Rekor Pertemuan yang Menjadi Sorotan
Pertemuan antara Persijap Jepara dan Persebaya Surabaya kembali menjadi perhatian menjelang pertandingan pekan ke-22 Super League 2025/2026. Dalam tujuh laga terakhir, Green Force tercatat tiga kali menang dari tujuh pertemuan kontra Laskar Kalinyamat. Catatan ini menjadi modal penting bagi Persebaya Surabaya saat melakukan perjalanan ke Stadion Gelora Bumi Kartini.
Dari segi rekor, Persebaya Surabaya unggul dengan tiga kemenangan dan dua hasil imbang dalam pertemuan terakhir di Super League. Hal ini menunjukkan dominasi relatif Green Force setiap kali berhadapan dengan tim asal pesisir utara Jawa tersebut. Pada putaran pertama musim ini, Persebaya juga berhasil meraih hasil positif atas Persijap Jepara. Kini, mereka ingin mempertahankan catatan itu sekaligus mengulangnya pada pertandingan mendatang.
Atmosfer pertandingan diprediksi akan sangat panas karena kedua tim sama-sama memburu poin maksimal demi meningkatkan posisi di klasemen. Persijap dikenal kuat saat bermain di kandang, sementara Persebaya datang dengan tekad untuk menebus hasil buruk sebelumnya.
Kekalahan yang Menyakitkan
Persebaya Surabaya menuju laga tandang ini dengan semangat yang membara setelah terpeleset di pekan lalu. Kekalahan di kandang sendiri menjadi cambuk keras bagi tim sebesar Green Force. Hasil minor itu terjadi saat Persebaya menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-21 di Stadion Gelora Bung Tomo. Tim tamu berhasil mengalahkan tuan rumah dengan skor 1-2 setelah mencetak dua gol di babak pertama.
Tuan rumah hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Mihailo Perovic pada menit ke-65. Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena memutus rangkaian 13 pertandingan tak terkalahkan yang sebelumnya sukses dijaga. Ironisnya, rekor impresif itu runtuh di hadapan pendukung setia sendiri, Bonek dan Bonita. Situasi ini menyisakan rasa kecewa mendalam di ruang ganti Persebaya Surabaya.
Salah satu yang paling merasakan dampak negatif dari kekalahan ini adalah bek senior Leo Lelis. Pemain berusia 32 tahun itu menegaskan bahwa tim tidak ingin larut dalam penyesalan. Ia berfokus pada perbaikan diri dan memotivasi rekan-rekannya agar bisa berkembang sebagai sebuah tim.
Semangat yang Tak Pernah Padam
”Ya, saya mencoba lebih fokus pada apa yang bisa saya tingkatkan dari diri saya sendiri. Ketika kami berlatih, saya mencoba memotivasi para pemain dan bekerja sama agar kami bisa berkembang lagi sebagai sebuah tim,” ujar Leo Lelis usai sesi latihan Rabu (18/2). Bek asal Brasil itu mengakui atmosfer ruang ganti dipenuhi emosi selepas laga. Rasa kesal dan kecewa justru diubah menjadi dorongan kuat untuk bangkit di pertandingan berikutnya.
”Kekalahan adalah hal yang tidak menyenangkan. Jadi kami menantikan pertandingan berikutnya agar kami dapat mengubah situasi dan meraih tiga poin untuk membawa suasana positif bagi tim secepat mungkin,” ucap Leo Lelis. Target berikutnya sudah jelas, yaitu mencuri poin penuh dari markas Persijap Jepara. Misi itu terasa krusial agar Persebaya Surabaya tetap bersaing di papan atas sekaligus menjaga mental tim.
Persiapan Matang untuk Pertandingan Berikutnya
Secara statistik, rekor pertemuan Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya memang berpihak pada Green Force. Namun catatan masa lalu tak otomatis menjamin hasil di lapangan. Persijap tentu tak ingin dipermalukan di depan suporternya sendiri. Laskar Kalinyamat berambisi memanfaatkan dukungan publik Gelora Bumi Kartini untuk membalikkan dominasi tersebut.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya datang dengan persiapan yang lebih matang. Intensitas latihan ditingkatkan dan komunikasi antar pemain diperkuat demi menghindari kesalahan elementer seperti laga sebelumnya. Gelandang andalan Francisco Rivera diproyeksikan memimpin ritme permainan di lini tengah. Perannya vital untuk menjaga keseimbangan sekaligus membuka ruang bagi lini depan Green Force.
Leo Lelis menegaskan seluruh pemain sudah sepakat menjadikan kekalahan terakhir sebagai bahan bakar motivasi. Kerja keras disebutnya sebagai jawaban paling tepat atas hasil buruk. ”Kami bekerja sangat keras karena jawaban terbaik untuk kekalahan adalah dengan bekerja keras, dan terus bekerja dengan lebih keras. Jadi kami mempersiapkan diri dengan sangat serius dan sebaik mungkin untuk pertandingan berikutnya,” tandas Leo Lelis.
Duel yang Penuh Gengsi
Duel ini bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga soal harga diri dan konsistensi performa. Persebaya Surabaya ingin membuktikan mental mereka tak runtuh hanya karena satu kekalahan. Bagi Persijap, laga kontra tim sebesar Persebaya Surabaya menjadi panggung pembuktian kapasitas di kasta tertinggi. Apalagi mereka berpeluang merusak rekor positif lawan sekaligus memperbaiki posisi klasemen.
Rekor pertemuan Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya pun menjadi latar menarik yang membungkus duel sarat gengsi ini. Tiga kemenangan Green Force atas Laskar Kalinyamat menjadi cerita masa lalu yang siap diuji ulang di lapangan. Sabtu (21/2) malam akan jadi momen pembuktian siapa yang paling siap secara mental dan taktik. Jika mampu menjaga fokus sejak menit awal, Persebaya Surabaya berpeluang memperpanjang catatan manis sekaligus membawa pulang tiga poin dari Jepara.






