Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Kisah Anak-anak Pengungsi Gempa Sangihe yang Dapat Makanan dan Balita Diberi Bubur

    13 Juni 2026

    Emosi Polisi Tampar Badut Jalanan Rembang di Tuban: Bau Alkohol Tercium

    13 Juni 2026

    Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Kapan Mulai?

    13 Juni 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 13 Juni 2026
    Trending
    • Kisah Anak-anak Pengungsi Gempa Sangihe yang Dapat Makanan dan Balita Diberi Bubur
    • Emosi Polisi Tampar Badut Jalanan Rembang di Tuban: Bau Alkohol Tercium
    • Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Kapan Mulai?
    • Intuisi Ibu Bilqis Saat Putrinya Ditemukan Tewas Di Rumah
    • 50 Soal Ujian Aswaja dengan Kunci Jawaban
    • Gigi berlubang memengaruhi kesehatan anak? Cari tahu fakta pentingnya!
    • Harga cabai anjlok, Bapanas siapkan penyerapan telur dan ayam
    • Tujuh destinasi liburan hemat untuk keluarga di Kota Meksiko
    • Gempa M7,7 Guncang Manado, Warga Panik Saat Bencana Melanda
    • Rupiah turun ke Rp 18.000, industri waspadai risiko inflasi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Ekonomi»IHSG April Didukung Dividen dan Aksi Korporasi, Volatilitas Mengancam

    IHSG April Didukung Dividen dan Aksi Korporasi, Volatilitas Mengancam

    adm_imradm_imr1 April 202610 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



    Pada bulan April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di tengah tekanan global dan harapan dari dalam negeri. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar sedang menghadapi tantangan yang cukup besar, terutama karena ketidakpastian global yang memengaruhi sentimen investor.

    Pada Jumat, 27 Maret 2026, IHSG mengalami penurunan sebesar 0,94% ke level 7.097,06. Dalam sebulan terakhir, indeks tersebut turun hingga 13,82%, sementara sepanjang tahun 2026, IHSG telah turun sebesar 17,92%. Meski demikian, secara historis, IHSG cenderung menguat pada bulan April selama sembilan tahun terakhir. Pada periode tersebut, indeks hanya terkoreksi tiga kali, yaitu pada 2018, 2019, dan 2024.

    Dari data historis, sebanyak 67% IHSG mengalami kenaikan pada bulan April. Hal ini disebabkan oleh aksi korporasi seperti pembagian dividen yang sering terjadi di bulan tersebut. Namun, kondisi tahun ini tidak sepenuhnya sesuai dengan pola historis yang biasanya bullish.

    Senior Market Analyst dari Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa April memiliki kecenderungan positif secara historis. Efek basis rendah pada Maret juga memberikan peluang penguatan indeks. Ia menilai, pergerakan indeks berpeluang membaik setelah libur.

    Namun, risiko global masih menjadi ancaman bagi pasar. Kenaikan harga minyak dan ketidakpastian kebijakan suku bunga global dapat menekan minat risiko investor. Konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi memicu inflasi dan memperpanjang periode suku bunga tinggi, yang dapat membatasi penguatan IHSG.

    Di tengah tekanan global, perhatian pelaku pasar mulai bergeser ke dinamika domestik, khususnya aktivitas emiten. Strategi perusahaan dalam menghimpun dana menjadi indikator penting kondisi pasar saat ini. Pengamat Pasar Modal sekaligus Co-Founder Pasardana, Hans Kwee, menjelaskan bahwa emiten cenderung lebih selektif dalam melakukan ekspansi akibat kondisi pasar yang belum stabil.

    Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa hingga 27 Maret 2026, aksi penawaran umum saham perdana (IPO) masih nihil. Namun, terdapat 12 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham. Mayoritas perusahaan tersebut berasal dari kelompok aset besar dengan nilai aset di atas Rp 250 miliar. Sektor yang didominasi adalah consumer non-cyclicals, infrastruktur, dan teknologi.

    Aktivitas pendanaan melalui pasar utang masih cukup aktif. Hingga akhir Maret, penerbitan obligasi mencapai 45 emisi dari 30 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Selain itu, masih ada 28 emisi dari 20 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline BEI. Mayoritas berasal dari sektor keuangan dan infrastruktur.

    Aksi rights issue juga tetap berjalan meskipun jumlahnya terbatas. Per 27 Maret 2026, ada tiga emiten yang menerbitkan rights issue dengan nilai Rp 3,75 triliun. Di sisi lain, musim Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang mulai semarak di April dan pembagian dividen menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

    Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pelemahan pasar saat ini bisa menjadi daya tarik bagi investor pemburu dividen. Namun, kondisi ini tetap perlu dicermati karena volatilitas tinggi dapat membawa risiko dividend trap.

    Hans menegaskan bahwa RUPS dan pembagian dividen memang menjadi sentimen positif, tetapi konflik geopolitik antara AS-Israel dan Iran masih mendominasi. Jika eskalasi meningkat, IHSG cenderung turun. Dalam hitungannya, secara valuasi IHSG pada 12 kali Forward P/E di bawah rata-rata 5 tahun terakhir. Ia menilai masih ada potensi bagi IHSG untuk menguat karena mayoritas sentimen sudah ter priced-in oleh market.

    Untuk perdagangan awal April 2026, Hans memproyeksikan IHSG masih akan melemah dengan support di level 7.000 sampai 6.900. Sementara itu, level resistance IHSG berada di kisaran 7.323 sampai 7.527.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Kapan Mulai?

    By adm_imr13 Juni 20261 Views

    4 Tipu Muslihat Psikologis Saat Pasar Saham Turun, Catat Ini!

    By adm_imr13 Juni 20261 Views

    Krisis 1997, Apakah Terulang di 2026?

    By adm_imr12 Juni 20262 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Kisah Anak-anak Pengungsi Gempa Sangihe yang Dapat Makanan dan Balita Diberi Bubur

    13 Juni 2026

    Emosi Polisi Tampar Badut Jalanan Rembang di Tuban: Bau Alkohol Tercium

    13 Juni 2026

    Jadwal Timnas Indonesia vs Mozambik, Kapan Mulai?

    13 Juni 2026

    Intuisi Ibu Bilqis Saat Putrinya Ditemukan Tewas Di Rumah

    13 Juni 2026
    Berita Populer

    HUT ke-112 Kota Malang Jadi Momentum Evaluasi, Wali Kota Tekankan Penyelesaian Masalah Prioritas

    Kota Malang 1 April 2026

    Kota Malang- Wahyu Hidayat menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang bukan…

    Kasus Perzinaan Oknum ASN Kota Batu Berujung Penjara, Vonis Diperberat di Tingkat Banding

    29 April 2026

    Gus Iqdam Bongkar Aksi Kapolresta Malang Saat Kanjuruhan Memanas, Ribuan Jemaah di Stadion Gajayana Menangis!

    4 Juni 2026

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    27 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?