Prakiraan Cuaca Jawa Timur Pada 23 Februari 2026
Pada hari Senin, 23 Februari 2026, wilayah Jawa Timur mengalami perubahan cuaca yang cukup signifikan. Beberapa daerah di Jawa Timur diprediksi akan mengalami hujan ringan, terutama pada pagi hingga siang hari. Awalnya, beberapa wilayah akan mengalami cuaca cerah berawan, namun kemudian disusul oleh hujan.
Beberapa kota dan kabupaten yang diprediksi akan mengalami hujan petir antara lain:
* Bondowoso
* Jember
* Jombang
* Kota Batu
* Kota Madiun
* Kota Malang
* Kota Pasuruan
* Kota Probolinggo
* Surabaya
* Kabupaten Malang
* Mojokerto
* Probolinggo
* Sidoarjo
* Tuban
BMKG Juanda memberikan imbauan kepada masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta potensi cuaca ekstrem seperti hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
Daerah Rawan Banjir dan Longsor di Jawa Timur
BMKG juga merilis daftar daerah yang rawan banjir dan longsor akibat kondisi cuaca ekstrem. Berikut adalah daftar daerah yang masuk dalam kategori rawan banjir:
- Kecamatan Kasiman, Bojonegoro
- Kecamatan Wonosari, Madiun
- Kecamatan Bagor, Nganjuk
- Kecamatan Babat, Lamongan
- Kecamatan Benowo, Surabaya
- Kecamatan Jrengik, Sampang
- Kecamatan Rejoso, Nganjuk
- Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi
- Kecamatan Tempeh, Lumajang
- Kecamatan Durenan, Trenggalek
Sementara itu, daerah yang rawan longsor antara lain:
- Pujon, Kabupaten Malang
- Junrejo, Kota Batu
- Binakal, Kabupaten Bondowoso
- Klabang, Kabupaten Situbondo
- Ledokombo, Kabupaten Jember
- Arjosari, Kabupaten Pacitan
Musim Hujan Masuki Puncaknya
Sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan. Diperkirakan dalam 10 hari ke depan, akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat. Potensi cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi), serta gangguan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) yang melintasi wilayah Jawa Timur.
Selain itu, suhu muka laut perairan Selat Madura masih cukup tinggi, dan kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
Waspadai Cuaca Ekstrem Selama 10 Hari Ke Depan
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta potensi cuaca ekstrem seperti hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.
Wilayah dengan topografi curam, bergunung, atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.
Kepala BMKG Juanda, Taufik Hermawan, memprakirakan bahwa cuaca di Surabaya dan sekitarnya akan lebih aktif pada 11 sampai 20 Februari 2026. Hal ini dipicu oleh penghambatan suhu laut di Selat Madura, serta adanya belokan angin dan gelombang atmosfer.
“Selain itu, adanya pertemuan angin atau konvergensi dan gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan gelombang Rossby yang turut mendukung potensi cuaca ekstrem tersebut,” ujar Taufik.
Menurut dia, situasi ini wajar karena Jawa Timur sedang memasuki masa puncak musim hujan. Meski begitu, masyarakat perlu mewaspadai dampak cuaca ekstrem seperti hujan sedang hingga lebat, angin kencang, atau angin puting beliung, petir, hingga hujan es di beberapa area titik rawan.
“Terutama masyarakat di wilayah dengan topografi curam, bergunung, dan tebing lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” tambahnya.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi intensitas aktivitas di luar rumah. Pastikan kondisi atap dan saluran air dalam keadaan baik, serta amankan barang yang mudah terbawa angin. Hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan dan angin kencang.
“Di kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, jangan pernah memarkir kendaraan di bawah pohon besar dan hindari melintasi jalan yang tergenang air tinggi. Ingat kesadaran bencana adalah kesadaran individu,” pungkasnya.







