Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Tanggal 26 Juni 2026 Jatuh Pada Hari Apa? Daftar Peringatan Nasional dan Internasional

    4 April 2026

    Kejagung Akui Videografer Amsal Jadi Tersangka Korupsi Proyek

    4 April 2026

    Tamu Pernikahan Viral Bawa Banner Besar Buktikan Transfer Hadiah

    4 April 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Sabtu, 4 April 2026
    Trending
    • Tanggal 26 Juni 2026 Jatuh Pada Hari Apa? Daftar Peringatan Nasional dan Internasional
    • Kejagung Akui Videografer Amsal Jadi Tersangka Korupsi Proyek
    • Tamu Pernikahan Viral Bawa Banner Besar Buktikan Transfer Hadiah
    • Petunjuk Menteri Keuangan Purbaya, Bea Cukai Amankan Kapal Mewah yang Melanggar Aturan di Teluk Jakarta
    • Doa Kesembuhan Saat Sakit dalam Islam, Ikhtiar Spiritual yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW
    • Dapur Flobamorata SMK Kusuma Atambua Sajikan Kuliner Lokal Nusantara
    • Mantan Bintang Arema FC Yosep Iyai Meninggal, Dunia Sepak Bola Papua Berduka
    • Cerita Gadis SMP Berani Mudik Sendirian ke Tasikmalaya dan Kembali ke Jakarta
    • Film Sejarah Operasi TNI AL Lawan Perompak, Donny Alamsyah Buka Hati
    • Epson mengubah cara bisnis di Asia Tenggara mencetak dengan solusi yang lebih bertanggung jawab
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Russia Dihadapkan Pesanan Minyak dan Gas di Tengah Perang Iran vs Israel

    Russia Dihadapkan Pesanan Minyak dan Gas di Tengah Perang Iran vs Israel

    adm_imradm_imr12 Maret 20266 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peningkatan Permintaan Energi Rusia di Tengah Konflik Timur Tengah

    Pemerintah Rusia melaporkan peningkatan signifikan dalam permintaan terhadap produk energi mereka, khususnya minyak dan gas, seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Perang yang memasuki hari ketujuh pada Jumat (6/3/2026) menyebabkan jalur pelayaran vital, seperti Selat Hormuz, nyaris tertutup. Hal ini berdampak pada pasokan energi global, dengan sekitar seperlima suplai minyak dan gas alam cair (LNG) terancam terganggu.

    Kremlin mengatakan bahwa konflik tersebut telah mendorong negara-negara untuk mencari alternatif pasokan energi. Sehari sebelumnya, Departemen Keuangan Amerika Serikat memberikan keringanan sementara selama 30 hari, memungkinkan India membeli minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut. Meski demikian, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak mengungkapkan volume tambahan pasokan minyak yang akan diberikan ke India setelah langkah tersebut.

    “Kami melihat peningkatan signifikan permintaan terhadap sumber energi Rusia terkait perang di Iran. Rusia telah dan tetap menjadi pemasok minyak dan gas yang dapat diandalkan, termasuk gas melalui pipa dan gas alam cair,” ujar Peskov kepada wartawan.

    Ketergantungan Energi pada Rusia

    Sebelumnya, pasar energi Rusia sempat ditinggalkan karena aksi boikot politik imbas perang dengan Ukraina, khususnya oleh negara-negara Barat. Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, memperingatkan bahwa kembali bergantung pada energi Rusia bisa menjadi langkah yang keliru secara ekonomi maupun politik.

    “Krisis di Timur Tengah saat ini memunculkan kembali pertanyaan di beberapa pihak apakah Eropa perlu kembali ke Rusia atau tidak,” kata Birol kepada wartawan setelah pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan para komisioner Uni Eropa yang membahas pasar energi global.

    Menurut Birol, kesalahan historis Eropa adalah ketergantungan yang terlalu besar pada satu sumber energi, yakni Rusia. Namun, ia menambahkan bahwa perang saat ini hanya menyebabkan gangguan logistik, sementara pasokan minyak secara keseluruhan masih cukup.

    Ancaman dari Konflik di Teluk

    Sementara itu, Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi memperingatkan bahwa seluruh produsen energi di kawasan Teluk bisa menghentikan ekspor dalam beberapa minggu jika konflik Iran terus berlanjut. Dalam wawancara dengan Financial Times, Kaabi mengatakan bahwa Qatar telah menghentikan produksi gas alam cair setelah Iran melancarkan serangan ke negara-negara Teluk sebagai balasan atas serangan Israel dan Amerika Serikat.

    Produksi LNG Qatar setara dengan sekitar 20 persen pasokan global dan berperan penting dalam menyeimbangkan permintaan energi di Asia dan Eropa. “Jika konflik ini berlanjut beberapa hari lagi, semua eksportir di kawasan Teluk kemungkinan akan menyatakan force majeure,” kata Kaabi.

    Ia juga memperkirakan bahwa harga minyak mentah bisa mencapai 150 dolar AS per barel dalam dua hingga tiga minggu jika kapal tanker tidak dapat melewati Strait of Hormuz. Harga gas alam juga diperkirakan melonjak hingga 40 dolar AS per juta British thermal units (MMBtu).

    Dampak Ekonomi Global

    Kaabi memperkirakan bahwa jika perang berlangsung selama beberapa minggu, pertumbuhan ekonomi global akan terdampak. “Harga energi akan meningkat di seluruh dunia. Akan ada kekurangan sejumlah produk dan reaksi berantai dari pabrik-pabrik yang tidak mampu memasok produksi,” katanya.

    Bahkan jika perang berakhir segera, Kaabi memprediksi bahwa Qatar membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk kembali ke siklus pengiriman normal.

    Pada perdagangan Jumat, harga minyak mentah acuan AS naik 4,1 persen menjadi 84,36 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent yang jadi patokan internasional naik 1,7 persen menjadi 87 dolar AS per barel, mendekati level tertinggi sejak April 2024.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Tanggal 26 Juni 2026 Jatuh Pada Hari Apa? Daftar Peringatan Nasional dan Internasional

    By adm_imr4 April 20260 Views

    Megawati Berduka Atas Kematian Prajurit RI di Lebanon, Ajak Kekuatan Politik Bersatu

    By adm_imr4 April 20263 Views

    Profil Praka Farizal, Prajurit TNI Gugur dalam Tugas UNIFIL di Lebanon

    By adm_imr4 April 20267 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Tanggal 26 Juni 2026 Jatuh Pada Hari Apa? Daftar Peringatan Nasional dan Internasional

    4 April 2026

    Kejagung Akui Videografer Amsal Jadi Tersangka Korupsi Proyek

    4 April 2026

    Tamu Pernikahan Viral Bawa Banner Besar Buktikan Transfer Hadiah

    4 April 2026

    Petunjuk Menteri Keuangan Purbaya, Bea Cukai Amankan Kapal Mewah yang Melanggar Aturan di Teluk Jakarta

    4 April 2026
    Berita Populer

    Banyak Layani Luar Daerah, Dinkes Kabupaten Malang Ubah UPT Kalibrasi Jadi BLUD

    Kabupaten Malang 27 Maret 2026

    Kabupaten Malang— Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang tengah menyiapkan perubahan status dua Unit Pelaksana Teknis…

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    28 Februari 2026

    Halal Bihalal Dinkes Kab. Malang, Bupati Sanusi Bahas Puskesmas Resik dan Tunggu Kebijakan WFH

    27 Maret 2026

    Buka Musrenbang RKPD 2027, Wali Kota Malang Tekankan Kolaborasi dan Pembangunan Inklusif

    31 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?