Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Doa Setelah Sholat Lima Waktu

    1 April 2026

    Tips Mengatasi Masalah Hubungan di Masa Bercahaya Mu

    1 April 2026

    Reaksi anak Denada saat tahu punya saudara di Banyuwangi, bahagia

    1 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Rabu, 1 April 2026
    Trending
    • Doa Setelah Sholat Lima Waktu
    • Tips Mengatasi Masalah Hubungan di Masa Bercahaya Mu
    • Reaksi anak Denada saat tahu punya saudara di Banyuwangi, bahagia
    • Mudahkan Izin, Pemkab Kediri Optimis Tingkatkan Investasi 2026
    • IHSG April Didukung Dividen dan Aksi Korporasi, Volatilitas Mengancam
    • 5 Kejanggalan Kasus Amsal Sitepu, Videografer Jadi Tersangka Korupsi, Bahaya Kriminalisasi
    • Sejarah Candi Sawentar Blitar, Saksi Peradaban Kuno yang Jadi Warisan Budaya Negarakertagama
    • 7 Manfaat Garam Laut untuk Kulit dan Kesehatan Tubuhmu
    • Ringkasan HOTS Teks Argumen tentang Ketahanan Pangan Lokal
    • Prediksi Skor Jerman vs Ghana, Susunan Pemain Uji Coba Piala Dunia 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Kuliner»Ringkasan HOTS Teks Argumen tentang Ketahanan Pangan Lokal

    Ringkasan HOTS Teks Argumen tentang Ketahanan Pangan Lokal

    adm_imradm_imr1 April 20261 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Ringkasan Materi Teks Argumentasi dengan Tema Ketahanan Pangan Lokal

    Materi Teks Argumentasi dengan tema Ketahanan Pangan Lokal bertujuan untuk mengajarkan siswa bagaimana membedakan antara fakta dan opini, menemukan ide pokok, serta menulis teks yang padu dengan kohesi dan koherensi. Siswa juga dilatih dalam membaca kritis melalui tahapan pemahaman literal, inferensial, evaluatif, hingga apresiasi agar mampu menilai teks secara mendalam.

    Selain itu, materi ini juga mengenalkan teks persuasi berupa poster sebagai media publikasi yang efektif untuk mengajak masyarakat mendukung ketahanan pangan lokal. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai bab-bab yang terdapat dalam materi tersebut:

    Bab I: Mengenalkan dan Mempromosikan Produk Pangan Lokal Indonesia

    Pada bab ini akan digali lebih dalam mengenai ciri-ciri jenis Teks Argumentasi dan Teks Persuasi serta langkah-langkah membuat kedua jenis teks tersebut.

    A. Membaca Kritis Teks Argumentasi

    Membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis. Dalam kajian membaca dikenal banyak jenis membaca. Dilihat dari tujuan kedalamannya atau levelnya, membaca dapat digolongkan ke dalam membaca literal, membaca kritis, dan membaca kreatif.

    Membaca kritis adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh perhatian, mendalam, evaluatif, serta analitis. Dengan membaca kritis, pembaca akan memahami lebih dalam apa yang dibacanya sehingga akan mempunyai pemahaman yang lebih baik terhadap isi teks yang dibacanya.

    Menurut Barret, ada lima tahap kemampuan membaca. Tahap pertama adalah mengukur pemahaman literal. Tahap kedua adalah kemampuan melakukan penataan atau reorganisasi teks yang dibaca oleh peserta didik. Tahap ketiga, yakni mengukur pemahaman inferensial. Tahap keempat, yaitu tahap mengukur pemahaman evaluatif. Tahap terakhir, yakni mengukur kemampuan apresiasi.

    Menurut Harras (1998: 45), untuk dapat melakukan kegiatan membaca kritis, ada empat macam persyaratan pokok, yaitu:
    * Pengetahuan tentang bidang ilmu yang disajikan dalam bahan bacaan yang sedang dibaca.
    * Sikap bertanya dan sikap menilai yang tidak tergesa-gesa.
    * Penerapan berbagai metode analisis yang logis atau penelitian ilmiah.
    * Tindakan yang diambil berdasarkan analisis atau pemikiran tersebut.

