Penemuan Mayat Sahanan di Hutan TNKS
Sahanan (45), warga Dusun IV Desa Bati Gane, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, pamit pergi mencari ikan dan tidak kembali. Kejadian tragis terjadi ketika korban ditemukan tewas di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) pada Jumat (27/2/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi sangat mengenaskan akibat serangan harimau. Pencarian jasad Sahanan dilakukan oleh warga setelah ia tidak kunjung pulang dari aktivitas mencari ikan di Sungai Bal. Proses pencarian memakan waktu cukup lama karena lokasi yang sulit dijangkau.
Perjalanan Pencarian dan Evakuasi
Awalnya, korban pamit untuk mencari ikan di Sungai Bal di Dusun Sri Pengantin, Desa Pasenen, Kecamatan STL Ulu Terawas, pada Jumat pagi. Biasanya, ia pulang sekitar pukul 16.00 sampai 17.00 WIB. Namun, saat magrib tiba, korban belum juga pulang. Keluarga dan warga pun berinisiatif mencari korban.
Pencarian dimulai dengan beberapa warga yang masuk ke dalam hutan sambil menyisiri aliran Sungai Bal. Saat itu, mereka menemukan kaca mata dan jala milik korban serta ceceran darah. Dengan petunjuk tersebut, warga melanjutkan pencarian hingga ke tepian Sungai Bal. Di lokasi tersebut, banyak bekas darah yang berceceran.
Selanjutnya, warga memasuki wilayah Hutan TNKS. Mereka melihat jejak kaki harimau dan darah serta bekas atau jejak harimau menyeret tubuh korban. Di dalam hutan, warga menemukan jalan berbentuk terowongan sepanjang 8 meter dari lokasi penemuan jala dan kacamata korban.
Penemuan Kepala Korban
Di lokasi tersebut, sang kakak menemukan kepala korban. Awalnya, ia tidak menyadari bahwa itu adalah kepala adiknya. Ia menendangnya pelan menggunakan kakinya, baru kemudian mengangkatnya dan menyadari bahwa itu adalah kepala korban.
Kondisi kepala korban sangat mengenaskan, rambutnya habis dan wajahnya hanya tinggal tengkorak. Setelah menemukan kepala, ia mencari bagian tubuh lainnya menggunakan senter. Di dalam hutan, ia menemukan ikan sekitar 20 ekor milik korban.
Dengan jarak sekitar 2 meter, ia melihat posisi tubuh korban yang sudah dalam kondisi mengenaskan. Tangan kanan korban masih utuh, sedangkan tangan kiri telah putus karena dagingnya habis dibagian lengan atas.
Kesulitan dalam Evakuasi
Karena jalannya susah dan sempit, warga kesulitan membawa tubuh korban keluar dari hutan. Selain itu, ada rasa takut dan khawatir bahwa harimau bisa kembali menyerang. Akhirnya, sebagian warga berinisiatif membuka jalan dan tubuh korban berhasil dibawa keluar dari hutan.
Setelah mayat korban sampai ke tepi Sungai Bal, warga kembali kebingungan untuk membawa jenazah korban dari lokasi. Medan jalannya sulit dan terjal karena harus melewati batu-batu besar. Awalnya, jenazah akan digendong, namun karena medan yang sulit, akhirnya jenazah korban dipikul dua orang menggunakan kayu.
Warga memasukkan jenazah korban ke dalam kain dan memikulnya. Meski jenazah telah ditemukan, kekhawatiran warga belum sepenuhnya hilang. Selama proses evakuasi, warga saling menjaga satu sama lain.
Proses Pemulangan Jenazah
Untuk keluar dari lokasi hingga sampai ke rumah duka, warga harus berjalan kaki selama kurang lebih 3 jam perjalanan. Sekira pukul 04.00 WIB pagi, jenazah korban akhirnya sampai ke rumah duka.







