Penutupan Perlintasan Sebidang Tanpa Palang Pintu di Kabupaten Blitar
Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar bersama dengan Satlantas Polres Blitar Kota melakukan penutupan sementara terhadap perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Dusun Sendung, Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat. Penutupan ini dilakukan untuk mencegah akses kendaraan baik roda dua maupun roda empat ke lokasi tersebut, setelah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kematian pengendara sepeda motor.
Perlintasan tersebut ditutup pada hari Kamis (12/2/2026), tepat sehari setelah kejadian tragis yang menimpa pengendara sepeda motor. Petugas memasang besi melintang di perlintasan untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melewati area tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan mencegah terulangnya kecelakaan serupa.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Puguh Imam Santoso menjelaskan bahwa penutupan perlintasan sebidang tanpa palang pintu ini dilakukan berdasarkan hasil rapat Forum LLAJ. Hal ini dilakukan setelah terjadinya kecelakaan di lokasi tersebut beberapa waktu lalu.
“Selama satu tahun terakhir, sudah terjadi tiga kali orang tertabrak kereta api di perlintasan ini,” ujar Puguh. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah pernah menutup total perlintasan untuk akses semua kendaraan. Namun, karena adanya protes dari warga, penutupan hanya diberlakukan untuk kendaraan roda empat. Sedangkan kendaraan roda dua masih bisa melintas.
Namun, setelah terjadi kecelakaan lagi kemarin, akhirnya perlintasan ini ditutup total untuk akses semua kendaraan. Menurut aturan, perlintasan sebidang tanpa palang pintu di lokasi memang tidak boleh digunakan sebagai jalur lalu lintas. Jarak antara perlintasan ini dengan perlintasan lainnya kurang dari 800 meter, sehingga tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Sesuai ketentuan, jarak satu perlintasan dengan perlintasan lain minimal 800 meter. Perlintasan ini dengan perlintasan lain jaraknya hanya 600 meter, jadi tidak boleh untuk akses kendaraan,” tambah Puguh.
Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama dari penutupan perlintasan ini adalah untuk keselamatan warga, bukan untuk mematikan jalur ekonomi masyarakat. “Tujuan utama penutupan perlintasan untuk keselamatan warga, bukan untuk mematikan jalur ekonomi masyarakat,” katanya.
Puguh mengakui bahwa hingga saat ini masih banyak perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang belum dilakukan normalisasi di wilayah Kabupaten Blitar. Dari 69 perlintasan sebidang di Kabupaten Blitar, masih ada 29 perlintasan sebidang tanpa palang pintu.
“Rencananya, kami akan melakukan penutupan perlintasan sebidang di wilayah Kandangan, Srengat, minggu depan. Masih banyak perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang belum ditutup total,” ujarnya.
Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Agus Prayitno juga menyampaikan bahwa dalam satu tahun terakhir, sudah ada tiga kecelakaan di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Dusun Sendung. Terbaru, Rabu (11/2/2026) kemarin, pengendara sepeda motor tewas tertabrak KA Singasari di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di lokasi.
“Kejadian kemarin, posisi kereta api dari timur ke barat, sedang sepeda motor dari selatan ke utara menyeberang di perlintasan. Terjadi benturan antara kereta api dan sepeda motor di lokasi,” jelas Agus.
Ia mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar yang melakukan penutupan total perlintasan sebidang tanpa palang pintu untuk akses kendaraan. Upaya yang dilakukan Dishub itu merupakan bagian dari usaha untuk menjamin keselamatan masyarakat di sekitar perlintasan sebidang.
“Tujuan penutupan perlintasan tanpa palang pintu ini untuk keselamatan warga,” ujarnya.
Tindakan Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat
Penutupan perlintasan sebidang tanpa palang pintu ini menjadi langkah penting dalam upaya mencegah kecelakaan yang berulang. Namun, selain tindakan pemerintah, kesadaran masyarakat juga sangat diperlukan agar dapat menghindari risiko yang tinggi.
- Masyarakat diminta untuk lebih waspada saat melewati perlintasan kereta api.
- Pengguna kendaraan roda dua dan roda empat harus mematuhi aturan dan tidak mencoba melewati perlintasan yang sudah ditutup.
- Masyarakat disarankan untuk selalu memperhatikan tanda-tanda peringatan dan informasi yang diberikan oleh petugas.
Dengan langkah-langkah seperti ini, diharapkan keselamatan masyarakat dapat terjaga dan kecelakaan yang merenggut nyawa dapat diminimalisir.