    B. Menemukan Ide Pokok dan Ide-Ide Pendukung dalam Teks Argumentasi

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ide adalah rancangan yang tersusun dalam pikiran, gagasan atau cita-cita sedangkan pokok adalah pusat. Jadi, ide pokok adalah rancangan pokok yang tersusun di dalam pikiran, gagasan atau merupakan suatu pikiran utama dari sebuah paragraf.

    Dalam satu paragraf hanya ada satu ide pokok. Ide pokok tersebut dituangkan dalam kalimat utama. Kemudian, ide pokok tersebut dijabarkan dalam ide-ide penjelas yang dituangkan dalam kalimat-kalimat penjelas. Nama lain untuk kalimat utama adalah kalimat topik.

    Pola pengembangan paragraf deduksi adalah apabila kalimat utama terletak di awal paragraf dan diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Namun, apabila sebuah paragraf diawali dengan kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat utama, pengembangan seperti ini dinamakan pengembangan paragraf induksi.

    C. Menemukan Kalimat Fakta dan Kalimat Opini yang Digunakan dalam Teks Argumentasi

    Paragraf argumentasi biasanya dipakai oleh penulis untuk menyampaikan opini berupa ide-ide atau gagasan-gagasan tentang suatu hal. Agar pembaca mengikuti opini penulis, perlu disertakan data berupa fakta-fakta.

    Sebagai pembaca, kita harus dapat membedakan antara fakta dan opini sehingga informasi yang diperoleh tidak tercampur aduk antara fakta atau kenyataan dengan sebuah opini atau pendapat.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, fakta adalah sesuatu hal yang benar-benar ada dan terjadi. Fakta sering juga disebut dengan kenyataan. Fakta dapat diperoleh melalui suatu pengamatan terhadap suatu objek atau peristiwa/kejadian tertentu. Kalimat fakta adalah suatu kalimat yang di dalamnya terdapat sebuah informasi yang sebenarnya dan dapat dibuktikan kebenarannya.

    Contoh kalimat fakta:
    * Salah satu daerah penghasil beras terbesar di Pulau Jawa adalah Jawa Barat.
    * Sekitar 70 persen penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai sumber makanan pokok.
    * Sagu dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah Papua dan sebagian Maluku.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, opini mempunyai tiga pengertian, yaitu pendapat, pikiran, dan pendirian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa opini adalah pendapat atau pikiran seseorang yang belum tentu benar karena tidak/belum ada bukti kebenarannya. Opini merupakan lawan atau kebalikan dari fakta, dan sering juga disebut juga sebagai pendapat. Kalimat opini adalah suatu kalimat yang berisi hasil gagasan, pendapat, atau perkiraan orang baik perorangan maupun kelompok.

    Contoh kalimat opini:
    * Apabila dikembangkan dengan baik, sagu dapat menggantikan beras sebagai makanan pokok di Indonesia.
    * Sebagian warga negara Jepang mulai menyukai ubi ungu sebagai makanan pokok pengganti nasi.
    * Jika memungkinkan, dalam waktu dekat Indonesia bisa mengekspor umbi ke beberapa negara di Eropa.

    D. Menulis Teks Argumentasi dengan Tema Ketahanan Pangan Lokal

    Teks argumentasi digunakan untuk menuangkan ide-ide atau gagasan-gagasan dari penulis. Oleh karena itu, opini penulis harus didukung dengan data dan fakta yang valid. Di samping itu, dalam menulis teks argumentasi juga harus menggunakan kalimat dan paragraf yang padu.

    Di dalam menulis sebuah teks argumentasi, penulis harus memperhatikan hubungan antarkalimat dan antarparagraf sehingga teks tersebut menjadi padu. Kepaduan teks dibangun oleh kohesi dan koherensi.

    Kohesi adalah keserasian hubungan antarunsur dalam sebuah paragraf. Kohesi dapat berupa pengacuan, subtitusi, pelesapan, penggunaan konjungsi, repetisi, sinonim, antonim, dan lain-lain. Koherensi adalah kepaduan antargagasan di dalam suatu paragraf. Di dalam menyusun sebuah paragraf, seorang penulis harus memperhatikan kohesi dan koherensi sehingga paragraf yang disusun tersebut memiliki kesatuan makna yang utuh.

    E. Memahami Poster sebagai Jenis Teks Persuasi

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, poster adalah plakat yang dipasang di tempat umum (berupa pengumuman atau iklan). Dengan kata lain, poster adalah media publikasi yang terdiri atas tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya dengan tujuan memberikan informasi kepada khalayak ramai.

