Close Menu
Info Malang Raya
    Berita *Terbaru*

    Ahli: Mengatasi obesitas butuh pendekatan lebih dari diet pribadi

    12 Maret 2026

    Russia Dihadapkan Pesanan Minyak dan Gas di Tengah Perang Iran vs Israel

    12 Maret 2026

    KPAD Bekasi Prihatin Dugaan Penjualan Bayi 9 Bulan di WhatsApp

    12 Maret 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube Threads
    Kamis, 12 Maret 2026
    Trending
    • Ahli: Mengatasi obesitas butuh pendekatan lebih dari diet pribadi
    • Russia Dihadapkan Pesanan Minyak dan Gas di Tengah Perang Iran vs Israel
    • KPAD Bekasi Prihatin Dugaan Penjualan Bayi 9 Bulan di WhatsApp
    • Persebaya Surabaya Kalah Telak 1-5 dari Borneo FC di Samarinda
    • Ahmad Sahroni Tersangkut Kasus Refpin Gadis Muratara yang Ditahan di Bengkulu
    • Diskon Listrik 2026 Tiba di Marketplace dan Dompet Digital, Cek Promo Tokennya
    • Listrik Terang, Jalan Tetap Gelap?
    • Konflik AS-Iran, BI Malang Waspadai Kenaikan Harga BBM yang Picu Inflasi
    • Kronologi penangkapan Ko Erwin, bandar narkoba yang melarikan diri ke Malaysia
    • 5 Keistimewaan Luar Biasa Puasa Hari ke-14 Ramadhan 1447 H: Setara Ibadah 200 Tahun Bersama Nabi
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    Info Malang RayaInfo Malang Raya
    Login
    • Malang Raya
      • Kota Malang
      • Kabupaten Malang
      • Kota Batu
    • Daerah
    • Nasional
      • Ekonomi
      • Hukum
      • Politik
      • Undang-Undang
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
      • Otomotif
      • Kesehatan
      • Kuliner
      • Teknologi
      • Tips
      • Wisata
    • Kajian Islam
    • Login
    Info Malang Raya
    • Malang Raya
    • Daerah
    • Nasional
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Hiburan
    • Kajian Islam
    • Login
    Home»Internasional»Russia Dihadapkan Pesanan Minyak dan Gas di Tengah Perang Iran vs Israel

    Russia Dihadapkan Pesanan Minyak dan Gas di Tengah Perang Iran vs Israel

    adm_imradm_imr12 Maret 20260 Views
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peningkatan Permintaan Energi Rusia di Tengah Konflik Timur Tengah

    Pemerintah Rusia melaporkan peningkatan signifikan dalam permintaan terhadap produk energi mereka, khususnya minyak dan gas, seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Perang yang memasuki hari ketujuh pada Jumat (6/3/2026) menyebabkan jalur pelayaran vital, seperti Selat Hormuz, nyaris tertutup. Hal ini berdampak pada pasokan energi global, dengan sekitar seperlima suplai minyak dan gas alam cair (LNG) terancam terganggu.

    Kremlin mengatakan bahwa konflik tersebut telah mendorong negara-negara untuk mencari alternatif pasokan energi. Sehari sebelumnya, Departemen Keuangan Amerika Serikat memberikan keringanan sementara selama 30 hari, memungkinkan India membeli minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut. Meski demikian, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak mengungkapkan volume tambahan pasokan minyak yang akan diberikan ke India setelah langkah tersebut.

    “Kami melihat peningkatan signifikan permintaan terhadap sumber energi Rusia terkait perang di Iran. Rusia telah dan tetap menjadi pemasok minyak dan gas yang dapat diandalkan, termasuk gas melalui pipa dan gas alam cair,” ujar Peskov kepada wartawan.

    Ketergantungan Energi pada Rusia

    Sebelumnya, pasar energi Rusia sempat ditinggalkan karena aksi boikot politik imbas perang dengan Ukraina, khususnya oleh negara-negara Barat. Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol, memperingatkan bahwa kembali bergantung pada energi Rusia bisa menjadi langkah yang keliru secara ekonomi maupun politik.

