Kondisi Santri yang Dirawat di RSUD Aceh Singkil
Puluhan santri dari Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, yang berada di Desa Bukti Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil setelah mengeluhkan sakit perut, pusing, mual, dan muntah. Kejadian ini diduga terjadi setelah mereka menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh pihak SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim.
Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (11/2/2026) malam, ketika para santri mulai merasakan gejala tidak nyaman setelah mengonsumsi makanan tersebut. Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit secara bergelombang. Setelah mendapat penanganan darurat, kondisi para santri kini sedang dalam masa pemulihan di RSUD Aceh Singkil, yang berada di kawasan Gunung Laga.
Penanganan Medis dan Kondisi Santri
Direktur RSUD Aceh Singkil, dr Mardiana, mengatakan bahwa sebanyak 33 orang santri mengalami keluhan seperti mual, muntah, sakit perut, dan pusing. Awalnya hanya 28 orang yang datang, namun jumlahnya bertambah seiring waktu. Menurut dr Nana, sapaan akrab dr Mardiana, semua pasien telah ditangani dengan baik dan kondisi mereka mulai stabil.
Sejauh ini, hanya satu orang santri perempuan yang masih merasa lemas, sedangkan santri lainnya sudah mulai pulih. Para santri mengaku bahwa mereka mulai merasakan gejala setelah shalat Asar, setelah sebelumnya mengonsumsi menu MBG setelah shalat Zuhur.
Menu MBG yang Dikonsumsi Santri
Menu MBG yang dikonsumsi santri terdiri dari mi Aceh buatan warga lokal, daging ayam suwir, dan nudget. Makanan tersebut dibawa oleh petugas SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, karena masih kenyang setelah sarapan pagi, beberapa santri memindahkan menu tersebut ke tempat tinggal masing-masing dan baru memakannya setelah shalat Zuhur.
Tidak semua santri mengalami gejala serius. Beberapa di antaranya hanya merasakan pusing sesaat, namun akhirnya kembali normal. Salah satu santriwati mengatakan bahwa ia sempat merasakan pusing, tetapi sekarang sudah kembali baik.
Respons dari Pimpinan Pesantren
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, Hj Asmawati, mengungkapkan bahwa kejadian ini terjadi setelah pengajian sore selepas shalat Ashar. Sekitar pukul 17.00, para santri mulai muntah. Awalnya, Hj Asmawati mengira hal ini hanya masuk angin biasa, sehingga ia memberi air panas dan minyak kayu putih kepada santri.
Namun, setelah sampai di pondok putri, banyak santri yang kembali muntah. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Hj Asmawati segera menghubungi pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Nafasindo untuk meminta bantuan mobil ambulans serta mobil SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim agar bisa membawa santri ke rumah sakit.
Investigasi Terkait Keracunan Makanan
Tim dari Dinas Kesehatan Aceh Singkil kini sedang melakukan investigasi terhadap SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim di Desa Bukti Harapan. Raja Maringin, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, mengatakan bahwa tim sedang melakukan pemeriksaan terkait kemungkinan keracunan makanan.
Menurut Raja Maringin, hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa lokasi SPPG bersih dan sesuai standar. Sampel makanan yang dikonsumsi korban telah dikumpulkan dan akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan apakah ada bakteri atau zat berbahaya yang menyebabkan gejala para santri.
Informasi Tambahan
Selain santri Pondok Pesantren Daarul Musthofa As-Singkil, terdapat laporan bahwa dua siswa Madrasah Bunga Al-Quran juga dirawat di RSUD Aceh Singkil dengan keluhan serupa. Namun, tidak ada laporan tentang anak-anak taman kanak-kanak yang berjarak puluhan meter dari SPPG Nasabe Sajan Yatim mengalami gejala serupa.
Sementara itu, pihak SPPG Yayasan Nasabe Sajan Yatim belum bersedia memberikan komentar. Mereka memilih menunggu hasil uji laboratorium sebelum membuat pernyataan resmi. Selain itu, SPPG Nasabe Sajan Yatim juga sementara menyetop operasionalnya hingga ada hasil uji laboratorium yang jelas.