    Poster biasanya dipasang di tempat-tempat umum yang dinilai strategis seperti di depan sekolah, kantor, pasar, mal, atau di tempat-tempat keramaian lain. Poster tersebut dipasang di tempat-tempat umum karena informasi yang ada pada poster umumnya bersifat mengajak masyarakat.

    Poster dibuat dengan maksud dan tujuan sendiri. Secara umum, tujuan dan maksud dibuatnya poster adalah sebagai media publikasi agar masyarakat membaca dan melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada dalam poster tersebut. Secara khusus, maksud dan tujuan dibuatnya poster bergantung pada apa yang diinginkan oleh pembuat poster seperti untuk tujuan komersial, mencari simpati publik, mencari perhatian masyarakat, dan sebagainya.

    Poster mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
    * Poster terdiri atas komposisi huruf dan gambar di atas media kertas atau kain yang berukuran besar.
    * Poster ditempel pada tempat umum dengan maksud menarik perhatian masyarakat.
    * Poster pada umumnya dibuat dengan perpaduan warna yang kuat.
    * Bahasa yang digunakan dalam poster singkat, jelas, dan tidak rancu agar mudah dipahami.
    * Pesan yang ingin disampaikan sebaiknya disertai dengan gambar.
    * Poster dapat dibaca secara sambil lalu.

    Berikut adalah syarat poster yang baik:
    * Poster menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
    * Susunan kalimat dalam poster harus singkat, padat, jelas, tetapi berisi.
    * Poster menggunakan kombinasi antara kalimat dan gambar.
    * Poster harus mampu menarik minat khalayak.
    * Media yang digunakan dalam poster harus menggunakan bahan yang tidak mudah rusak atau sobek.
    * Ukuran poster sebaiknya disesuaikan dengan tempat atau lahan pemasangan poster.

    Jenis-Jenis Poster

    1. Poster niaga. Poster ini berisi mengenai suatu produk yang ditawarkan kepada masyarakat. Poster niaga ini banyak digunakan oleh para produsen produk tertentu kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan produk tersebut.
    2. Poster kegiatan. Poster ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai suatu acara. Di dalam poster ini biasanya terpampang nama acara, lokasi, serta waktu dimulainya acara. Penggunaan poster ini bertujuan agar banyak orang yang hadir dan meramaikan acara tersebut.
    3. Poster layanan masyarakat. Poster ini berisi sosialisasi program baru yang dibuat oleh pemerintah kepada masyarakat.
    4. Poster kelas. Poster kelas merupakan poster yang dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi peserta didik yang ada di dalam kelas sekolah.

    Latihan Soal HOTS

    1. Perhatikan kutipan paragraf berikut!
      “Ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap beras sebagai sumber karbohidrat utama harus segera dikurangi. Data menunjukkan bahwa diversitas pangan lokal seperti sagu, jagung, dan ubi kayu memiliki nilai gizi yang tidak kalah bersaing. Oleh karena itu, pemerintah perlu menggalakkan kampanye konsumsi pangan lokal secara masif agar ketahanan pangan nasional tidak goyah saat terjadi krisis beras global.”
      Berdasarkan letak ide pokok dan tujuannya, paragraf tersebut termasuk ke dalam jenis…
    2. A. Deduktif – Persuasi
    3. B. Induktif – Argumentasi
    4. C. Deduktif – Argumentasi
    5. D. Campuran – Narasi
    6. E. Deskriptif – Persuasi
      Kunci Jawaban: C
      Penjelasan: Ide pokok berada di awal kalimat (Deduktif) dan berisi gagasan yang disertai data/alasan untuk meyakinkan pembaca (Argumentasi).

    7. Evaluasi Kritis Teks Argumentasi Berdasarkan persyaratan membaca kritis menurut Harras (1998), manakah tindakan di bawah ini yang paling menunjukkan sikap membaca kritis terhadap artikel bertema “Sagu sebagai Pengganti Beras”?