    “Krisis di Timur Tengah saat ini memunculkan kembali pertanyaan di beberapa pihak apakah Eropa perlu kembali ke Rusia atau tidak,” kata Birol kepada wartawan setelah pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan para komisioner Uni Eropa yang membahas pasar energi global.

    Menurut Birol, kesalahan historis Eropa adalah ketergantungan yang terlalu besar pada satu sumber energi, yakni Rusia. Namun, ia menambahkan bahwa perang saat ini hanya menyebabkan gangguan logistik, sementara pasokan minyak secara keseluruhan masih cukup.

    Ancaman dari Konflik di Teluk

    Sementara itu, Menteri Energi Qatar Saad al-Kaabi memperingatkan bahwa seluruh produsen energi di kawasan Teluk bisa menghentikan ekspor dalam beberapa minggu jika konflik Iran terus berlanjut. Dalam wawancara dengan Financial Times, Kaabi mengatakan bahwa Qatar telah menghentikan produksi gas alam cair setelah Iran melancarkan serangan ke negara-negara Teluk sebagai balasan atas serangan Israel dan Amerika Serikat.

    Produksi LNG Qatar setara dengan sekitar 20 persen pasokan global dan berperan penting dalam menyeimbangkan permintaan energi di Asia dan Eropa. “Jika konflik ini berlanjut beberapa hari lagi, semua eksportir di kawasan Teluk kemungkinan akan menyatakan force majeure,” kata Kaabi.

    Ia juga memperkirakan bahwa harga minyak mentah bisa mencapai 150 dolar AS per barel dalam dua hingga tiga minggu jika kapal tanker tidak dapat melewati Strait of Hormuz. Harga gas alam juga diperkirakan melonjak hingga 40 dolar AS per juta British thermal units (MMBtu).

    Dampak Ekonomi Global

    Kaabi memperkirakan bahwa jika perang berlangsung selama beberapa minggu, pertumbuhan ekonomi global akan terdampak. “Harga energi akan meningkat di seluruh dunia. Akan ada kekurangan sejumlah produk dan reaksi berantai dari pabrik-pabrik yang tidak mampu memasok produksi,” katanya.

    Bahkan jika perang berakhir segera, Kaabi memprediksi bahwa Qatar membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk kembali ke siklus pengiriman normal.

    Pada perdagangan Jumat, harga minyak mentah acuan AS naik 4,1 persen menjadi 84,36 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent yang jadi patokan internasional naik 1,7 persen menjadi 87 dolar AS per barel, mendekati level tertinggi sejak April 2024.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Berita Terkait

    Hanya Selat Hormuz? Ini Jalur Minyak Terpadat di Dunia

    By adm_imr12 Maret 20262 Views

    Saluran air yang menggoncang perekonomian global

    By adm_imr12 Maret 20261 Views

    Surat Prabowo untuk Presiden Iran: Siap Bantu Dialog Hadapi Konflik dengan AS-Israel

    By adm_imr11 Maret 20261 Views
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Ahli: Mengatasi obesitas butuh pendekatan lebih dari diet pribadi

    12 Maret 2026

    Russia Dihadapkan Pesanan Minyak dan Gas di Tengah Perang Iran vs Israel

    12 Maret 2026

    KPAD Bekasi Prihatin Dugaan Penjualan Bayi 9 Bulan di WhatsApp

    12 Maret 2026

    Persebaya Surabaya Kalah Telak 1-5 dari Borneo FC di Samarinda

    12 Maret 2026
    Berita Populer

    Operasi Pekat Semeru 2026, Polres Malang Ungkap Dugaan Peredaran Bahan Peledak di Poncokusumo

    Kabupaten Malang 28 Februari 2026

    Malang – Aparat dari Polres Malang mengungkap dugaan tindak pidana membuat dan menguasai bahan peledak…

    Kejari Kabupaten Malang Geledah Kantor Dispora, Dalami Dugaan Penyelewengan Dana Hibah KONI

    6 Februari 2026

    Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Bagnaia Tunjukkan Tanda Bertahan

    1 Maret 2026

    Keluhan Pasien Poli Gigi Puskesmas Arjuno, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

    6 Februari 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kebijakan Privasi
    • Tentang Kami
    © 2026 InfoMalangRaya.com. Designed by InfoMalangRaya

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?