan, sebanyak 14 laga musim ini berakhir tanpa Oxford mencetak atau kebobolan gol, mencerminkan pendekatan permainan yang cenderung berhati-hati.
Kabar Terbaru tentang Kondisi Pemain
Leicester City masih menunggu kondisi gelandang Oliver Skipp yang mengalami pusing hebat usai insiden pada laga kontra Wrexham. Jordan James juga diragukan tampil akibat cedera hamstring, dengan Boubakary Soumare dan Hamza Choudhury disiapkan sebagai alternatif. Jika Choudhury dimainkan di lini tengah, Ricardo Pereira berpeluang kembali mengisi posisi bek kanan. Perubahan di lini depan juga masih terbuka, tergantung keputusan pelatih terkait Jeremy Monga.
Di kubu Oxford United, bek tengah Michal Helik akan menjalani tes kebugaran setelah mengalami benturan saat melawan QPR. Brodie Spencer disebut-sebut sebagai kandidat pengganti jika Helik absen. Jamie McDonnell berpeluang mencatatkan starter pertamanya sejak bergabung dari Nottingham Forest, sementara pemain asal Korea Selatan, Jeon Jin-woo, berpotensi masuk bangku cadangan usai didatangkan awal pekan ini.
Susunan Pemain yang Diprediksi Tampil
Leicester City:
Stolarczyk; Pereira, Okoli, Vestergaard, Nelson; Choudhury, Soumare, Cordova-Reid; Fatawu, Ayew, Mavididi
Oxford United:
Cumming; Long, Helik, Brown, Currie; Keersmaecker, Vaulks; Mills, Brannagan, Peart-Harris; Lankshear
Prediksi Skor
Dengan keunggulan kandang dan kedalaman skuad, Leicester City tetap difavoritkan dalam pertandingan ini. Meskipun Oxford United menunjukkan perbaikan di sektor pertahanan, prediksi skor yang mungkin terjadi adalah Leicester City 2-1 Oxford United. Laga diperkirakan berlangsung ketat, dengan gol penentu kemungkinan baru tercipta di menit-menit akhir.