    8. A. Menghafal seluruh data statistik luas lahan sagu di Papua yang tertulis dalam teks.
    9. B. Menyetujui semua pendapat penulis karena topik ketahanan pangan sedang populer.
    10. C. Membandingkan data produksi sagu dalam teks dengan sumber data terbaru dari Badan Pusat Statistik sebelum mengambil kesimpulan.
    11. D. Membagikan teks tersebut ke media sosial karena judulnya menarik dan provokatif.
    12. E. Menulis ulang teks tersebut dengan bahasa yang lebih sederhana tanpa mengubah isinya.
      Kunci Jawaban: C
      Penjelasan: Membaca kritis melibatkan sikap bertanya, menilai secara tidak tergesa-gesa, dan menggunakan metode analisis yang logis (validasi data).

    13. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
      Sagu dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah Papua dan sebagian Maluku.
      Indonesia akan menjadi eksportir umbi-umbian terbesar di dunia pada tahun 2030.
      Luas lahan sagu di Indonesia mencapai 5,5 juta hektar.
      Pengembangan pangan lokal sebaiknya dimulai dari skala rumah tangga agar lebih efektif.
      Sekitar 70 persen penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai sumber makanan pokok.
      Kalimat yang merupakan opini ditunjukkan oleh nomor…

    14. A. 1 dan 2
    15. B. 2 dan 4
    16. C. 3 dan 5
    17. D. 1 dan 3
    18. E. 4 dan 5
      Kunci Jawaban: B
      Penjelasan: Kalimat 2 berisi prediksi masa depan (belum terjadi) dan kalimat 4 berisi saran/gagasan subjektif (kata “sebaiknya”).

    19. Cermati urutan kalimat acak berikut!
      Selain itu, ubi ungu juga kaya akan vitamin A dan serat yang baik untuk pencernaan.
      Hal ini menunjukkan bahwa ubi ungu sangat potensial sebagai alternatif pangan sehat.
      Masyarakat Jepang sudah lama memanfaatkan ubi ungu sebagai makanan pokok pengganti nasi.
      Ubi ungu mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami bagi tubuh.
      Agar menjadi paragraf argumentasi yang memiliki koherensi dan kohesi yang baik, urutan yang paling tepat adalah…

    20. A. 3 – 4 – 1 – 2
    21. B. 4 – 1 – 3 – 2
    22. C. 3 – 2 – 4 – 1
    23. D. 4 – 2 – 3 – 1
    24. E. 1 – 4 – 3 – 2
      Kunci Jawaban: A
      Penjelasan: Urutan dimulai dari fakta umum/konteks (Jepang), diikuti detail kandungan (antosianin), tambahan informasi (vitamin/serat), dan diakhiri dengan simpulan logis (kalimat 2).

    25. Sebuah organisasi pemuda ingin membuat poster untuk mengajak warga desa menanam jagung di pekarangan rumah sebagai upaya ketahanan pangan. Manakah komposisi poster yang paling efektif sesuai syarat poster yang baik?

    26. A. Gambar jagung yang besar dengan narasi panjang mengenai sejarah jagung di Indonesia.
    27. B. Perpaduan warna gelap dengan tulisan kecil berisi instruksi teknis cara menanam jagung.
    28. C. Gambar pekarangan rumah yang asri disertai slogan “Pekarangan Hijau, Perut Kenyang, Keluarga Tenang” dengan warna kontras.
    29. D. Hanya berisi tulisan “Mari Menanam Jagung” tanpa gambar agar masyarakat fokus pada pesan teks.
    30. E. Foto pengurus organisasi yang sedang berdiskusi dengan latar belakang ladang jagung yang luas.
      Kunci Jawaban: C
      Penjelasan: Poster yang baik harus memiliki kombinasi gambar dan kalimat yang menarik, singkat, padat, jelas, serta mampu menarik minat khalayak secara visual.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Promo Murah Indomaret dan Alfamart Hari Ini: Mr Potato Rp16.500, Kino Nastar Rp16.400

    By adm_imr1 April 20262 Views

    Dua Restoran Indonesia Masuk 50 Terbaik Asia 2026

    By adm_imr31 Maret 20261 Views

    Mengapa Kucing Muntah Makanan? Tanda Bahaya atau Biasa?

    By adm_imr31 Maret 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Doa Setelah Sholat Lima Waktu

    1 April 2026

    Tips Mengatasi Masalah Hubungan di Masa Bercahaya Mu

    1 April 2026

    Reaksi anak Denada saat tahu punya saudara di Banyuwangi, bahagia

    1 April 2026

    Mudahkan Izin, Pemkab Kediri Optimis Tingkatkan Investasi 2026

    1 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?